JurnalPost.com – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Agus Salim Alwi Hamu, memberikan peringatan keras terkait maraknya wartawan abal-abal yang meresahkan pemerintah dan masyarakat. Hal itu disampaikan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus PWI Kabupaten Pangkep periode 2025–2028 di Aula Rujab Bupati Pangkep, Rabu (3/12/2025).
Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa tantangan terbesar dunia jurnalistik saat ini bukan hanya arus digitalisasi, tetapi juga keberadaan oknum yang mengaku wartawan namun tidak memiliki kompetensi, legalitas, maupun sertifikasi resmi.
“Sekarang ini banyak sekali wartawan abal-abal. Pemerintah dan masyarakat harus hati-hati. Lihat dulu medianya berbadan hukum atau tidak, organisasinya jelas atau tidak, dan apakah memiliki sertifikat UKW,” tegasnya.
Agus mengungkapkan data terbaru bahwa dari 47.000 media yang ada di Indonesia, hanya sekitar 2.000 yang telah tersertifikasi oleh Dewan Pers, dan itulah yang masuk klasifikasi profesional.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat peningkatan kompetensi menjadi hal yang sangat penting bagi seluruh wartawan, khususnya pengurus PWI Pangkep yang baru dilantik.
“Profesionalisme wartawan itu terletak pada kompetensinya. Kalau tidak dibekali UKW, sama saja seperti teh tanpa gula. Manisnya tidak terasa,” ujarnya.
Agus juga menjelaskan bahwa PWI kini memperketat aturan keanggotaan untuk mencegah masuknya wartawan tidak kompeten. Ke depan, anggota PWI diwajibkan memiliki ijazah minimal SMA dan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Sekarang tidak bisa lagi jadi wartawan tanpa dibekali pendidikan dan kompetensi yang jelas. Ini yang harus dijaga di daerah, termasuk di Pangkep,” tambahnya.
Karena itu, Agus meminta pengurus PWI Pangkep menjadikan program pendidikan dan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas utama. Ia menilai dinamika transformasi digital sangat membutuhkan wartawan yang tidak hanya paham teknologi, tetapi juga memegang teguh kode etik jurnalistik.
“Ini tugas berat pengurus PWI Pangkep. Tingkatkan kompetensi, adakan pelatihan, dan perbanyak UKW. Itu yang membedakan wartawan profesional dan abal-abal,” katanya.
Di akhir sambutannya, Agus menekankan pentingnya kemitraan antara PWI dan pemerintah daerah untuk membangun Pangkep yang aman, kondusif, dan informatif.
“Wartawan itu pelayan masyarakat. Karena itu harus dekat dengan masyarakat dan pemerintah. Gunanya untuk membangun daerah, bukan memperkeruh suasana,” tutupnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda