• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Membangun Komunikasi Efektif dalam Long Distance Relationship (LDR)

Editor Redaksi
6 Maret 2024
in Kolom Opini

Oleh: Aulia Nur Hasna
Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Univeristy
Program Studi Komunikasi Digital dan Media

JurnalPost.com – Komunikasi adalah salah satu aspek krusial dalam kehidupan manusia, semakin ditingkatkan oleh perkembangan era digital. Peran komunikasi menjadi sangat penting dalam memahami bagaimana pesan dan informasi dapat dikirim, diterima, dan dipahami di antara individu, kelompok, dan organisasi.

Menurut teori Shannon & Weaver, komunikasi adalah proses transfer informasi dari satu titik (sumber) ke titik lain (penerima) melalui saluran tertentu dengan bantuan kode atau noise. Bernard Berelson & Gary A. Steiner mendefinisikan komunikasi sebagai proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, dan angka.

LDR adalah singkatan dari Long Distance Relationship, sebuah hubungan jarak jauh. Dalam konteks pacaran, LDR menciptakan tanggung jawab saling menjaga perasaan meskipun tidak bertemu setiap hari. Meskipun mudah dipahami, menjalani cinta jarak jauh tidaklah mudah.

Media sosial, seperti WhatsApp dan Instagram, menjadi platform yang memungkinkan penggunanya berpartisipasi, berbagi konten, dan berinteraksi satu sama lain. Penggunaan media sosial dalam Long Distance Relationship memiliki manfaat signifikan, terutama dalam menjaga koneksi dan memperkuat ikatan antar pasangan yang berjauhan. WhatsApp, sebagai salah satu media sosial, memfasilitasi pertukaran cerita, foto, panggilan video, telepon, dan berbagi lokasi, memberikan manfaat yang baik bagi pasangan LDR.

85% orang LDR itu GAGAL 15% nya tidak berhasil -Bintang Emon (Dalam film Geez&Ann). Sebagaimana diungkapkan oleh Bintang Emon dalam film Geez & Ann, 85% orang dalam Long Distance Relationship mengalami kegagalan. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa menjalin hubungan jarak jauh memerlukan pemahaman, komitmen, dan tentu saja, komunikasi yang baik. Dalam menghadapi dunia percintaan, komunikasi menjadi kunci untuk keberlangsungan dan kekokohan hubungan LDR.

Komunikasi yang baik dalam LDR tidak sekadar bertukar kata-kata, melainkan menjadi dasar dari kepercayaan dan pemahaman mendalam antara kedua individu. Dalam menghadapi tantangan seperti kesalahpahaman, terbuka dan jujur menjadi kunci. Mengurangi kesalahpahaman melalui diskusi terbuka tentang perasaan dapat membentuk komunikasi yang sehat dalam hubungan.

Hubungan Long Distance Relationship tidak mungkin terhindar dari pertengkar pasti cukup sering banyak sekali masalah beda pemahaman. Masalah yang diperdebatkan biasanya mulai dari hal kecil yang menjadi besar, biasanya dipicu karena terlalu takut untuk menyampaikan perasaan sejujurnya atau bisa saja takut mengetahui respon dari pasangan kita seperti apa. Pada kondisi hubungan LDR harusnya pasangan dapat dengan bebas terbuka dan jujur agar tidak menjadi kesalah pahaman.

1. Jadwal Kunjungan dan Kepercayaan
Pasangan dalam LDR disarankan untuk merencanakan jadwal kunjungan berkala, yang dapat memberikan efek positif dalam hubungan. Kepercayaan menjadi dasar utama dalam hubungan jarak jauh, dan perlu dihindari perilaku yang dapat merusak kepercayaan pasangan. Setiap individu dalam pasangan harus memahami batasan diri sendiri.

2. Kesalahan yang Harus Dihindari
Banyaknya pasangan LDR yang gagal dikarenakan kesalahan-kesalahan yang seharusnya dapat dihindari. Kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi dapat menyebabkan perasaan jauh dan ketidakpastian dalam hubungan. Kesalahan pada saat LDR, seperti kurangnya komunikasi efektif, dapat menyebabkan penurunan kepercayaan antara pasangan.

Mempertahankan hubungan LDR memerlukan strategi dan tips yang tepat. Menjaga komunikasi konsisten melalui panggilan video, pesan teks, dan media sosial, serta merencanakan kunjungan fisik berkala, dapat membantu menciptakan momen- momen bersama. Prioritaskan kepercayaan sebagai dasar hubungan, atur harapan dengan realistis, gunakan humor dalam komunikasi, dan beri dukungan pada perkembangan karier masing-masing.

Kisah sukses Enzy Storia dan Maulana Kasetra membuktikan bahwa LDR bukanlah hal sulit jika dilakukan bersama orang yang tepat. Pengalaman mereka menggarisbawahi pentingnya koneksi emosional dan dukungan yang kuat. Saran dari ahli hubungan, Kavita Patel, menegaskan perlunya mempertahankan koneksi emosional dan dukungan dalam hubungan jarak jauh. Patel menyarankan untuk menjaga komunikasi melalui obrolan telepon demi menjaga keterhubungan yang mendalam.

Namun, kesuksesan hubungan mereka memberikan keyakinan bahwa LDR bisa berjalan lancar jika ada koneksi emosional dan dukungan yang kuat. Kesimpulan ini sejalan dengan saran dari ahli hubungan, Kavita Patel, yang menekankan pentingnya mempertahankan koneksi emosional dan dukungan dalam hubungan jarak jauh. Patel juga menyarankan untuk menjaga komunikasi melalui obrolan telepon daripada hanya mengandalkan pesan teks, demi tetap merasa terhubung secara mendalam.

Komunikasi memegang peran sentral dalam kelangsungan Long Distance Relationship (LDR). Dengan menekankan pentingnya komunikasi konsisten, terbuka, dan penuh pengertian, pasangan dapat mengatasi tantangan jarak jauh. Pertukaran kata-kata dan dukungan emosional melalui komunikasi yang baik memperkuat ikatan cinta, membawa kebahagiaan dan kedekatan di setiap langkah hubungan mereka.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.