Malang, JurnalPost.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Pelatihan Keterampilan Merajut di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan membekali anak asuh panti keterampilan ekonomi kreatif sebagai bekal kemandirian di masa depan.
Pelatihan berlangsung pada 23 Agustus 2025 diikuti oleh anak asuh panti asuhan Aisyiyah Malang jenjang usia SMP dan SMA. Mereka mendapat materi dasar mengenai teknik merajut serta praktik membuat produk sederhana berupa bros bunga. Selain keterampilan teknis, peserta juga dikenalkan pada wawasan kewirausahaan meliputi cara menghitung harga pokok produksi, strategi penentuan harga, dan peluang pemasaran produk rajut.
Mengapa Merajut? Tim pengabdian menilai keterampilan merajut memiliki sejumlah keunggulan. Kegiatan ini relatif mudah dipelajari oleh pemula, membutuhkan modal kecil, bahan bakunya mudah diperoleh, serta memiliki pasar yang cukup luas. Produk rajutan juga memiliki daya tarik tersendiri, baik di tingkat lokal maupun global, terutama jika dikembangkan dengan desain kreatif dan mengikuti tren. Dengan bekal tersebut, keterampilan merajut dapat menjadi alternatif usaha yang menjanjikan.
Selama pelatihan, anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi. Meskipun sebagian peserta mengalami kesulitan di awal, mereka berhasil menyelesaikan pola sederhana dengan hasil yang cukup rapi. Bros bunga hasil karya peserta menjadi luaran pertama yang menunjukkan keberhasilan mereka menguasai teknik dasar merajut.
Proses pendampingan yang dilakukan secara intensif membantu peserta memahami langkah-langkah merajut dengan lebih cepat. Selain menghasilkan keterampilan baru, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak untuk mencoba hal baru dan bekerja sama satu sama lain.
Wawasan Kewirausahaan Pelatihan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi juga memberikan gambaran bagaimana keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Dengan pemahaman sederhana mengenai perhitungan harga pokok produksi dan strategi penentuan harga, peserta memperoleh pengetahuan dasar kewirausahaan. Hal ini penting agar keterampilan yang dipelajari tidak hanya menjadi hobi, melainkan juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi.
Kegiatan mendapat dukungan penuh dari pihak Panti Asuhan Putri Aisyiyah. Panti menyediakan tempat, mengoordinasi peserta, dan mendukung kelancaran seluruh rangkaian pelatihan. Keberhasilan pelaksanaan tidak lepas dari sinergi antara tim pengabdian dan pengurus panti.
Pelatihan merajut diharapkan menjadi awal bagi anak-anak panti untuk memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat. Keterampilan ini dapat membantu mereka lebih mandiri, membuka peluang usaha kecil, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri. Pihak panti menyambut baik kegiatan ini sebagai tambahan bekal bagi anak asuh dalam menyiapkan masa depan yang lebih sejahtera.
Dengan semangat yang telah ditunjukkan peserta, pelatihan ini tidak hanya menghasilkan karya berupa bros rajutan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru. Anak-anak belajar bahwa keterampilan sederhana sekalipun bisa menjadi pintu menuju kemandirian ekonomi, jika dikembangkan dengan tekun dan kreatif.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda