Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Peran Endorser dalam Iklan: Bagaimana Mereka Mempengaruhi Keputusan Belanja Konsumen?

Peran Endorser dalam Iklan: Bagaimana Mereka Mempengaruhi Keputusan Belanja Konsumen?

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
17 Maret 2025, 10.46 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Peran Endorser dalam Iklan: Bagaimana Mereka Mempengaruhi Keputusan Belanja Konsumen?

Oleh: Novita Efliani, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

JurnalPost.com - Iklan adalah salah satu strategi pemasaran yang sangat berpengaruh dalam pandangan serta minat konsumen terhadap sebuah produk. Dalam dunia periklanan seorang publik figur atau yang dikenal dengan sebutan endorser biasanya dijadikan sebagai wajah dalam suatu produk yang digunakan untuk daya tarik serta kredibilitas iklan. Endorser ini bukan hanya terbatas pada aktor atau aktris saja, tetapi juga tokoh yang berpengaruh dalam masyarakat agar tertarik dan percaya dalam sebuah produk. misalnya atlet, ahli, karakter fiktif, bahkan konsumen itu sendiri. Seiring dengan berkembangnya era digital dan media sosial konsumen lebih mudah terpapar oleh berbagai iklan yang menggunakan jasa endorser. Namun, efektivitas penggunaan endorser dalam iklan masih menjadi perdebatan. Sebagian besar perusahaan berharap bahwa endorser dapat meningkatkan daya tarik produk, tetapi dalam beberapa kasus, endorser juga dapat memberikan dampak negatif terhadap citra merek. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh endorser dalam iklan terhadap keputusan pembelian konsumen, dengan meninjau teori-teori yang mendasari efektivitas endorser serta dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Selain itu, studi kasus juga akan disertakan untuk memberikan gambaran lebih nyata.

IKLAN

Menurut Belch (2009:178), mendefinisikan endorser sebagai pendukung iklan yang ditampilkan untuk menyampaikan pesan. Endorser sering juga disebut sebagai sumber langsung (direct source), yaitu seorang pembicara yang mengantarkan sebuah pesan dan atau memperagakan sebuah produk atau jasa. Selain itu, endorser juga diartikan sebagai orang yang dipilih mewakili citra sebuah produk (product image), karena biasanya kalangan tokoh masyarakat memiliki karakter yang menonjol dan daya tarik yang kuat. Dalam iklan, endorser sangat penting untuk membangun hubungan emosional dengan konsumen. Dengan menggunakan sosok yang dikenal dan dipercaya oleh masyarakat, perusahaan dapat meningkatkan kredibilitas dan daya tarik produk mereka.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Teori asosiasi merek menjelaskan bahwa konsumen cenderung menghubungkan karakteristik endorser dengan produk yang diiklankan. Suarna (2016) menyatakan bahwa asosiasi merek adalah semua kesan yang muncul positif atau negatif dalam ingatan konsumen yang terkait dengan suatu hal (atribut) tentang sebuah merek. Jika endorser memiliki citra positif, maka produk yang mereka promosikan juga akan mendapat persepsi positif dari konsumen. Sebaliknya, jika endorser terlibat dalam skandal atau memiliki reputasi buruk, hal tersebut dapat berdampak negatif pada citra produk.

Menurut Ohanian (1991) kredibilitas seorang influencer dapat diukur melalui 3 komponen yaitu daya tarik fisik (attractiveness), kepercayaan (trustworthiness) dan keahlian (expertise). Karakteristik influencer sebagai model iklan dapat dilihat dari daya tarik fisiknya, seperti memiliki wajah yang menawan, yang dapat meningkatkan suasana hati dan minat beli terhadap produk. Kepercayaan (trustworthiness) mengacu pada kejujuran, integritas, ketulusan dan dapat dipercaya sebagai juru bicara. Keahlian (expertise) seorang endorser mengacu pada keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki sebagai seorang influencer dituntut untuk mampu mendukung produk yang akan dipromosikan.

IKLAN

Pengaruh positif dan negatif endorser dalam iklan Penggunaan endorser dalam iklan tentunya memiliki dampak baik itu positif maupun negatif terhadap keputusan pembelian. Dari sisi positif, endorser dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk, memperluas jangkauan pasar berkat jumlah pengikut yang besar, serta memperkuat loyalitas merek melalui hubungan emosional yang dibangun. Namun, ada juga beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Ketergantungan pada popularitas endorser bisa menjadi masalah jika endorser terlibat dalam skandal atau kehilangan daya tarik, yang berdampak negatif pada citra merek. Selain itu, biaya tinggi untuk menggandeng selebritas atau influencer ternama dapat menjadi beban finansial bagi perusahaan, terutama jika peningkatan penjualan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Kredibilitas yang rendah juga bisa menjadi masalah jika endorser yang dipilih tidak relevan dengan produk yang dipromosikan, sehingga dapat menimbulkan ketidakpercayaan dari konsumen.

Studi Kasus: Keberhasilan dan Kegagalan Endorser dalam Iklan Keberhasilan Tasya Farasya sebagai influencer endorser terhadap minat beli skintific. Sebagai beauty influencer dengan lebih dari 5 juta pengikut di Instagram, Tasya berhasil membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata audiensnya melalui konten-konten kecantikan yang informatif dan menarik. Banyak konsumen yang mengaku membeli produk Skintific setelah terpengaruh oleh ulasan dan rekomendasi dari Tasya, bahkan label [Tasya Farasya Approved] pada produk Skintific semakin memperkuat citra positif dan meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas produk tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa influencer dengan audiens yang relevan dan kredibilitas yang baik memiliki peran penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian, khususnya di industri skincare yang sangat bergantung pada kepercayaan konsumen. Endorser dengan keahlian yang relevan, seperti Tasya dalam dunia kecantikan, dapat meningkatkan kredibilitas produk dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Namun, tidak semua kasus berjalan lancar. Kasus Kartika Putri dan Dr. Richard Lee menunjukkan kegagalan dalam endorsement yang merugikan konsumen. Dr. Richard Lee yang terkenal sebagai ahli di bidang kesehatan kulit, mengedukasi tentang penggunaan produk kecantikan yang mengandung hydroquinon dosis tinggi. Meskipun produk tersebut sebelumnya di endorse oleh Kartika Putri, yang memiliki pengaruh besar di media sosial, ternyata bahan tersebut berbahaya bagi kulit jika digunakan terus-menerus. Produk yang dipromosikan memiliki risiko yang tidak diketahui banyak orang, sehingga menyebabkan kerugian bagi konsumen. Kasus ini menyoroti pentingnya memilih endorser yang benar-benar memiliki pengetahuan yang tepat dan kredibilitas yang tinggi di bidang terkait dengan produk yang dipromosikan.

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah penggunaan endorser dalam iklan memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, baik dari sisi positif maupun negatif. Endorser yang memiliki kredibilitas dan audiens yang relevan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat loyalitas merek. Contohnya, keberhasilan Tasya Farasya dalam mempromosikan produk Skintific menunjukkan bagaimana endorser dapat mempengaruhi minat beli dan citra produk. Namun, risiko juga harus diperhitungkan, seperti dalam kasus Kartika Putri dan Dr. Richard Lee, yang gagal memverifikasi keamanan produk yang diendorse, mengakibatkan kerugian bagi konsumen. Oleh karena itu, perusahaan perlu memilih endorser yang tepat dan memastikan kualitas produk yang dipromosikan untuk menghindari dampak negatif yang dapat merusak citra merek.

Untuk meningkatkan efektivitas pemasaran melalui penggunaan endorser, perusahaan perlu memilih endorser yang sesuai dengan karakteristik target pasar, memiliki kredibilitas yang baik, serta relevansi dengan produk yang dipromosikan. Endorser yang memiliki keahlian atau pengalaman di bidang yang terkait dengan produk, seperti kecantikan atau kesehatan, akan lebih dipercaya oleh konsumen. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa endorser sesuai dengan citra merek yang ingin dibangun dan memiliki reputasi yang baik, serta memantau secara berkala untuk menghindari penurunan citra yang dapat merugikan produk. Memilih endorser dengan hubungan jangka panjang yang kuat juga dapat memperkuat loyalitas audiens dan meningkatkan minat beli konsumen.

Sumber : https://repository.pancabudi.ac.id/perpustakaan/lokalkonten/1315310010_37_2_BAB_II.pdf ANALISIS PENGARUH SOURCE CREDIBILITY DAN ...Jurnal Universitas Atma Jayahttps://ejournal.atmajaya.ac.id › transaksi › article › view http://repo.darmajaya.ac.id/2491/6/BAB%20II.pdf BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kredibilitas Endorser` Menurut ...Repository Institut Informatika dan Bisnis Darmajayahttp://repo.darmajaya.ac.id › … https://repository.unair.ac.id/5547/5/5.%20BAB%202%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf https://eprints.unpak.ac.id/7938/1/Skripsi_Farah_CD1.pdf tanggung jawab endorser atas kerugian konsumen akibatUniversitas Islam Malanghttps://jim.unisma.ac.id › jdh › article › download

Pesantren Bakery Workshop in Action
Baca Juga

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/peran-endorser-dalam-iklan-bagaimana-mereka-mempengaruhi-keputusan-belanja-konsumen/79263/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.18 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pilihan Editor

  1. 1 DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  4. 4

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. 5

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.