Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Pesona Pantai Kamali Baubau, Perpaduan Alun-Alun, Taman, dan Lautan Buton

Pesona Pantai Kamali Baubau, Perpaduan Alun-Alun, Taman, dan Lautan Buton

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
21 September 2025, 13.42 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Pantai Kamali

JurnalPost.com - Mendengar kata pantai, biasanya akan membayangkan lautan biru dengan pasirnya. Namun, tidak untuk Pantai Kamali yang terletak di Jalan Mayjend Sutoyo, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Pantai ini menyajikan deburan ombak yang kuat, langit biru terbentang bagai lukisan, awan yang putih seakan berpijak di horizon selat Buton. Pantai Kamali yang juga merupakan salah satu pantai yang telah direklamasi pada tahun 2004 seluas 34.040 m2 dan diresmikan pembukaannya pada 18 Agustus 2005.

‘Kamali’ atau “Malige” dalam bahasa suku Wolio mempunyai arti istana, yaitu tempat tinggal raja atau sultan dan keluarganya. Suku Wolio sendiri adalah suku yang mendiami wilayah bekas Kesultanan Buton, termasuk Kota Baubau, dan tersebar di beberapa kabupaten seperti Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Wakatobi, Bombana, Muna, dan Muna Barat. Suku ini erat kaitannya dengan sejarah Kesultanan Buton, yang dulunya merupakan Kerajaan Wolio, sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang kemudian menjadi kesultanan Islam pada abad ke-15 Saat ini, pantai Kamali jadi ruang publik yang paling ramai dan merupakan magnet untuk rekreasi dengan keunikan menggabungkan konsep alun-alun dan taman, karena alun-alun milik Kota Baubau ini berada persis di pinggiran pantai. Dibuat sangat panjang seakan-akan memiliki tubuh, yang dibangun mengikuti bibir pantai sehingga pengunjung tak akan menjumpai pasir landai menuju laut.

IKLAN

Selain pemandangan Selat Buton dengan suasana pantai yang asri dan hijaunya pulau Muna yang berdiri gagah di seberang pantai, Pantai Kamali juga menunjukkan betapa sibuknya hilir mudik perahu tradisional oleh nelayan yang mencari ikan dan juga pemandangan kedatangan kapal-kapal yang siap menurunkan penumpang di pelabuhan Murhum lokasinya sangat dekat atau juga menjadikan pelabuhan ini sebagai tempat transit. Tak jarang bunyi ‘stoom’ kapalnya terdengar hingga ke Pantai Kamali menjadikan peristiwa ini pelengkap pengalaman tersendiri, dengan ombak yang kuat dan angin kencang Pantai Kamali mewakili sentuhan kemegahan alam.

Traventour
Baca Juga

Liburan Cerdas ala Traventour: Ketika Murah, Jujur, dan Berkesan Bisa Berjalan Bersama

Pantai Kamali dibagi menjadi tiga area utama, yakni area barat, timur, dan tengah. Area di wilayah barat pantai ditujukan sebagai tempat parkir yang didominasi oleh para pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai macam dagangan juga sering dijadikan tempat untuk menggelar event-event penting. Selanjutnya di wilayah timur pantai, terdapat area yang dimanfaatkan oleh para pedagang yang berdagang pada malam hari banyak penjual aksesoris lesehan, mainan anak seperti mandi bola, memancing ikan magnet dll. Sementara area tengah pantai terdapat patung kepala naga besar berwarna hijau menghadap ke laut, seolah mengucapkan selamat datang kepada para pendatang. Patung ini merepresentasikan keberanian, kekuatan, kejayaan, dan kegigihan dari Kerajaan Buton tempo dulu. Area tengah pantai inilah yang sekaligus menjadi pusat seluruh aktivitas di Pantai Kamali.

IKLAN

Tongkrongan Favorit di Malam Hari Menjelang matahari terbenam pantai indah ini selalu ramai pengunjung. Hal ini bukanlah tanpa sebab, karena memang panorama sunsetnya begitu mempesona cahaya kuning keemasan dengan sedikit rona merah berbaur menjadi satu bak lukisan, juga pemandangan lampu-lampu kapal yang mulai dinyalakan pun berpadu dengan temaramnya senja. Pada malam hari menjelma menjadi salah satu tempat tongkrongan favorit bagi masyarakat sekitar. Sepanjang pantai dipasangi lampu warna warni yang menambah pesona keindahan pantai. Terlebih lagi bila malam Minggu tiba, jika beruntung pengunjung dapat menemukan pertunjukan jalanan. Seperti konser musik mini atau sekelompok orang yang memainkan alat musik yang merdu membawakan beberapa lagu.

Disini para pengunjung tak hanya memanjakan mata, namun juga lidah dengan menikmati wisata kuliner lokal yang terkenal nikmat. Mulai dari makanan utama, penutup, camilan hingga makanan khas pulau Buton. Apalagi tempat ini menyajikan pula minuman khas Sulawesi yakni Saraba. Saraba terlihat mirip dengan wedang jahe di Jawa, namun Saraba memiliki aroma cita rasa yang kuat dari rempah rempah alaminya.

Akses Menuju ke Pantai Kamali Jika bergerak dari Pelabuhan Murhum Baubau akan menempuh jarak sekitar 100 meter ke pantai ini. Namun bila berangkat dari Bandara Betoambari, perjalanan menuju Pantai Kamali hanya memakan waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Jalur menuju pantai juga sudah diaspal dengan baik, sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman.

Tips Liburan Wisata Tanpa Harus Menguras Kantong
Baca Juga

Tips Liburan Wisata Tanpa Harus Menguras Kantong

Berlokasi tepat berada di pusat kota, sehingga akses menuju Pantai Kamali sangat mudah. Mulai dari angkutan umum, mobil dan sepeda motor. Bagi yang memulai perjalanan dari Jl. Pahlawan cukup mengikuti jalan hingga perempatan yang menghubungkan Jl. Diponegoro dengan Jl. Anoa. Kemudian belok kiri menuju arah Jl. Sultan Hassanudin hingga Jl. Balai Kota. Sementara itu, Pantai Kamali tepat berada di samping kiri Pelabuhan Murhun jika dari arah timur.

Penulis : SULTAN MUSA (@sultanmusa97) - Traveller & Penulis Buku

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pesona-pantai-kamali-baubau-perpaduan-alun-alun-taman-dan-lautan-buton/85909/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.59 WITA

  • #Berwisata
  • #Pantai Kamali

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel
  2. 2

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  3. 3

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  4. 4

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.