JurnalPost.com – Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa di berikan kebebasan untuk memberikan idenya melalui perancangan wisata lembah kecubung, bekerja sama dengan pemerintah desa penanggunan dalam pelaksanaan mbkm ini mahasiswa mendapatkan pengalaman tak terlupakan.
Program studi arsitektur bekerja sama dengan pemerintah desa penanggungan, kecamatan trawas kabupaten Mojokerto, melaui program mbkm proyek di desa memberikan wadah untuk mahasiswa arsitektur untuk ikut berperan dalam pengembangan Kawasan wisata lembah kecubung, sebanyak 11 siswa mengikuti kegiatan ini.
Selama 120 hari mahasiswa melakukan kegiatan apa saja? Pada pelaksanaan mbkm proyek di desa, mahasiswa diberikan jobdesc sebagai arsitek perancang, bertugas untuk mendesain secara keseluruhan, merancang konsep keseluruhan site lembah kecubung, menggambar DED dan 3D dari keseluruhan site wisata lembah kecubung. Pemerintah desa penanggungan sendiri ingin mengembalikan unsur budaya dalam wahana yang berada pada wisata lembah kecubung, pemaksimalan sumber daya alam disekitar lokasi wisata seperti, bambu, batu bata, batu alam dll.
Proses yang dilakukan cukup Panjang, dari tahap survey mahasiswa diberikan tugas untuk menganalisa keadaan site existing dan lingkungan sekitar site, menganalisa kelebihan dan kekurangan dari lokasi existing. Lalu pada tahap perancangan mahasiswa mencari preseden dari wisata yang tidak jauh dari site, untuk memiliki gambaran bagaimana desain yang nantina akan di rancang sehingga tidak buta arah, setelah mengambil contoh dari wisata sekitar, mahasiswa mulai menggambar kasaran bentuk tiap objek yang akan di rancang, tentunya sesuai dengan permintaan pemerintah desa dengan membawa unsur budaya dan alam di dalamnya.
Proses perancangan lembah kecubung ini memakan waktu 1 bulan , mengusung konsep “The Green Valey ; bringing nature back to life” Natural tourism dalam mempertahankan kekayaan leluhur sebuah gagasan mempertahankan potensi alam untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Dengan memanfaattkan kekayaan alam dan budaya yang ada pada daerah trawas sehingga dapat menciptakan kawasan wisata yang edukatif.
Selama 120 hari mahasiswa tinggal di trawas, mengenali budaya dan kebiasaan masyarakat sekitar sehingga memjadikannya sebagai pengalaman tak terlupakan, salah satu budaya tahunan disana adalah sedekah bumi. Sedekah bumi merupakan sebuah wadah dimana masyarakat mensyukuri berkah hasil bumi yang mereka terima yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Acara ini merupakan acara 5 tahunan dengan pelaksanaanya selama 7 hari berurut urut, acara ini di meriahkan dengan arak hasil bumi lalu di bagikan kepada masyarakat, lalu ada pertunjukan wayang, bantengan hingga campur sari. Diikuti dengan total 4 dusun dengan menggunakan dana patungann dari 4 dusun.

Penulis sangat berterima kasih dengan kesempatan yang di berikan oleh prodi arsitektur upn veteran jatim, merupakan pengalaman yang sangat berkesan dapat belajar langsung di lapangan dengan di dampingi oleh dosen dan pembimbing lapangan yang ada di trawas, penulis sangat senang dapat mengikuti mbkm skema proyek di desa ini dan berharap kedepannya lebih banyak mahasiswa yang dapat berkontribusi terhadap wisata lokal lewat program mbkm proyek di desa ini.




