Ditulis oleh: Nadia Jasmine Tugas mata kuliah: Bahasa Indonesia Universitas: Unika Musi Charitas
JurnalPost.com - Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya inovasi yang mengakibatkan teknologi terus berkembang, hal ini dapat memudahkan masyarakat di Indonesia dalam menerima berbagai informasi secara instan. Selain itu, kemajuan teknologi mengakibatkan bermacam ragam platform aplikasi sosial media terus berkembang setiap waktu mulai dari aplikasi penyedia berita melalui website dan aplikasi hiburan seperti instagram, tiktok, twitter, facebook, dan lain-lain.Yang mana aplikasi-aplikasi yang terus meningkat, hal ini mengakibatkan masyarakat terus menjadikan media sosial sebagai kebutuhan sehari-hari dalam menerima berbagai informasi.
Akan tetapi, ketika masyarakat menerima informasi dari berbagai platform digital, menjadikan masyarakat menerima dan menyebarkan informasi dengan mudah tanpa adanya proses penyaringan antara informasi yang benar dan palsu. Oleh karena itu, dalam memilih berbagai informasi yang didapatkan di berbagai aplikasi media sosial yang sedang marak, terlebih di era Covid-19, masyarakat harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis dalam menerima dan berbagi informasi melalui media sosial. Adapun berpikir kritis dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan literasi yang seharusnya dapat terus ditingkatkan.
Berdasarkan data dari UNESCO (United nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan peringkat kedua dari bawah akan literasi, dengan peringkat ke- 60 dari 61 negara. Sedangkan Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia dalam menggunakan smartphone setelah China, India, dan Amerika (Devega, 2017). Data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan literasi Indonesia perlu untuk ditingkatkan guna mencapai generasi yang kritis, inovatif, dan dapat bersaing secara global.Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki warga negara dalam jumlah yang banyak, yang mana sangatdisayangkan jika besarnya jumlah masyarakat Indonesia tidak diseimbangkan dengan kemampuan literasi.
Terlebih dengan meningkatnya teknologi, menyediakan berbagai informasi yang dapat diakses dengan mudah, hal ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan literasi digital baik mengakses sumber literasi dari e-book, artikel ilmiah, jurnal, dan berita-berita di website terpercaya. Hal tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam menerima informasi, yang seharusnya masyarakat harus membiasakan diri untuk melakukan literasi digital untuk menciptakan pribadi dengan kemampuan berpikir kritis jika menerima berbagai informasi yang tidak diketahui akan kebenarannya.
Literasi merupakan sebuah kemampuan yang sangat esensial untuk menganalisis, menyerap informasi, berpikir kritis, dan berkomentar terhadap informasi yang diterima (Journal Post, 2021). Oleh karena itu dengan adanya kemampuan literasi yang tinggi dan jika terus dibiarkan di dalam aktivitas sehari-hari, hal ini akan menciptakan dampak positif bagi diri sendiri hingga orang lain.
Dikarenakan ketika kita memiliki kemampuan dalam berpikir kritis, kita dapat mengetahui dan menyaring antara informasi yang benar dan palsu. Selain itu, kita juga dapat berhati-hati dalam melakukan komentar di media sosial, hingga menyampaikan pendapat di media sosial. Berdasarkan data dari Digital Civility Index (DCI) menjelaskan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang rendah akan kesopanan dalam berkomentar di media sosial, yang ditunjukkan dengan Indonesia menduduki peringkat ke-29 dari 32 negara di Asia Tenggara (Ikhsan, 2021).
Data tersebut menunjukkan bahwa selain rendahnya kemampuan berpikir kritis masyarakat Indonesia, disisi lain dengan kurangnya kemampuan literasi digital, hal ini akan memperburuk citra Indonesia di mancanegara. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis dengan membiasakan diri untuk terus melakukan kebiasaan literasi di sela-sela aktivitas sehari-hari, hal ini akan berdampak positif bagi diri sendiri, orang lain, hingga citra baik sebuah negara di tengah tingginya kecanggihan era teknologi yang muncul saat ini di masing-masing negara di dunia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda