MALANG, JurnalPost.com – Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memahami administrasi perpajakan berbasis digital.
Kegiatan bertajuk “Implementasi Coretax System: Pelatihan Pembuatan NPWP dan Lapor Pajak Mandiri bagi UMKM di Kampung Wisata Tempe Sanan Kota Malang” ini berfokus pada pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), aktivasi akun Coretax, serta pelaporan pajak secara mandiri.
Program PPM tersebut diketuai Putri Ayu Berlianingtyas dengan anggota Dyah Metha Nurfitriasih, Widi Dwi Ernawati, Novi Nugrahani, Nur Indah Riwajanti, Yunia Alfiatin, serta melibatkan sejumlah mahasiswa Jurusan Akuntansi Polinema.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Vanessa Magentha Untari, Nur Intan Ramadhani, Althea Kirana Salsabila, Ilham Dwi Novriansyah, dan Chelsea Frecielo Hermawan.
Mitra dalam kegiatan tersebut ialah Paguyuban Industri Tempe dan Keripik Tempe Sanan yang berada di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra industri tempe terbesar di Kota Malang sekaligus destinasi wisata edukasi yang kerap dikunjungi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa.
Kampung Wisata Tempe Sanan dihuni sekitar 2.000 kepala keluarga. Sekitar 95 persen penduduknya bekerja sebagai pengrajin tempe. Selain memproduksi tempe, warga juga mengembangkan berbagai makanan olahan berbahan dasar kedelai, terutama keripik tempe yang dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Kota Malang.
Lebih dari 300 pelaku UMKM di kawasan tersebut tergabung dalam paguyuban. Keberadaan mereka memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat citra Kota Malang sebagai salah satu daerah penghasil olahan tempe.
Sebelum pelatihan dilaksanakan, tim PPM berdiskusi dengan Ketua Paguyuban Kampung Sanan, Trinil. Pertemuan dilakukan sebanyak dua kali untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM serta merumuskan solusi yang dapat diberikan melalui program pengabdian.
Pertemuan berikutnya membahas surat pengantar dan dokumen kemitraan yang memuat kesediaan Kampung Sanan menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan.
Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi bersama pengurus serta anggota paguyuban, tim menemukan sejumlah kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Permasalahan tersebut antara lain berkaitan dengan pendaftaran NPWP melalui Coretax, aktivasi akun, serta pelaporan pajak UMKM menggunakan sistem tersebut.
Menanggapi persoalan itu, tim PPM Polinema menyelenggarakan pelatihan di Politeknik Negeri Malang pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti para pelaku UMKM yang tergabung dalam sentra industri tempe dan keripik tempe Sanan
.
Pelatihan diawali dengan sambutan dari ketua tim PPM dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Para peserta kemudian mendapatkan buku materi dan alat tulis untuk membantu mereka mencatat informasi penting selama kegiatan berlangsung.
Tim PPM juga menyediakan konsumsi sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan.
Sebelum memasuki sesi penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test. Tahapan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai administrasi perpajakan, pembuatan NPWP, dan penggunaan Coretax.
Materi pelatihan disampaikan oleh mahasiswa Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) 2026 bersama ketua tim pengabdian. Penyampaian materi dilakukan secara bertahap agar peserta lebih mudah memahami setiap proses dalam administrasi perpajakan digital.
Materi dimulai dari pengenalan konsep dasar perpajakan, pentingnya kepatuhan pajak bagi pelaku UMKM, manfaat memiliki NPWP, hingga penjelasan mengenai Coretax sebagai sistem administrasi perpajakan terpadu yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai jenis-jenis wajib pajak UMKM, kewajiban pelaporan pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan berbentuk CV, serta tahapan registrasi dan aktivasi akun Coretax.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari mekanisme registrasi akun, tata cara pelaporan pajak tahunan, hingga kendala teknis yang kerap muncul ketika menggunakan layanan perpajakan digital.
Diskusi interaktif menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan. Melalui sesi tersebut, peserta dapat menyampaikan permasalahan yang mereka alami dan memperoleh penjelasan langsung dari narasumber.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti post-test dan mengisi kuesioner kepuasan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta sekaligus menilai efektivitas pelaksanaan pelatihan.
Hasil evaluasi akan digunakan sebagai dasar bagi tim PPM dalam menyusun program pendampingan lanjutan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM Kampung Sanan semakin siap menghadapi transformasi digital dalam administrasi perpajakan.
Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, peserta mengikuti campus tour untuk mengenal lingkungan Politeknik Negeri Malang. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, Polinema berupaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi perubahan sistem administrasi perpajakan.

Dengan bertambahnya pemahaman mengenai pembuatan NPWP, aktivasi akun Coretax, dan pelaporan pajak secara mandiri, pelaku usaha diharapkan mampu memenuhi kewajiban perpajakan secara tertib, meningkatkan kepatuhan administrasi, serta memperkuat keberlanjutan usaha.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi Polinema dalam meningkatkan literasi perpajakan masyarakat dan mempererat kerja sama antara perguruan tinggi dengan pelaku UMKM melalui kegiatan pengabdian yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di lapangan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda