Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Toxic Friendship: Ketika Pertemanan Memberikan Dampak Negatif

Toxic Friendship: Ketika Pertemanan Memberikan Dampak Negatif

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
14 Maret 2025, 12.22 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Toxic Friendship: Ketika Pertemanan Memberikan Dampak Negatif
Ilustrasi pertemanan. Sumber: https://pixabay.com/

JurnalPost.com - Pernahkah kamu merasa ketika hubungan pertemananmu tidak lagi membahagiakanmu dan hanya menambah beban emosional bagi kehidupan kamu. Mungkin kamu sudah terjebak dalam hubungan pertemanan yang tidak sehat atau beracun yang biasanya disebut toxic friendship.

Memiliki banyak teman memanglah merupakan hal yang positif, terutama pada jaman sekarang, semakin banyak teman yang kita punya, maka semakin luas pula koneksi yang akan kita dapatkan. Hal ini akan menguntungkan dalam beberapa aspek kehidupan di masa depan terutama dalam pengembangan karir. Namun, tidak semua hubungan pertemanan mendatangkan hal positif untuk diri kamu, dalam beberapa kasus hubungan pertemanan cenderung membawa dampak negatif yang akan merugikan kamu.

IKLAN

Toxic friendship merupakan suatu hubungan pertemanan di mana seorang teman cenderung memberikan dampak negatif, seperti stres, kerontokan rambut, depresi hingga perubahan berat badan. Bahkan, jika ada seorang teman yang membuat kamu menyakiti teman lainnya, maka mereka bisa disebut teman yang toxic (Gilliard, 2016). Fenomena toxic friendship ini tidak hanya terjadi pada kalangan remaja saja, tetapi juga pada lingkungan kerja.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Lantas bagaimanakah cara untuk mengetahui apakah kamu berada dalam pertemanan yang toxic atau tidak? Untuk mengetahui hal tersebut kamu harus mengenali terlebih dahulu ciri-ciri toxic friendship. Terdapat beberapa ciri toxic friendship, yaitu:

1. Senang mengkritik Salah satu tanda-tanda teman yang toxic adalah teman yang senang mengkritik. Dalam pertemanan yang sehat teman senang memberikan kritik positif dan membangun, sedangkan teman yang toxic akan memberikan kritik negatif yang menjatuhkan terhadap segala keputusan kamu dan bahkan kepada prestasi atau karya-karyamu.

2. Suka membandingkan Ciri-ciri teman yang toxic selanjutnya adalah suka membandingkan. Teman yang toxic biasanya senang membandingkan dirinya lebih baik daripada kamu atau membandingkan orang lain lebih baik daripada kamu.

3. Mengutamakan diri sendiri Teman yang toxic hanya memedulikan dirinya sendiri dan tidak akan berpikir panjang untuk melakukan apapun demi keuntungan pribadinya tanpa memikirkan efeknya terhadap yang lain.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

4. Manipulatif Teman yang toxic bisa menjadi sangat manipulatif ketika mereka menginginkan sesuatu. Mereka akan menyebarkan fitnah tentang kamu dan memutarbalikkan fakta demi mendapat perhatian.

5. Acuh dan tidak peduli Teman yang toxic cenderung bersikap egois dan acuh jika kamu sedang kesulitan. Mereka tidak pernah berupaya untuk memahami orang lain dan tidak pernah memberikan rasa turut bersedih dan rasa empati terhadap orang lain.

IKLAN

Setelah memahami dan mengetahui ciri-ciri dari toxic friendship, selanjutnya, kamu juga harus tau bagaimana dampak dari toxic friendship. Dampak yang ditimbulkan dari toxic friendship biasanya bersifat negatif. Toxic friendship berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik, serta dapat mengganggu kesejahteraan kehidupan kamu . Terdapat beberapa dampak negatif toxic friendship, diantaranya:

1. Menguras mental Teman yang toxic dapat membuat kamu merasa lelah, terbebani pikirannya, dan mentalnya terkuras. Hal itu akan berdampak buruk pada kesehatan mental kamu.

Pesantren Bakery Workshop in Action
Baca Juga

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

2. Depresi dan cemas Teman yang toxic akan membuat kamu merasa dijatuhkan sehingga kamu akan merasa lelah dan terbebani. Hal ini akan menimbulkan perasaan depresi serta cemas.

3. Stres Berteman dalam lingkaran yang toxic dapat menimbulkan perasaan sedih, merasa ditinggalkan, dipergunakan, hilangnya kepercayaan, keraguan terhadap diri sendiri, dan merasa pesimis yang pada akhirnya dapat menimbulkan stres.

4. Trauma Toxic friendship menimbulkan banyak permasalahan seperti stres, depresi, cemas, merasa tidak berguna, merasa pesimis, dan menimbulkan rasa tidak aman. Hal ini dakan menimbulkan trauma yang dapat bertahan lama.

Melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh toxic friendship, seharusnya kamu yang sudah terjebak ke dalam lingkaran pertemanan tersebut segera meninggalkannya. Akan tetapi, tidak semua orang mampu keluar dan meninggalkan lingkaran pertemanan yang toxic ini. Banyak orang yang akan tetap tinggal dalam lingkaran pertemanan yang toxic ini karena merasa bahwa mereka sudah berteman cukup lama hingga berharap dia dapat berubah.

Lantas, bagaimana cara keluar dan menghadapi toxic friendship saat kamu sudah terjebak dalam lingkaran tersebut? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika terjebak dalam toxic friendship, yang pertama tetapkan batasan yang jelas, lalu coba menjauh dan menghindari berinteraksi dengan teman yang toxic, kamu bisa menjauh dan menikmati waktu sendiri, yang terakhir kamu bisa cari dukungan baik dari profesional maupun dari orang-orang yang sudah pernah menghadapi masalah toxic friendship.

Ditulis oleh Najla Syifa, Mahasiswi Program Studi Psikologi Univetsitas Syiah Kuala.

Referensi: 4 Dampak Toxic Friendship dan Cara Mengatasinya. (2024, Maret 5). Diambil kembali dari Kumparan: https://kumparan.com/ Toxic Friendships . (2022, April 28). Retrieved from Psychology.binus.ac.id: https://psychology.binus.ac.id/2022/04/28/toxic-friendships/ Putri, A. R. (2024, May 4). Toxic Friendship: Ciri, Dampak dan Cara Menghadapinya. Retrieved from Orami: https://www.orami.co.id/magazine/toxic-friendship Adinda, R. (n.d.). Toxic Friendship: Ciri, Dampak & Cara Mengatasi Toxic Friendship. Retrieved from Gramedia Blog: https://www.gramedia.com/best-seller/toxic-friendship/?srsltid=AfmBOop2AGb9l-y9ufvR8pWKpgCfAyQIALZfyvT3G6PMJSr-UJJZcBHM Suryati, D. (2024, September 18). Tanda-Tanda Toxic Friendship dan Cara Menghindarinya. Retrieved from rri.co.id: https://www.rri.co.id/kesehatan/983033/tanda-tanda-toxic-friendship-dan-cara-menghindarinya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/toxic-friendship-ketika-pertemanan-memberikan-dampak-negatif/79109/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.17 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Pilihan Editor

  1. 1 Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya
  2. 2

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  3. 3

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.