Jakarta, JurnalPost.com — PT Pakar Inspeksi Indonesia terus memperluas pengembangan bisnis pada bidang Closed-Circuit Television (CCTV) dan sistem pengawasan keamanan untuk menjawab kebutuhan perusahaan terhadap pemantauan area operasional yang semakin terintegrasi.
Pengembangan tersebut mencakup penyediaan, instalasi, pengembangan jaringan, konfigurasi, pemeliharaan, hingga optimalisasi sistem CCTV yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lokasi dan karakteristik operasional perusahaan.
Direktur Utama PT Pakar Inspeksi Indonesia, Gustian Adie Irawan, mengatakan sistem CCTV saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai perangkat perekam, tetapi telah menjadi bagian penting dalam mendukung keamanan, pengawasan aktivitas, perlindungan aset, serta efektivitas operasional perusahaan.
“Kami melihat kebutuhan sistem CCTV terus berkembang. Perusahaan tidak hanya membutuhkan kamera, tetapi juga sistem pengawasan yang stabil, terintegrasi, mudah dipantau, dan sesuai dengan kondisi operasional di lapangan,” kata Gustian Adie Irawan, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, kebutuhan CCTV berbeda pada setiap sektor. Area pertambangan dan energi, misalnya, memiliki karakteristik pengawasan yang berbeda dengan perbankan, rumah sakit, kawasan industri, transportasi, pelabuhan, pergudangan, hingga sektor ritel.
Karena itu, PT Pakar Inspeksi Indonesia mengembangkan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan pengawasan berdasarkan titik kritis, luas area, kondisi lingkungan, kebutuhan penyimpanan rekaman, akses monitoring, serta integrasi dengan infrastruktur keamanan yang telah dimiliki klien.
“Setiap lokasi memiliki tantangan yang berbeda. Ada area yang membutuhkan pemantauan selama 24 jam, ada yang membutuhkan cakupan area luas, dan ada pula yang memerlukan integrasi dengan pusat monitoring. Sistem yang kami kembangkan harus mengikuti kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Dalam pengembangan bisnisnya, PT Pakar Inspeksi Indonesia menyebut telah mendapatkan kepercayaan dan menangani kebutuhan dari berbagai perusahaan dan instansi nasional maupun multinasional.
Portofolio tersebut mencakup perusahaan dari sektor energi dan migas seperti Pertamina, Petrobras, Halliburton, Chevron, Saudi Aramco, Shell, ExxonMobil, ConocoPhillips, Equinor, TotalEnergies, BP, Eni, Elnusa, Badak LNG, serta Pertamina Training & Consulting.
Pada sektor pertambangan dan industri, perusahaan menyebut sejumlah nama seperti MIND ID, Antam, Bukit Asam, Vale, PT Freeport Indonesia, AMMAN, Adaro Energy, Petrosea, PAMA, BUMA, KPP Mining, United Tractors, Krakatau Steel, PT Bayan Resources Tbk, ITM, Chandra Asri, Barito Pacific, dan Barito Renewables.
Jangkauan layanan juga mencakup sektor infrastruktur, konstruksi, transportasi, dan logistik seperti PLN, Pelindo, KAI, Jasa Marga, Hutama Karya, WIKA, PT PP, Adhi Karya, COSCO Shipping, Maersk Line, Garuda Indonesia, Pelita Air, Lion Air Group, PT TEMAS Tbk, JNE Express, INKA, hingga InJourney Tourism Development Corporation.
Selain itu, perusahaan menyebut telah menjangkau kebutuhan dari sektor perbankan dan keuangan seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BCA, Bank Sinarmas, Pegadaian, IFG, serta Tugu Insurance.

Sektor lainnya meliputi telekomunikasi, kesehatan, manufaktur, FMCG, ritel, makanan, hingga korporasi besar seperti Telkom Indonesia, Bio Farma, Pertamedika IHC, Siloam Hospitals, Mitra Keluarga, RSCM, Mayapada Hospital, Astra, Indofood, Indofood CBP, Mayora, Unilever, Nestlé, Danone, Alfamart, Indomaret, Djarum, Gudang Garam, Sampoerna, Salim Group, Sinarmas, Lippo Group, CT Corp, dan DCI Indonesia.
Gustian menilai meningkatnya kebutuhan keamanan fisik dan monitoring operasional membuka peluang besar bagi pengembangan layanan CCTV yang lebih modern.
“Arah pengembangan kami bukan sekadar pemasangan perangkat. Kami ingin membangun sistem pengawasan yang benar-benar dapat digunakan sebagai bagian dari kontrol operasional, keamanan aset, dan monitoring aktivitas perusahaan secara berkelanjutan,” kata Gustian.
Menurutnya, PT Pakar Inspeksi Indonesia juga terus memperkuat kompetensi teknis tim agar mampu menangani kebutuhan CCTV pada berbagai skala, mulai dari gedung perkantoran, fasilitas industri, kawasan operasional, proyek konstruksi, area produksi, pergudangan, hingga lokasi dengan tingkat pengawasan tinggi.
Pengembangan layanan tersebut juga diarahkan pada sistem CCTV berbasis jaringan atau IP Camera, perekaman terpusat, remote monitoring, manajemen penyimpanan rekaman, hingga integrasi dengan perangkat pendukung keamanan lainnya sesuai kebutuhan.
“Ke depan kami ingin memperluas jangkauan layanan CCTV dengan tetap menjaga kualitas instalasi, keandalan sistem, layanan pemeliharaan, dan respons teknis. Kepercayaan klien harus dijaga melalui sistem yang benar-benar bekerja dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Dengan perluasan tersebut, PT Pakar Inspeksi Indonesia menargetkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia solusi CCTV dan sistem pengawasan untuk kebutuhan korporasi, industri, infrastruktur, maupun fasilitas strategis di Indonesia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda