JAKARTA, JurnalPost.com – Industri musik anak Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran talenta muda berbakat. Amira Kim, penyanyi cilik asal Bekasi, menunjukkan perkembangan artistiknya melalui karya-karya bertema kebangsaan yang diproduksi bersama Senada Digital Records.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (15/7/2026), Amira tampil percaya diri saat menceritakan perjalanan bermusik dan kecintaannya terhadap Indonesia. Siswi kelas 3 Akhyar International Islamic School (AIIS) itu memperlihatkan cara berpikir yang matang ketika berbicara mengenai budaya dan kekayaan Nusantara.
Amira Kim memiliki nama lengkap Amira Azzahra Kimberlite. Penyanyi kelahiran Bekasi, 7 November 2017 tersebut telah mengenal dunia musik sejak usia dini. Keseriusannya dalam berkarya ditunjukkan melalui dua lagu berjudul “Makanan Nusantara Juaranya” dan “Nusantara Indah”.
Kedua lagu tersebut mengangkat keberagaman budaya, makanan, bahasa, dan keindahan alam Indonesia.
“Bagi saya, Indonesia adalah rumah yang sangat indah dan istimewa. Indonesia memiliki banyak budaya, makanan, bahasa, dan tempat yang luar biasa,” ujar Amira.
Melalui lagu-lagunya, Amira ingin mengajak anak-anak seusianya untuk semakin mengenal dan mencintai kekayaan bangsa.
“Saya ingin mengajak teman-teman seusia saya untuk bangga menjadi anak Indonesia dan lebih mencintai budaya serta kekayaan negeri kita,” lanjutnya.
Tema Nusantara yang dipilih dalam kedua singelnya bukan hanya menjadi konsep musikal. Tema tersebut juga menjadi bagian dari pesan edukatif yang ingin disampaikan Amira kepada generasi muda.
Ia berharap lagu-lagunya dapat membantu anak-anak Indonesia mengenal budaya bangsa sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas nasional.
Di balik penampilannya yang terlihat santai dan alami, Amira harus menjalani proses latihan yang panjang. Ia rutin mengikuti latihan vokal, menghafal lirik, mengatur pernapasan, hingga mengulang proses rekaman apabila hasilnya dinilai belum maksimal.
“Banyak orang melihat hasilnya saja, padahal di balik itu ada proses yang cukup panjang. Saya sering berlatih vokal, menghafal lirik, belajar mengatur pernapasan, dan mengulang rekaman jika hasilnya belum maksimal,” tuturnya.
Amira mengakui terkadang merasa lelah selama menjalani proses tersebut. Namun, kecintaannya terhadap musik membuat setiap latihan terasa menyenangkan dan membantu meningkatkan kepercayaan dirinya.
Selain menjalani pendidikan formal, Amira mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri. Ia mengikuti les mengaji, vokal, piano, drum, matematika, menggambar, gimnastik, seluncur es, pottery, hingga bahasa Inggris.
Padatnya kegiatan tersebut dijalani dengan dukungan keluarga yang membantu mengatur waktu belajar, berlatih, bermain, dan beristirahat.
“Saya selalu mencoba menikmati setiap kegiatan yang saya lakukan. Orang tua juga membantu mengatur jadwal agar saya tetap punya waktu bermain dan beristirahat,” kata Amira.
Menurutnya, aktivitas yang dilakukan dengan perasaan senang akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Amira juga memiliki impian untuk terus mengembangkan kemampuan bermusiknya. Ia ingin menyanyikan lagu dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, serta memperkenalkan Indonesia melalui panggung musik internasional.
“Saya ingin terus belajar dan mencoba hal-hal baru dalam musik. Saya juga bermimpi suatu hari nanti bisa tampil di panggung internasional dan memperkenalkan Indonesia melalui lagu-lagu yang saya nyanyikan,” ujarnya.
Melalui perjalanan bermusiknya, Amira ingin menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia agar tidak takut memiliki cita-cita besar.
“Jangan takut bermimpi dan jangan mudah menyerah. Kalau kita punya cita-cita, kita harus rajin belajar, terus berlatih, dan berani mencoba,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk mulai mengejar mimpi.
“Tidak apa-apa jika kita masih kecil, karena setiap mimpi besar selalu dimulai dari langkah kecil,” tambahnya.
Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Amira. Sang ibu, Vera, mengatakan ketertarikan putrinya terhadap musik mulai terlihat sejak berusia dua setengah tahun.
Saat itu, Amira mengikuti kelas vokal di Purwacaraka sebagai salah satu kegiatan pengembangan diri.
“Awalnya hanya untuk mengisi kegiatan. Setelah rajin berlatih setiap pekan dan mulai sering tampil di berbagai acara Purwacaraka saat berusia lima tahun, saya melihat keberanian Amira di atas panggung serta bakatnya berkembang dengan sangat baik,” tutur Vera.
Perkembangan tersebut membuat keluarga semakin yakin untuk mendukung potensi Amira secara serius.
Menurut Vera, tantangan terbesar dalam mendampingi Amira bukan sekadar mengatur jadwal kegiatan. Keluarga juga harus menjaga keseimbangan antara pendidikan, pengembangan bakat, waktu bermain, kesehatan fisik, dan kondisi mentalnya.
“Kami ingin Amira berkembang, tetapi juga tetap menikmati masa kecilnya. Karena itu, kami selalu mendengarkan keinginannya dan memastikan semua kegiatan dijalani dengan rasa senang, bukan karena tekanan,” jelasnya.
Vera menegaskan bahwa keluarga tidak pernah menjadikan popularitas sebagai tujuan utama. Pembentukan karakter tetap menjadi prioritas dalam mendampingi perjalanan Amira di industri musik.
“Prestasi dan popularitas bukan tujuan utama. Kami berharap Amira tumbuh menjadi pribadi yang baik, rendah hati, disiplin, serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain melalui karya-karyanya,” ungkap Vera.
Keluarga berharap musik dapat menjadi jalan bagi Amira untuk menyebarkan semangat positif sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia.
Sementara itu, produser Senada Digital Records, Tety Widiastuti, menilai Amira memiliki kualitas yang jarang ditemukan pada penyanyi seusianya. Kemauan belajar, kemampuan menerima arahan, dan perkembangan vokal yang konsisten menjadi modal penting bagi Amira.
“Saya melihat kualitas paling menonjol dari Amira adalah kemauan belajarnya yang luar biasa. Amira cepat menerima arahan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap proses rekaman,” ujar Tety.
Dengan pendampingan yang tepat dan karya yang berkualitas, Tety optimistis Amira memiliki peluang untuk membawa nama Indonesia ke tingkat internasional.
Sebagai produser, Tety sengaja membangun identitas artistik Amira melalui tema-tema Nusantara. Pendekatan tersebut dipilih agar karya Amira memiliki karakter kuat sekaligus menjadi media edukasi budaya bagi anak-anak.
“Identitas yang kuat membuat seorang penyanyi memiliki ciri khas. Kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini,” jelasnya.
Nilai-nilai kebangsaan akan tetap menjadi fondasi dalam perjalanan karier Amira. Sementara itu, konsep musik, visual, dan tema lagu akan terus dikembangkan sesuai pertumbuhan dan kemampuan sang penyanyi.
Senada Digital Records juga telah menyiapkan sejumlah rencana kreatif untuk proyek Amira berikutnya. Rencana tersebut meliputi lagu berbahasa Inggris, eksplorasi musik etnik Indonesia, kolaborasi lintas genre, hingga persiapan memasuki pasar internasional.
“Kami ingin Amira mengeksplorasi berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, sekaligus memperkenalkan kekayaan musik daerah seperti Minang, Jawa, Sunda, dan daerah lainnya dengan aransemen modern,” kata Tety.
Meski memiliki target untuk menjangkau pendengar global, pihaknya akan tetap membangun perjalanan karier Amira secara bertahap.
“Fokus utama kami adalah membangun fondasi yang kuat terlebih dahulu sebelum melangkah ke pasar global,” pungkas Tety.
Dengan dukungan keluarga, pendampingan produser, dan semangat belajar yang terus tumbuh, Amira Kim memberikan harapan baru bagi perkembangan musik anak Indonesia.
Melalui setiap lagu yang dibawakan, Amira tidak hanya berupaya meraih prestasi, tetapi juga membawa pesan tentang kecintaan terhadap budaya dan kekayaan Nusantara kepada generasi muda.
Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda