• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK GEN Z, EMANGNYA BISA?

Editor Redaksi
2 Januari 2024
in Kolom Opini

JurnalPost.com – TikTok menjadi aplikasi yang paling banyak dipakai pada era Gen Z. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berkaitan dengan keterampilan berbahasa dan bersastra. Berbagai fitur yang ada di aplikasi TikTok dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran di era Gen Z untuk meningkatkan minat peserta didik dalam pembelajaran.

Sebagai mata pelajaran wajib, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia mempunyai peranan penting dalam pendidikan. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia telah diajarkan mulai dari jenjang pendidikan rendah hingga jenjang pendidikan tinggi. Agar tidak membosankan, inovasi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia sangat diperlukan.

Sejak 2019, penggunaan aplikasi TikTok marak digunakan oleh masyarakat khususnya para remaja Gen Z. Gen Z adalah para remaja yang lahir dari tahun 1995 hingga 2010. Karena tingkat pengguna yang tinggi maka aplikasi TikTok dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi Gen Z. Media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran dengan efektif.

Aplikasi TikTok dapat digunakan untuk membuat, mengedit, dan membagikan video pendek yang dapat ditonton, disukai, dan dikomentari oleh pengguna lainnya. Para Gen Z sangat melekat dengan penggunaan teknologi seperti gawai. Oleh karena itu, berbagai fitur yang ada di aplikasi TikTok dapat memenuhi kebutuhan dan menarik minat belajar Gen Z.

Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia menuntut peserta didik untuk menguasai empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Menurut Tarigan menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memeroleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Pada aplikasi TikTok pengguna dapat mengunggah video dan pengguna yang lainnya dapat menonton serta memberi komentar. Keterampilan menyimak dalam pembelajaran dengan aplikasi TikTok dapat dilakukan dengan menonton sebuah video drama pendek yang berdurasi sekitar 3 menit lalu peserta didik memahami alur cerita dari drama tersebut.

Setelah menyimak, peserta didik dapat menceritakan kembali alur cerita dalam video drama pendek yang telah ditonton. Menceritakan kembali termasuk dalam keterampilan berbicara. Tarigan (1990: 149) menyatakan bahwa berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan. Selain itu, aplikasi TikTok menyediakan fitur dubbing yang dapat digunakan dalam keterampilan berbicara. Pemanfaatan aplikasi TikTok dalam keterampilan berbicara yaitu dengan mengisi suara latar dari sebuah video yang sudah direkam dengan mendeskripsikannya. Aplikasi TikTok juga dapat digunakan sebagai media presentasi dan praktik membaca nyaring.

Keterampilan menulis diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai (Tarigan, 1986:15). Pada aplikasi TikTok telah tersedia fitur rekam, pendidik dapat meminta peserta didik untuk merekam sebuah benda atau peristiwa kemudian mendeskripsikan video yang telah direkam dalam bentuk teks.

Henry Guntur Tarigan (2008 : 7) menyatakan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Pemanfaatan aplikasi TikTok dalam keterampilan membaca yaitu dengan praktik membaca sebuah teks berita dengan merekam sebuah kejadian atau peristiwa.

Aplikasi Tiktok juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran keterampilan bersastra. Peserta didik dapat membuat sebuah video drama pendek yang berkaitan dengan keempat keterampilan berbahasa. Sebelum membuat sebuah video, naskah menjadi hal yang penting karena berperan sebagai penentu alur cerita. Dalam naskah terdapat dialog-dialog yang harus diucapkan oleh pemerannya. Berdialog berkaitan dengan keterampilan berbicara. Sebelum berdialog, pemeran drama perlu membaca dan menyimak naskah drama yang telah ditulis sebelumnya.

Dengan pembelajaran menggunakan aplikasi TikTok, peserta didik dapat menjadi seorang content creator. Tugas-tugas yang diberikan pendidik kepada peserta didik dengan membuat sebuah video dapat diunggah di aplikasi TikTok. Video yang diunggah dapat ditonton dan dikomentari oleh pengguna lainnya. Konten edukasi sangat diperlukan dalam pembelajaran. Selain untuk keterampilan berbahasa dan bersastra, konten edukasi juga berperan dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar. Adanya aplikasi TikTok dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di kalangan Gen Z. Aplikasi TikTok juga menyediakan kolom komentar yang dapat digunakan untuk berbagi cerita serta memberi kritik dan saran.

Penulis:
Ratna Ardiari
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UPMI

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.