Oleh: Muchsin Zuhad Al’asqolaini Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi NU Trate Gresik
JurnalPost.com - Manajemen merupakan proses penting dalam setiap aktivitas organisasi, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi. Dosen sebagai tenaga pendidik profesional dituntut untuk tidak hanya menjalankan tugas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga perlu mengembangkan karir akademiknya secara terarah. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) merupakan pendekatan mendasar yang dapat digunakan sebagai kerangka kerja sistematis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi setiap tahapan kinerja dosen yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menata jenjang karir dosen.
Konsep POAC pertama kali diperkenalkan oleh George R. Terry (1977) sebagai fungsi dasar manajemen yang berlaku di berbagai konteks organisasi. Dalam konteks dosen, POAC dapat digunakan untuk merancang dan mengelola roadmap karir atau jenjang akademik mulai dari jenjang Asisten Ahli hingga Guru Besar. Pada kesempatan kali ini, melalui artikel ini, saya akan menguraikan bagaimana POAC diterapkan secara praktis dalam pengembangan karir dosen berdasarkan pedoman dan peraturan yang berlaku.
1. Perencanaan (Planning): Menyusun Roadmap Karir Akademik Perencanaan merupakan tahap awal dan paling krusial dalam ilmu manajemen. Dalam konteks pengembangan karir dosen, perencanaan mencakup penetapan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta strategi pencapaian jenjang jabatan fungsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perencanaan karir dosen idealnya dimulai sejak awal masa kerja dengan memperhatikan syarat dan ketentuan dalam Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit (PO PAK) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Seorang dosen pemula dapat menyusun rencana awal sejak ia memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) serta secara konsisten melaporkan kinerjanya pada setiap semester, menerbitkan artikel jurnal nasional terakreditasi untuk pengajuan Lektor, serta menargetkan jabatan Lektor Kepala dalam 8–10 tahun. Perencanaan yang dibuat haruslah spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART). Selain itu, penting untuk memahami kriteria angka kredit minimum yang dibutuhkan untuk setiap jenjang jabatan, yang diaatur dalam pedoman terbaru yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kepmendiktisaintek) No. 63/M/KEP/2025 sebagai petunjuk teknis layanan pembinaan dan pengembangan karier dosen pada 2025.
2. Pengorganisasian (Organizing): Mengelola Sumber Daya Diri Setelah tujuan dan langkah-langkah ditentukan, dosen perlu mengorganisasikan seluruh sumber daya yang dimilikinya, termasuk waktu, jaringan kolaborasi, akses jurnal, dukungan institusi, dan sumber daya manusia lain seperti tim penulis atau pembimbing. Pengorganisasian bertujuan agar seluruh aktivitas tridharma dapat dijalankan dengan efisien. Misalnya, seorang dosen perlu mengatur jadwal mengajar agar tidak mengganggu waktu menulis jurnal atau penelitian. Selain itu, dosen dapat membentuk kelompok riset internal dengan kolega atau sejawatnya untuk memproduksi karya ilmiah secara berkelanjutan.
Menurut Hasibuan (2016), organizing merupakan upaya menyusun struktur organisasi, menetapkan wewenang dan tanggung jawab, serta mengelola hubungan kerja antar individu untuk mencapai tujuan organisasi. Dosen juga perlu memanfaatkan fasilitas pelatihan dan program pengembangan profesi yang disediakan institusi atau Kemendiktisaintek agar dapat memenuhi kriteria pengembangan kompetensi sesuai PO PAK yang berlaku.
3. Pelaksanaan (Actuating): Menjalankan Agenda Akademik Actuating adalah tahap pergerakan, di mana seluruh rencana dan sumber daya yang telah diorganisir mulai dijalankan. Dalam konteks dosen, tahap ini meliputi pelaksanaan tugas pengajaran, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, serta aktivitas pendukung seperti seminar, workshop, dan keterlibatan dalam kepanitiaan suatu kegiatan.
Luthans (2011) menyebutkan bahwa actuating atau leading merupakan fungsi manajerial yang melibatkan motivasi, komunikasi, dan kepemimpinan untuk mendorong kinerja individu dan tim. Seorang dosen pemula yang telah menetapkan target menulis dua artikel jurnal dalam setahun harus membangun rutinitas menulis, menjalin kolaborasi, serta aktif mencari forum publikasi. Selain itu, dosen juga perlu memperkuat rekam jejak pengajaran melalui kreatifitas dalam pengajaran seperti memanfaatkan teknologi dengan melakukan pembelajaran daring, memiliki RPS, membuat Buku Ajar sebagai referensi utama untuk pelaksanaan pengajaran serta pembimbingan mahasiswa.
4. Pengawasan (Controlling): Evaluasi dan Penyesuaian Kontrol serta evaluasi merupakan proses untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana dan standar yang telah ditetapkan. Dalam konteks karir dosen, evaluasi dapat dilakukan melalui refleksi berkala terkait kinerjanya serta pencapaian angka kredit, jumlah publikasi, dan aktivitas tridharma lainnya. Controlling melibatkan tiga kegiatan utama: pengukuran kinerja aktual, perbandingan dengan target, dan tindakan korektif (Siagian, 2012). Misalnya, jika target menulis dua jurnal nasional dalam setahun tidak tercapai, dosen perlu menganalisis hambatan dan menyusun ulang strategi di tahun berikutnya. Dokumen PO BKD dan PO PAK yang didalamnya memuat indikator penilaian dapat dijadikan sebagai acuan pengawasan secara mandiri oleh dosen, seperti skor minimum dalam publikasi, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat serta kegiatan penunjang . Evaluasi ini penting dilakukan agar dosen tidak tertinggal baik secara administratif maupun secara substansi sebagaimana yang disyaratkan oleh Kemendiktisaintek.
Integrasi POAC dalam menapaki Jenjang Karir Dosen Keempat fungsi manajemen dalam POAC bersifat siklikal dan saling berkaitan. Perencanaan menentukan arah, pengorganisasian memastikan kesiapan sumber daya, pelaksanaan mengeksekusi kegiatan, dan pengawasan menjamin kualitas hasil. Siklus ini perlu diulang secara berkelanjutan dalam setiap tahapan karir dosen agar tercapai pengembangan profesi yang berkelanjutan, Integrasi ini tidak cukup jika hanya dilakukan oleh dosen secara personal karena integrasi ini juga membutuhkan dukungan dari program studi serta harus didukung oleh organisasi atau kampus sehingga integrasi yang dibangun dapat berjalan secara maksimal. Penguasaan prinsip manajerial sederhana ini akan membantu dosen tidak hanya mencapai target formal jabatan akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang produktif dan memberikan dampak bagi institusinya serta dunia pendidikan tinggi secara keseluruhan.
Kesimpulan POAC adalah pendekatan manajerial yang sederhana namun sangat relevan untuk diterapkan dalam pengembangan karir dosen. Tetapi POAC ini meskipun sederhana tetapi seringkali dilupakan baik oleh dosen maupun oleh pimpinan institusi. Dalam kerangka tridharma perguruan tinggi, peran dosen tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga perencana, pelaksana, dan evaluator. Dengan menyusun rencana karir berbasis POAC, dosen dapat lebih sistematis dalam meniti jenjang akademik dari Asisten Ahli hingga Guru Besar. Penerapan POAC juga memperkuat prinsip manajemen diri yang sangat diperlukan di tengah kompleksitas beban kerja dosen modern. Dengan rencana yang baik, pelaksanaan yang disiplin, dan evaluasi yang berkala, karir akademik dapat berkembang secara terarah dan berkelanjutan. Sesungguhnya kesuksesan karir dosen bukanlah hasil kebetulan, melainkan salah satunya adalah hasil dari perencanaan yang cermat dan pengelolaan diri yang konsisten.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda