Oleh: Novita Efliani, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB
JurnalPost.com - Iklan adalah salah satu strategi pemasaran yang sangat berpengaruh dalam pandangan serta minat konsumen terhadap sebuah produk. Dalam dunia periklanan seorang publik figur atau yang dikenal dengan sebutan endorser biasanya dijadikan sebagai wajah dalam suatu produk yang digunakan untuk daya tarik serta kredibilitas iklan. Endorser ini bukan hanya terbatas pada aktor atau aktris saja, tetapi juga tokoh yang berpengaruh dalam masyarakat agar tertarik dan percaya dalam sebuah produk. misalnya atlet, ahli, karakter fiktif, bahkan konsumen itu sendiri. Seiring dengan berkembangnya era digital dan media sosial konsumen lebih mudah terpapar oleh berbagai iklan yang menggunakan jasa endorser. Namun, efektivitas penggunaan endorser dalam iklan masih menjadi perdebatan. Sebagian besar perusahaan berharap bahwa endorser dapat meningkatkan daya tarik produk, tetapi dalam beberapa kasus, endorser juga dapat memberikan dampak negatif terhadap citra merek. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh endorser dalam iklan terhadap keputusan pembelian konsumen, dengan meninjau teori-teori yang mendasari efektivitas endorser serta dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Selain itu, studi kasus juga akan disertakan untuk memberikan gambaran lebih nyata.
Menurut Belch (2009:178), mendefinisikan endorser sebagai pendukung iklan yang ditampilkan untuk menyampaikan pesan. Endorser sering juga disebut sebagai sumber langsung (direct source), yaitu seorang pembicara yang mengantarkan sebuah pesan dan atau memperagakan sebuah produk atau jasa. Selain itu, endorser juga diartikan sebagai orang yang dipilih mewakili citra sebuah produk (product image), karena biasanya kalangan tokoh masyarakat memiliki karakter yang menonjol dan daya tarik yang kuat. Dalam iklan, endorser sangat penting untuk membangun hubungan emosional dengan konsumen. Dengan menggunakan sosok yang dikenal dan dipercaya oleh masyarakat, perusahaan dapat meningkatkan kredibilitas dan daya tarik produk mereka.
Teori asosiasi merek menjelaskan bahwa konsumen cenderung menghubungkan karakteristik endorser dengan produk yang diiklankan. Suarna (2016) menyatakan bahwa asosiasi merek adalah semua kesan yang muncul positif atau negatif dalam ingatan konsumen yang terkait dengan suatu hal (atribut) tentang sebuah merek. Jika endorser memiliki citra positif, maka produk yang mereka promosikan juga akan mendapat persepsi positif dari konsumen. Sebaliknya, jika endorser terlibat dalam skandal atau memiliki reputasi buruk, hal tersebut dapat berdampak negatif pada citra produk.
Menurut Ohanian (1991) kredibilitas seorang influencer dapat diukur melalui 3 komponen yaitu daya tarik fisik (attractiveness), kepercayaan (trustworthiness) dan keahlian (expertise). Karakteristik influencer sebagai model iklan dapat dilihat dari daya tarik fisiknya, seperti memiliki wajah yang menawan, yang dapat meningkatkan suasana hati dan minat beli terhadap produk. Kepercayaan (trustworthiness) mengacu pada kejujuran, integritas, ketulusan dan dapat dipercaya sebagai juru bicara. Keahlian (expertise) seorang endorser mengacu pada keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki sebagai seorang influencer dituntut untuk mampu mendukung produk yang akan dipromosikan.
Pengaruh positif dan negatif endorser dalam iklan Penggunaan endorser dalam iklan tentunya memiliki dampak baik itu positif maupun negatif terhadap keputusan pembelian. Dari sisi positif, endorser dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk, memperluas jangkauan pasar berkat jumlah pengikut yang besar, serta memperkuat loyalitas merek melalui hubungan emosional yang dibangun. Namun, ada juga beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Ketergantungan pada popularitas endorser bisa menjadi masalah jika endorser terlibat dalam skandal atau kehilangan daya tarik, yang berdampak negatif pada citra merek. Selain itu, biaya tinggi untuk menggandeng selebritas atau influencer ternama dapat menjadi beban finansial bagi perusahaan, terutama jika peningkatan penjualan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Kredibilitas yang rendah juga bisa menjadi masalah jika endorser yang dipilih tidak relevan dengan produk yang dipromosikan, sehingga dapat menimbulkan ketidakpercayaan dari konsumen.
Studi Kasus: Keberhasilan dan Kegagalan Endorser dalam Iklan Keberhasilan Tasya Farasya sebagai influencer endorser terhadap minat beli skintific. Sebagai beauty influencer dengan lebih dari 5 juta pengikut di Instagram, Tasya berhasil membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata audiensnya melalui konten-konten kecantikan yang informatif dan menarik. Banyak konsumen yang mengaku membeli produk Skintific setelah terpengaruh oleh ulasan dan rekomendasi dari Tasya, bahkan label [Tasya Farasya Approved] pada produk Skintific semakin memperkuat citra positif dan meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas produk tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa influencer dengan audiens yang relevan dan kredibilitas yang baik memiliki peran penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian, khususnya di industri skincare yang sangat bergantung pada kepercayaan konsumen. Endorser dengan keahlian yang relevan, seperti Tasya dalam dunia kecantikan, dapat meningkatkan kredibilitas produk dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Namun, tidak semua kasus berjalan lancar. Kasus Kartika Putri dan Dr. Richard Lee menunjukkan kegagalan dalam endorsement yang merugikan konsumen. Dr. Richard Lee yang terkenal sebagai ahli di bidang kesehatan kulit, mengedukasi tentang penggunaan produk kecantikan yang mengandung hydroquinon dosis tinggi. Meskipun produk tersebut sebelumnya di endorse oleh Kartika Putri, yang memiliki pengaruh besar di media sosial, ternyata bahan tersebut berbahaya bagi kulit jika digunakan terus-menerus. Produk yang dipromosikan memiliki risiko yang tidak diketahui banyak orang, sehingga menyebabkan kerugian bagi konsumen. Kasus ini menyoroti pentingnya memilih endorser yang benar-benar memiliki pengetahuan yang tepat dan kredibilitas yang tinggi di bidang terkait dengan produk yang dipromosikan.
Kesimpulan dari pembahasan ini adalah penggunaan endorser dalam iklan memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, baik dari sisi positif maupun negatif. Endorser yang memiliki kredibilitas dan audiens yang relevan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat loyalitas merek. Contohnya, keberhasilan Tasya Farasya dalam mempromosikan produk Skintific menunjukkan bagaimana endorser dapat mempengaruhi minat beli dan citra produk. Namun, risiko juga harus diperhitungkan, seperti dalam kasus Kartika Putri dan Dr. Richard Lee, yang gagal memverifikasi keamanan produk yang diendorse, mengakibatkan kerugian bagi konsumen. Oleh karena itu, perusahaan perlu memilih endorser yang tepat dan memastikan kualitas produk yang dipromosikan untuk menghindari dampak negatif yang dapat merusak citra merek.
Untuk meningkatkan efektivitas pemasaran melalui penggunaan endorser, perusahaan perlu memilih endorser yang sesuai dengan karakteristik target pasar, memiliki kredibilitas yang baik, serta relevansi dengan produk yang dipromosikan. Endorser yang memiliki keahlian atau pengalaman di bidang yang terkait dengan produk, seperti kecantikan atau kesehatan, akan lebih dipercaya oleh konsumen. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa endorser sesuai dengan citra merek yang ingin dibangun dan memiliki reputasi yang baik, serta memantau secara berkala untuk menghindari penurunan citra yang dapat merugikan produk. Memilih endorser dengan hubungan jangka panjang yang kuat juga dapat memperkuat loyalitas audiens dan meningkatkan minat beli konsumen.
Sumber : https://repository.pancabudi.ac.id/perpustakaan/lokalkonten/1315310010_37_2_BAB_II.pdf ANALISIS PENGARUH SOURCE CREDIBILITY DAN ...Jurnal Universitas Atma Jayahttps://ejournal.atmajaya.ac.id › transaksi › article › view http://repo.darmajaya.ac.id/2491/6/BAB%20II.pdf BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kredibilitas Endorser` Menurut ...Repository Institut Informatika dan Bisnis Darmajayahttp://repo.darmajaya.ac.id › … https://repository.unair.ac.id/5547/5/5.%20BAB%202%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf https://eprints.unpak.ac.id/7938/1/Skripsi_Farah_CD1.pdf tanggung jawab endorser atas kerugian konsumen akibatUniversitas Islam Malanghttps://jim.unisma.ac.id › jdh › article › download
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda