JURNALPOST.COM - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/SMK Sederajat tinggal menghitung hari, persiapan untuk pelaksanaannya pun terus dilakukan. Salah satu persiapan yang terus dimantapkan yaitu perangkat untuk pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK/CBT).
Dari simulasi yang sudah dilakukan pada sejumlah sekolah tingkat SMA, SMK, dan SMP se-Sulsel yang akan melaksanakan UNBK, masalah listrik, jaringan, dan perangkat komputer, masih menjadi hal yang persiapannya terus dimantapkan.
Untuk persoalan ini, dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel mengaku sudah menyurati semua daerah agar mempersiapkan segala kebutuhan.
"Semua sekolah wajib menyediakan genset/generator. Kita sudah surati sekolah, termasuk segera berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk jaminan jaringan dan pasokan listrik selama UN berlangsung," kata Sekretaris Disdik Sulsel, yang juga sebagai ketua panitia pelaksana UN Sulsel, Salam Soba, kemarin.
Khusus untuk kesiapan siswa, Salam mengatakan, rata-rata tidak ada persoalan dan bisa dikatakan sudah siap. Menurutnya, selain simulasi UN, sekolah juga sudah rutin menggelar uji coba pengerjaan soal UN pada jam-jam belajar tambahan.
"Itu memang kita tekankan kepada sekolah agar membuat pelatihan sehingga siswa tidak kaget saat hari H UN. Artinya, dari segi mental, siswa semua sudah siap," ungkapnya.
Untuk distribusi naskah soal UN sendiri, dikatakannya sejauh ini sudah sampai pada daerah remote area. Di antaranya, Selayar, Pangkep, dan Luwu Raya. Termasuk Kota Palopo.
Pihak Disdik masih akan terus melanjutkan distribusi soal hingga tanggal 29 Maret mendatang, dan ditargetkan proses distribusi rampung paling lambat 30 Maret.
Sementara itu, Koordinator Distribusi Soal, Firdausi Topuriti, mengatakan, pihak Disdik kabupaten/kota yang sudah menerima naskah soal UN langsung melakukan perhitungan kelengkapan naskah, dan sejauh ini menurutnya belum ada daerah yang sudah menerima naskah soal melapor terkait adanya kekurangan naskah soal.
"Tetapi itu dihitung baru dosnya. Perhitungan sampul belum dilakukan, sebab ditakutkan soal bocor. Kita berharap, tahun ini tidak ada kekurangan soal sehingga UN berjalan lancar," harapnya. (fo/jp)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda