JurnalPost.com - Haynes memiliki lebih dari 2.500 kepribadian bukan karena keinginannya, tetapi karna trauma yang terlalu berat untuk ditanggung sendirian
“Kepribadian saya ada untuk melindungi saya. Tanpa mereka, saya tidak akan bertahan.” - Jeni Haynes
Dissociative Identity Disorder (DID) adalah gangguan yang ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian yang berbeda dalam satu individu. Sebelumnya, dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda. Kondisi ini biasanya berkembang sebagai respons terhadap trauma berat. DID menjadi mekanisme perlindungan bagi seseorang untuk menghindari kenangan yang terlalu menyakitkan untuk dihadapi secara langsung
Jeni Haynes mengalami kekerasan dari ayahnya sejak ia berusia 4 tahun. Pada tahun 1974 keluarga Haynes pindah dari Bexleyheath, London ke Australia. Namun, di Sydney, penderitaan Jeni semakin parah. Tindakan sadis itu terjadi hampir setiap hari.
"Pelecehan yang dilakukan ayah saya direncanakan. Tindakan itu dilakukan secara sengaja, dan dia menikmatinya" kata Jeni di depan pengadilan.
Untuk bertahan dari pemerkosaan dan penyiksaan yang terus-menerus, otaknya menggunakan taktik yang luar biasa: menciptakan kepribadian baru agar tidak merasakan sakit. Salah satu alter utama Jeni adalah Symphony, yang bertugas menggantikan dirinya setiap kali kekerasan tersebut terjadi. Symphony bukan hanya kepribadian lain, tetapi juga perisai pelindung bagi Jeni dari perbuatan kejam ayahnya.
Hidup dengan lebih dari 2.500 kepribadian bukanlah hal yang mudah. Jeni harus menghadapi konflik internal dan kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Setiap alter memiliki peran dan fungsinya masing-masing yang mana akan sulit untuk mengetahui siapa yang sedang mengendalikan tubuh pada waktu-waktu tertentu.
Meskipun alter-alternya sangat melindungi Jeni, DID juga membawa tantangan besar dalam kehidupan Jeni, dia sering merasa kebingungan dan kesulitan dalam menjalani kehidupanya sehari-hari, serta juga dalam berhubungan sosial.
Perjalanan Jeni Haynes adalah bukti kuat bagaimana trauma berat dapat mempengaruhi seseorang hingga membentuk lebih dari 2.500 kepribadian untuk bertahan hidup. Namun, melalui proses penyembuhan yang panjang dan dukungan profesional, Jeni mulai menemukan kembali dirinya. DID bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan untuk sembuh dan menerima siapa dirinya yang sebenarnya.
Oleh: Asyifamuhaira
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda