JurnalPost.com - Medan ekstrem dan cuaca buruk dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mulai menguras kondisi fisik personel SAR. Pada Senin malam, satu orang personel SAR dari BPBD Sulsel dilaporkan pingsan akibat kelelahan usai turun dari puncak gunung.
Personel tersebut diketahui bernama Fitri, anggota BPBD Sulsel yang tergabung dalam tim SAR gabungan. Fitri terpaksa digendong oleh rekan-rekannya setelah mengalami kelelahan berat saat kembali dari misi pencarian pada hari ketiga operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Oleh tim SAR, Fitri langsung dievakuasi menuju Puskesmas Pembantu yang berada tidak jauh dari posko gabungan operasi SAR untuk mendapatkan penanganan medis. Tim medis memang telah disiagakan sejak awal operasi untuk mengantisipasi kondisi darurat yang dialami personel di lapangan.
Fitri diketahui telah bergabung dalam operasi SAR sejak hari pertama pencarian. Namun, ia baru mendapat giliran untuk terlibat langsung dalam operasi pencarian ke puncak Gunung Bulusaraung pada Senin pagi, dan baru kembali ke posko pada malam hari dalam kondisi kelelahan.
Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi medan yang berat dan hujan yang terus mengguyur menjadi faktor utama kelelahan personel.
“Dia kelelahan karena kurang istirahat. Berangkat tadi pagi dan baru turun malam hari. Dia tergabung di SRU 1. Dari BPBD Sulsel ada tiga orang yang ikut. Medannya berat dan situasinya hujan,” ujar Amson.
Dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 ini, sekitar 1.200 personel SAR gabungan dikerahkan, yang berasal dari 94 instansi dan kelompok relawan. Para personel disebar di sejumlah sektor pencarian dan bekerja secara bergiliran.
Selain cuaca yang tidak menentu, medan terjal, hutan lebat, dan jurang curam di Gunung Bulusaraung menjadi tantangan besar dalam proses pencarian dan evakuasi korban pesawat yang dilaporkan jatuh di kawasan tersebut.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda