27.4 C
Jakarta
Senin, Januari 18, 2021

Permainan Modern Memudarkan Peran Permainan Tradisional

Oleh: I Putu George Budiananta Merta/Prodi S2 Ilmu Manajemen Undiksha

JURNALPOST – Pada Era tahun 2000an sebelum anak-anak yang mengenal permainan modern, solidaritas mereka benar-benar sangat kuat. Bahkan anak-anak yang dulu lebih senang bermain permainan tradisional di luar bersama teman-temannya dari pada hanya berdiam diri dirumah. Permainan tradisional dikenal sebagai permainan rakyat yang merupakan sebuah kegiatan rekreatif yang dilakukan oleh kalangan anak-anak dan tidak hanya bertujuan menghibur diri tetapi juga sebagai alat memelihara hubungan sosial serta untuk menambah budaya bangsa kita. Adaptasi untuk terus melestarikan budaya yang ada seharusnya diterapkan pada semua kalangan terutama anak masih kecil yang menjadi generasi penerus bangsa. Jika budaya yang sudah lama ada bisa direbut oleh kemajuan teknologi maka persatuan dan kesatuan Indonesia dimasa yang akan dating tentu akan mudah terpecah belah.

Budaya yang merupakan adat kebiasaan jati diri untuk mewakili sifat diri manusia seharusnya tidak dilupakan. Semakin langka permainan tradisional di era sekarang, semakin jelas bahwa anak telah dimanjakan hidupnya oleh teknologi. Permainan tradisional yang diajarkan sesuai aturan budaya ditempat sianak berada dimana permainan tersebut dimainkan ataupun sesuai permainanya. Budaya seperti permainan tradisional seharusnya tidak dapat tergantikan oleh teknologi.

Padahal permainan tradisional dapat mengembangkan kerjasama, membantu anak menyesuaikan diri, saling berinteraksi social secara positif, dapat mengkondisikan anak dalam mengontrol diri, mengembangkan sikap empati terhadap teman, menaati aturan, serta menghargai orang lain. Permainan ini memberikan pengaruh baik bagi kondisi kejiwaan, sifat dan kehidupan sosial si anak dikemudian hari.

Permainan tradisional anak-anak dapat dianggap sebagai aset budaya bagi suatu masyarakat untuk mempertahankan keberadaannya dan identitasnya ditengah kumpulan masyarakat yang lain. Contoh permainan tradisional yang banyak saya temukan dulu ketika saya masih anak- anak adalah bekel, petak umpet, dakon, benteng-bentengan dan banyak lagi yang lainnya. Permaianan tradisional tersebut dimainkan secara berkelompok atau bersama-sama. sehingga mampu membentuk anak-anak jauh menjadi lebih aktif dalam kehidupan sosialnya. Permainan tradisional ini sudah jarang kita lihat di lingkungan sekitar terutama daerah perkotaan maupun pedesaan.

Perkembangan pada zaman saat ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang teknologi yang juga semakin pesat perkembangannya sebut saja handphone yang didalamnya terpadat banyak permainan modern, sehingga anak-anak lebih senang berada di dalam rumah dengan fasilitas handphone yang diberikan. Permainan modern yang sudah ada pada saat ini sangat mempengaruhi eksistensi permainan tradisional.

Hal ini telah menunjukkan bahwa adanya perubahan yang mengarah pada pudarnya nilai-nilai budaya di kalangan anak-anak dan remaja. Aplikasi yang dikemas secara menarik meningkatkan minat anak-anak terhadap hal tersebut. Hal inilah yang mengakibatkan kurangnya minat anak anak bermain secara tradisional. Kondisi seperti ini seharusnya diawasi dan dibatasi oleh orang tua dan lingkungan sekitar agar dampak negatif tidak terjadi.

Dampak yang dihasilkan juga merugikan bila ia tidak digunakan dengan bijak oleh anak-anak akan mengakibatkan kerusakan pada mata, kurang gerak yang mengganggu sensor motorik anak, akan menyebabkan pengaruh fisik maupun psikis pada anak itu sendiri. Semakin sering anak bermain smarthphone, semakin kurang anak dalam bersosialisasi. Padahal dengan sosialisasi itulah yang seharusnya dapat menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan dalam diri kita.

Selain dampak negatif dari permainan modern banyak juga dampak positif yang terdapat dalam perkembangan teknologi. Belakangan ini banyak sekali terdengar ditelinga saya dengan kata E-sport. E-sport merupakan industri yang sudah lama ada namun berkembang sangat pesat beberapa tahun terakhir. E-sport yang dulu sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Hanya beberapa orang yang gemar memainkan video game saja yang mungkin akrab dengan istilah tersebut.

E-sprort yang kini telah semakin diperhitungkan oleh semua kalangan. Ditambah bidang teknologi yang sedang berkembang pesat dan hampir seluruh orang di dunia sudah terjangkau dengan yang namanya teknologi. Bahkan e-sport seringkali ditanggapi negatif oleh orang-orang. Saat itu banyak yang menilai bahwa orang-orang yang terlibat dalam E-sport tidak mempunyai masa depan dan hanya membuang-buang waktu dengan memainkan video game.

Namun siapa yang menyangka bahwa kini e-sport berkembang menjadi salah satu industri yang menjanjikan pada masa depan? Sudah banyak cerita-cerita kesuksesan dari para pelaku E-sport di Indonesia. Yang paling heboh tentu adalah kisah kesuksesan Jess No Limit. Jess yang mempunyai nama asli Justin ini menuai kesuksesan dengan hanya memainkan game Mobile Legends. Jess mampu membeli sebuah mobil Ferrari yang harganya mencapai miliaran. Tidak hanya itu, dia juga kini berpenghasilan ratusan juta per bulan. Sebuah kesuksesan luar biasa yang diraih hanya dengan memainkan video game.

E-Sport memang tidak selamanya terlihat hanya sekedar sebuah video game semata, namun game juga terdapat scene kompetitif yang membuat dunia game menjadi terkenal atau nge-trend. Contohnya pada saat ini game komputer yang sedang terkenal di Indonesia cukup beragam diantaranya ada Dota 2, League of Legends, Point Blank dan masih banyak lagi. Berbeda dengan game HP, game yang terkenal lebih ke arah genre MOBA seperti Mobile Legends, Arena of Valor dan Vain Glory dan banyak lagi yang lainnya.

Dunia E-Sport dianggap menjanjikan karena kompetisi-kompetisi besar semakin sering diadakan bahkan pada tahun 2019 lalu beberapa jenis game HP ataupun computer sudah masuk dalam salah satu cabang olahraga Sea Games. Hadiah yang diberikan juga tidak main-main untuk sebuah event yang memiliki kapasitas besar. Belum lagi jika sebuah tim itu sudah dianggap punya nama di jajaran tim professional, tawaran kerjasama dari beberapa brand juga akan menambah pundi-pundi penghasilan seorang pro player.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini