Purwokerto, Jurnalpost.com - Muslim Syaebani menjadi salah satu sosok di balik layar industri tata rambut profesional Indonesia yang memiliki perjalanan panjang di dunia hiburan Tanah Air. Pria kelahiran Kebumen, 28 April 1979 itu dikenal sebagai hair stylist yang pernah menangani berbagai ajang hiburan nasional hingga produksi film layar lebar.
Muslim merupakan lulusan SMK Ma’arif 3 Kebumen. Kariernya di dunia tata rambut dimulai pada 2002 di kawasan Buah Batu, Bandung. Dari sana, kariernya berkembang pesat hingga membawanya hijrah ke Jakarta setelah mendapat rekomendasi dari sahabatnya, Bardan Safidi.
Di ibu kota, Muslim dipercaya bergabung sebagai Hair Stylist di Peter Saerang Salon, yang saat itu dikenal sebagai salah satu salon ternama di Indonesia. Kesempatan tersebut menjadi titik awal perjalanan profesionalnya di industri hiburan nasional.
Dalam perjalanannya, Muslim yang juga dikenal dengan nama panggung Gatra Go kerap dipercaya menangani penampilan para publik figur di berbagai ajang besar. Pada 2004, ia terlibat sebagai tim penata rambut dalam ajang Indonesian Idol musim pertama.
Masih di tahun yang sama, Muslim juga menjadi bagian dari tim penata rambut pada ajang Pemilihan Bintang L-Men. Dari ajang itu, nama panggung Gatra Go mulai dikenal di kalangan industri hiburan.

Kariernya terus berkembang hingga merambah industri perfilman. Pada 2006, ia dipercaya menjadi bagian dari tim penata rambut film “Dunia Mereka” dan “Mamiku Lebih Laku dari Aku” produksi Diwangkara Film.
Tak hanya film layar lebar, Muslim juga terlibat dalam berbagai produksi FTV populer yang tayang di SCTV pada 2007, salah satunya FTV “Cinta itu Nggak Buta”.
Setelah lama berkarier di Jakarta, Muslim mengambil keputusan untuk menetap di Purwokerto sejak 18 November 2024. Di kota tersebut, ia bersama rekan bisnisnya, Christian Evanto Wijaya mengembangkan usaha salon modern bernama LOWSPACE Hair Studio.
LOWSPACE sendiri mulai diresmikan pada 1 September 2023 dan berkembang cukup pesat. Hingga 2026, usaha tersebut telah memiliki tiga gerai di Purwokerto.

Meski kini tidak lagi tinggal di Jakarta, kualitas karya Muslim disebut masih diminati kalangan artis dan model ibu kota. Salah satu figur publik yang diketahui masih menjadi pelanggan setianya yakni Antonius Artha.
Perjalanan Muslim Syaebani menjadi gambaran bahwa konsistensi dan keahlian dapat membawa seseorang tetap bertahan di industri kreatif, meski memilih membangun usaha di daerah. Dari Kebumen, Bandung, Jakarta hingga Purwokerto, ia terus menapaki karier sebagai hair stylist profesional sekaligus pengusaha di bidang kecantikan.
Penulis: Ali Mahfudh
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda