Sidoarjo, JurnalPost.com – Limbah sisik ikan yang selama ini sering dianggap sebagai sisa buangan mulai dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Upaya tersebut dilakukan oleh tim PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA UMSIDA melalui dua kegiatan pelatihan bersama Nasyiatul Aisyiyah dan pemuda Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026, di Balai Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan limbah sisik ikan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dan generasi muda diajak melihat bahwa sisik ikan yang selama ini dibuang masih dapat diolah menjadi berbagai produk bermanfaat serta berpotensi dikembangkan secara ekonomi.

Kegiatan dipimpin oleh Abdi selaku ketua sekaligus koordinator tim PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA UMSIDA. Seluruh anggota tim turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari menyiapkan bahan dan peralatan, mendampingi peserta, hingga membantu proses praktik.
Keterlibatan seluruh anggota tim menjadi bagian dari semangat kolaborasi dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan limbah sisik ikan.
Nasyiatul Aisyiyah Dilatih Membuat Tepung Sisik Ikan
Pelatihan pertama dilaksanakan bersama Nasyiatul Aisyiyah dengan fokus pada pengolahan sisik ikan menjadi tepung. Sekitar 15 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi Anggita sebagai pelatih.
Dalam pelatihan, Anggita memberikan penjelasan sekaligus mempraktikkan secara langsung tahapan pengolahan sisik ikan agar peserta dapat memahami setiap proses dengan lebih mudah.
Pembuatan tepung diawali dengan membersihkan sisik ikan untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel. Sisik yang telah dibersihkan kemudian dikeringkan hingga benar-benar siap memasuki proses berikutnya.
Setelah kering, sisik ikan digiling menggunakan mesin hingga menjadi bagian yang lebih halus. Hasil penggilingan selanjutnya disaring untuk memisahkan bagian yang telah halus dengan bagian yang masih memiliki tekstur kasar.
Proses penyaringan dilakukan agar tepung yang dihasilkan memiliki tekstur yang lebih sesuai. Tepung sisik ikan yang telah selesai diproses kemudian dikemas menggunakan pouch sehingga lebih praktis disimpan dan memiliki tampilan yang lebih rapi.

Peserta Nasyiatul Aisyiyah juga dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan praktik. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengolah sisik ikan menjadi produk baru.
Praktik secara langsung diharapkan memudahkan peserta untuk mengulangi proses tersebut secara mandiri setelah kegiatan pelatihan selesai.
Pemuda IPM Belajar Membuat Gantungan Kunci
Selain pelatihan pengolahan tepung, tim PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA UMSIDA juga mengadakan pelatihan pembuatan gantungan kunci bersama pemuda IPM.
Sekitar 10 pemuda IPM mengikuti kegiatan tersebut dengan Alfina sebagai pelatih. Dalam kegiatan ini, para peserta diperkenalkan pada pemanfaatan sisik ikan sebagai bahan dasar kerajinan.
Alfina memberikan arahan mengenai proses pembuatan gantungan kunci sekaligus mendampingi peserta selama praktik berlangsung. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mencoba secara langsung bagaimana sisik ikan dapat diolah menjadi produk kerajinan yang menarik dan memiliki nilai guna.
Pemanfaatan sisik ikan sebagai bahan gantungan kunci menjadi salah satu contoh pengolahan limbah yang mengedepankan unsur kreativitas. Bahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai kerajinan.
Kegiatan bersama pemuda IPM juga menjadi salah satu upaya untuk melibatkan generasi muda dalam mengembangkan potensi yang tersedia di Desa Penatarsewu.
Melalui keterampilan tersebut, para pemuda diharapkan mampu melihat peluang usaha dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dorong Ekonomi Sirkular di Desa Penatarsewu
Dua pelatihan yang dilaksanakan pada hari yang sama tersebut memiliki tujuan yang saling berkaitan, yakni meningkatkan keterampilan peserta sekaligus mendorong pemanfaatan limbah sisik ikan menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi.
Pengolahan sisik ikan menjadi tepung maupun kerajinan gantungan kunci menunjukkan bahwa limbah tersebut dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara sesuai kreativitas dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular dalam program PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA UMSIDA. Limbah yang sebelumnya hanya dibuang dapat digunakan kembali dan diolah menjadi produk dengan fungsi serta nilai tambah.
Dengan demikian, pengolahan limbah tidak hanya membantu mengurangi sisa buangan, tetapi juga berpotensi membuka peluang munculnya produk yang dapat dikembangkan menjadi usaha masyarakat.
Keterlibatan ketua, pelatih, peserta, serta seluruh tim pelaksana turut memperkuat semangat kolaborasi dalam menjalankan kegiatan. Setiap anggota memiliki peran masing-masing dalam mendukung jalannya pelatihan sehingga kegiatan dapat terlaksana secara bersama-sama.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari peningkatan kapasitas organisasi mahasiswa dalam menjalankan program pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Melalui pelatihan bersama Nasyiatul Aisyiyah dan pemuda IPM, tim PPK Ormawa HIMA Pendidikan IPA UMSIDA berharap keterampilan yang telah diberikan dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan.
Produk tepung sisik ikan maupun gantungan kunci diharapkan tidak hanya menjadi hasil dari kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk berbasis potensi lokal Desa Penatarsewu.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong masyarakat dan generasi muda agar semakin kreatif dalam melihat potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui pendampingan dan keterampilan yang diberikan, limbah sisik ikan diharapkan dapat terus dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai sekaligus mendukung pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat Desa Penatarsewu.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda