JurnalPost.com - PLN PUSDIKLAT resmi menyelenggarakan COLONY Summit 2025, sebuah forum strategis yang dirancang untuk memperkuat transformasi pembelajaran, pengembangan talenta, serta kolaborasi lintas fungsi di lingkungan PT PLN (Persero). Acara ini menjadi puncak rangkaian program Community of Learning and Innovation (COLONY), yang selama ini berperan sebagai platform penguatan literasi transisi energi, inovasi, dan kesiapan kompetensi pegawai dalam menghadapi dinamika sektor ketenagalistrikan nasional.
Mengusung tema “Integrated Strategic Community Development Advancing NZE and Digital Competencies of PLNers”, kegiatan ini menegaskan komitmen PLN dalam mendorong pengembangan SDM yang lebih terarah pada percepatan pencapaian Net Zero Emissions (NZE) serta penguatan kompetensi digital di seluruh lini organisasi. Sejak sesi pembukaan, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai perubahan lanskap energi, urgensi adopsi teknologi, literasi keberlanjutan, serta kemampuan analitis yang semakin krusial dalam mendukung transformasi perusahaan.
Rangkaian kegiatan Summit berlangsung melalui tiga agenda utama. Tahap pertama, Ideathon, diselenggarakan secara daring dan difokuskan pada presentasi ide strategis, diskusi dengan pemangku kepentingan internal, serta penyusunan konsep awal proyek inovasi. Tahap kedua, Project Grouping & Match Making, menggarisbawahi proses pengembangan gagasan menjadi inisiatif terstruktur melalui kajian bersama para pakar, pengelompokan minat proyek, serta kolaborasi dengan mitra global untuk penyusunan rencana aksi.
Puncak acara, COLONY Summit 2025, digelar di Auditorium PLN Kantor Pusat. Agenda mencakup sambutan pembukaan, pidato kunci, peluncuran COLONY Topics 2026: Sustainability Energy Finance, paparan arahan strategis dari jajaran manajemen, serta sesi The Journey Forward COLONY 2026. Forum ini juga menandai peluncuran empat buku referensi energi terbarukan: Indonesia Solar Energy Handbook, Indonesia Wind Energy Handbook, Indonesia Hydropower Handbook, dan Indonesia Biomass Energy Handbook, yang disusun sebagai rujukan teknis dan strategis bagi pegawai PLN dalam menghadapi tantangan energi masa depan.

Acara turut dihadiri oleh Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, yang menekankan peran COLONY sebagai ruang pembelajaran yang mendorong pemerataan pengetahuan mengenai teknologi dan transisi energi di seluruh lini organisasi. Beliau juga mengapresiasi hadirnya sinergi baru bertema Sustainable Finance, yang memperluas fokus pembelajaran COLONY dan memperkuat integrasi nilai keberlanjutan dalam pengembangan talenta PLN.
Melalui sambungan video conference, Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, menyampaikan bahwa keberadaan topik Sustainable Finance sangat relevan dalam mendukung kebutuhan pendanaan transisi energi yang mencapai hampir Rp3.000 triliun. Ia menegaskan bahwa seluruh insan PLN perlu meningkatkan kompetensi dalam aspek keberlanjutan, kelayakan finansial, dan manajemen risiko sehingga proyek-proyek strategis PLN dapat dijalankan dengan efektif, bankable, dan sesuai standar global.
Prof. Pat Wheeler, Director of the Power Electronics, Machines and Control (PEMC) Research Institute, University of Nottingham, turut menyampaikan pandangannya mengenai perubahan besar dalam sistem energi global. Ia menegaskan bahwa dunia kini berada pada titik krusial dalam transisi energi dan bahwa teknologi modern memainkan peran penting dalam menjawab tantangan lingkungan. “We’ve worked out that burning gasoline is not good for our future, it's not good for the planet, and we have the technology to solve those problems now,” ujarnya, yang berarti “Kita telah menyadari bahwa membakar bensin tidak baik bagi masa depan kita, tidak baik bagi planet ini, dan kita sudah memiliki teknologi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut sekarang.” Kutipan ini menegaskan bahwa solusi seperti microgrid, smart grid, penyimpanan energi, dan power electronics menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dr. Bagus Muljadi, Assistant Professor of Chemical and Environmental Engineering at the University of Nottingham, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas ilmiah dalam pengelolaan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCUS). “CCUS is not a project, CCUS is a whole discipline,” ujarnya, menekankan bahwa risiko terbesar dalam penyimpanan karbon terletak pada ketidakpastian geologi dan bahwa PLN perlu membangun keahlian internal untuk memastikan kapasitas penyimpanan, integritas formasi, serta mitigasi kebocoran dapat dikelola secara akurat dan berkelanjutan.
Penambahan sinergi bertema Sustainable Finance melengkapi empat belas sinergi sebelumnya, menandai perluasan cakupan pengetahuan dan pengembangan kapasitas pegawai yang lebih komprehensif. Peluncuran empat buku Handbook energi terbarukan juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat literasi energi nasional dan menyediakan landasan pengetahuan yang lebih solid untuk mendukung implementasi transisi energi di Indonesia.
General Manager PLN PUSDIKLAT, Y. Endah Cahyaningrum memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan efektif, inklusif, dan sejalan dengan arah transformasi perusahaan. Melalui penyelenggaraan COLONY Summit 2025, PLN kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan, inovasi, dan daya saing organisasi di tengah perubahan global industri energi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda