CEPU, JurnalPost.com – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor energi lepas pantai atau offshore menjadi salah satu fokus kerja sama yang tengah dijajaki Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) bersama Korea-Indonesia Offshore Research Corporation Center (KIORCC).
Kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan ini diarahkan untuk mendukung riset dan pengembangan industri offshore, energi terbarukan, gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), serta layanan maritim.
Dalam rencana kerja sama tersebut, PPSDM Migas dilibatkan sebagai salah satu Indonesian Advisor dan Co-author dalam penyusunan peta jalan atau roadmap pengembangan SDM industri fasilitas lepas pantai (offshore plant industry) untuk periode 2026–2027.
Penyusunan roadmap tersebut dipimpin oleh Prof. Cheong dari Korea Maritime and Ocean University (KMOU), dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang energi dan kemaritiman.
Pembahasan mengenai rencana kolaborasi ini berlanjut melalui pertemuan antara delegasi KIORCC dan jajaran PPSDM Migas di Ruang Pertemuan Patra 1, Cepu, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2026).
Delegasi KMOU dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Co-Director KIORCC, Cho Hyun-chol. Kedua pihak membahas peluang kerja sama jangka panjang dengan mempertimbangkan kemampuan akademis dan riset KMOU serta fasilitas pelatihan yang dimiliki PPSDM Migas.
PPSDM Migas Siapkan Penguatan Kompetensi SDM Offshore
Keterlibatan PPSDM Migas dalam penyusunan roadmap dinilai menjadi peluang untuk memperluas peran lembaga tersebut dalam pengembangan tenaga kerja sektor energi, khususnya pada industri yang beroperasi di wilayah lepas pantai.
Kepala PPSDM Migas, Waskito Tunggul Nusanto, menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, kompetensi dan fasilitas pelatihan yang dimiliki PPSDM Migas dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset internasional.
"Terima kasih sudah berkunjung ke PPSDM Migas. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa PPSDM Migas merupakan satu-satunya tempat pelatihan subsektor migas di bawah Kementerian ESDM. Sehingga kami yakin ada potensi kerja sama yang kuat antara PPSDM Migas dan KMOU," ungkap Waskito.
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka kesempatan pertukaran pengetahuan, pengembangan kurikulum pelatihan, serta peningkatan kemampuan teknis tenaga kerja yang dibutuhkan industri energi dan maritim.
Pengembangan SDM menjadi salah satu aspek penting dalam industri offshore mengingat kegiatan operasional di laut membutuhkan keterampilan khusus, mulai dari pengoperasian fasilitas produksi, pemeliharaan peralatan, hingga penerapan prosedur keselamatan kerja.
Selain itu, perkembangan teknologi energi juga mendorong kebutuhan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan sistem produksi dan infrastruktur energi yang semakin kompleks.
Delegasi Korea Selatan Tinjau Fasilitas Pelatihan
Tidak hanya membahas peluang kerja sama, delegasi KIORCC juga melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung fasilitas pendidikan dan pelatihan yang tersedia di PPSDM Migas.
Sejumlah fasilitas yang dikunjungi meliputi Laboratorium Pemboran, Laboratorium Simulasi Produksi, Welding Workshop, area pelatihan keselamatan Basic Sea Survival (BSS), serta Kilang Minyak PPSDM Migas.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai sarana praktik yang dapat mendukung pelatihan tenaga kerja untuk kebutuhan industri minyak dan gas bumi, termasuk sektor lepas pantai.
Laboratorium Pemboran dan Laboratorium Simulasi Produksi, misalnya, menjadi sarana pembelajaran untuk memahami aspek teknis kegiatan hulu migas.
Sementara itu, Welding Workshop berkaitan dengan pengembangan keterampilan pengelasan yang dibutuhkan dalam pekerjaan konstruksi maupun pemeliharaan fasilitas industri.
Adapun pelatihan Basic Sea Survival memiliki relevansi dengan kebutuhan keselamatan pekerja yang menjalankan aktivitas di lingkungan laut.
Peninjauan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya kedua pihak untuk mengidentifikasi bidang kerja sama yang dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan industri dan kemampuan masing-masing lembaga.
Peluang Kolaborasi Energi dan Maritim Indonesia–Korea Selatan
Keterlibatan KMOU melalui KIORCC membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, terutama dalam menghubungkan kegiatan riset dengan kebutuhan pelatihan tenaga kerja industri.
KMOU merupakan perguruan tinggi di Korea Selatan yang memiliki fokus pendidikan dan penelitian di bidang maritim. Kompetensi akademis tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penjajakan kolaborasi dengan PPSDM Migas.
Di sisi lain, PPSDM Migas memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan teknis subsektor minyak dan gas bumi.
Perpaduan kemampuan akademis, penelitian, dan pelatihan praktis diharapkan dapat mendukung penyusunan program pengembangan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri offshore.
Cakupan kerja sama yang tengah dibahas juga tidak terbatas pada sektor minyak dan gas konvensional, tetapi mencakup energi terbarukan, LNG, dan jasa maritim.
Meski demikian, bentuk kegiatan, tahapan pelaksanaan, dan program bersama yang akan dijalankan masih perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan kedua pihak.
Penyusunan roadmap 2026–2027 diharapkan menjadi landasan untuk menentukan arah pengembangan kompetensi tenaga kerja sekaligus mengidentifikasi kebutuhan industri dalam beberapa tahun mendatang.
Bagi PPSDM Migas, penjajakan kerja sama internasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring kelembagaan dan meningkatkan kontribusinya dalam menyiapkan tenaga kerja sektor energi yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.
Meta Deskripsi SEO: PPSDM Migas dan KIORCC menjajaki kerja sama riset offshore, LNG, energi terbarukan, dan penyusunan roadmap pengembangan SDM 2026–2027.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda