BOGOR, JurnalPost.com — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Assessment Center (PLN UPAC), sebagai bagian dari PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), berkomitmen menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja melalui Program Upgrading Guru SMK. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik vokasional agar selaras dengan kebutuhan industri ketenagalistrikan.
Tahun ini, program TJSL dilaksanakan secara serentak di tujuh wilayah regional pelaksana di bawah koordinasi PLN Pusdiklat, dan PLN UPAC menjadi salah satu unit pelaksana pada regional tersebut. Setiap regional bekerja sama dengan sekolah-sekolah kejuruan di wilayahnya dalam membina guru-guru SMK untuk meningkatkan keahlian teknis dan memperoleh pengakuan sertifikasi nasional.
Di wilayah kerja PLN UPAC, program dilaksanakan di SMKN 2 Depok, yang diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada tanggal 12 Juni 2025. Kerja sama ini ditandatangani oleh Bapak Tri Hutomo Pamungkas, selaku Senior Manager PLN UPAC, dan Bapak Yudi Hernawan, elaku Kepala Sekolah SMKN 2 Depok, sebagai wujud komitmen bersama dalam pengembangan kompetensi tenaga pendidik.
Program tersebut resmi dibuka pada hari Senin, tanggal 16 Juni 2025, bertempat di PLN UPDL Bogor, ditandai dengan dimulainya kegiatan In Class Training bagi para guru SMKN 2 Depok. Pembukaan dilakukan oleh Ibu Aoliyai Rofita, selaku Manager Pelayanan Asesmen & Keuangan PLN UPAC. In Class Training berlangsung selama lima hari, dari tanggal 16 hingga 20 Juni 2025, mencakup berbagai materi teknis ketenagalistrikan yang disusun sesuai dengan kebutuhan industri.
Dalam sambutannya, Ibu Aoliyai menyampaikan bahwa program ini merupakan kontribusi nyata PLN dalam meningkatkan daya saing tenaga pendidik SMK agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
Selanjutnya, peserta juga akan mengikuti dua rangkaian kegiatan lanjutan, yaitu knowledge sharing dan pembekalan untuk menghadapi sertifikasi kompetensi nasional, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli 2025. Kedua kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap praktik industri dan mempersiapkan mereka mengikuti sertifikasi nasional sesuai standar kompetensi ketenagalistrikan.
Materi pelatihan dan pembekalan diberikan oleh praktisi PLN, seperti Tim Instruktur dari internal PLN yang membawakan Diklat K2/K3 Pengawasan Ketenagalistrikan, serta Tim Asesor dari PLN UPS (Unit Pelaksana Sertifikasi) yang memberikan pembekalan khusus untuk proses sertifikasi.
Program Upgrading Guru SMK ini dirancang untuk menjawab kebutuhan strategis antara dunia pendidikan dan industri, dengan tujuan utama:
- Meningkatkan kolaborasi antara sektor industri dan lembaga pendidikan
- Menyelaraskan kurikulum SMK dengan kebutuhan nyata di dunia kerja
- Mendukung pengakuan sertifikasi nasional bagi tenaga pendidik
- Mendorong adaptasi dan transfer pengetahuan industri ke lingkungan sekolah
General Manager PT PLN (Persero) Pusdiklat, Y. Endah Cahyaningrum, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen besar PLN dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri. “Upaya peningkatan kualitas guru SMK melalui program upgrading ini tidak hanya bentuk kepedulian PLN, tetapi juga strategi nyata untuk memastikan lulusan SMK kita benar-benar siap kerja, siap bersaing, dan relevan dengan kebutuhan industri nasional. Ini bagian dari transformasi PLN untuk rakyat — membangun SDM unggul, mulai dari tenaga pendidik hingga generasi muda penerus bangsa,” ujar Endah.
Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara PLN dan institusi pendidikan dalam memperkuat fondasi vokasi nasional. “Kami percaya, ketika guru hebat dilatih oleh praktisi industri, maka murid pun akan tumbuh dengan orientasi kerja yang lebih kuat. Ini adalah investasi jangka panjang PLN bagi Indonesia,” tutupnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda