BOJONEGORO, JurnalPost.com - Sehari-hari berada di jalan untuk mencari penumpang membuat pengemudi ojek harus pandai membagi waktu. Selain mencari penghasilan, mereka juga perlu mengatur keuangan agar kebutuhan kendaraan dan keluarga tetap terpenuhi.
Bagi Surlan, seorang pengemudi ojek di Bojonegoro, Jawa Timur, kemudahan mengakses layanan perbankan menjadi salah satu hal yang membantu aktivitasnya. Sebagai nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), ia memanfaatkan layanan digital BRImo untuk menunjang kebutuhan transaksi sehari-hari, termasuk mengirim uang kepada keluarga.
Pekerjaannya sebagai pengemudi ojek menuntut mobilitas tinggi. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk mencari dan mengantar penumpang sehingga tidak selalu memungkinkan baginya mendatangi kantor bank atau mesin ATM ketika membutuhkan layanan transaksi.
“Kalau sedang bekerja, waktu saya banyak di jalan untuk mencari dan mengantar penumpang. Jadi, layanan perbankan yang bisa diakses lewat HP tentu membantu ketika perlu melakukan transaksi,” ungkap Surlan.
Menurutnya, penghasilan dari pekerjaan sebagai pengemudi ojek perlu dikelola dengan cermat. Jumlah penumpang yang tidak selalu sama setiap hari membuat pemasukan bisa berubah-ubah.
Dari uang yang diperoleh, sebagian harus disisihkan untuk kebutuhan operasional, termasuk bahan bakar dan perawatan kendaraan. Sementara itu, kebutuhan keluarga juga menjadi prioritas yang tidak dapat diabaikan.
Memudahkan Transaksi di Tengah Kesibukan
Surlan menilai keberadaan layanan perbankan digital memberikan keleluasaan bagi pekerja yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah.
Melalui BRImo, nasabah dapat melakukan transfer ke rekening tujuan menggunakan ponsel, selama memiliki akses internet dan aplikasi yang dapat digunakan.
“Dengan layanan transfer melalui BRImo, nasabah dapat mengirimkan uang ke rekening tujuan sesuai kebutuhan, selama memiliki koneksi internet dan akses aplikasi yang memadai,” ujarnya.
Kemudahan tersebut membuat transaksi keuangan tidak harus dilakukan dengan mengunjungi kantor bank. Bagi pekerja seperti Surlan, waktu yang biasanya digunakan untuk mencari ATM dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pekerjaan.
Meski demikian, penggunaan layanan perbankan digital tetap membutuhkan ketelitian. Nasabah perlu memastikan nomor rekening penerima dan jumlah uang yang dikirim sudah benar sebelum menyelesaikan transaksi.
Mengatur Penghasilan untuk Kebutuhan Keluarga
Selain kemudahan bertransaksi, pengelolaan penghasilan menjadi perhatian penting bagi pekerja dengan pemasukan harian.
Sebagai pengemudi ojek, Surlan harus memperhitungkan kebutuhan operasional kendaraan sekaligus memastikan sebagian hasil pekerjaannya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Bagi pekerja dengan mobilitas tinggi seperti pengemudi ojek, pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pekerjaan dan rumah tangga,” ucapnya.
Di sisi lain, penggunaan layanan perbankan melalui ponsel juga perlu dibarengi dengan kesadaran menjaga keamanan rekening. Pengguna tidak boleh membagikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak lain.
Nasabah juga perlu memastikan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi resmi serta berhati-hati terhadap pesan maupun tautan yang mengatasnamakan pihak perbankan.
Pengalaman Surlan menunjukkan bahwa layanan keuangan digital semakin dekat dengan rutinitas masyarakat, termasuk mereka yang bekerja di sektor transportasi.
Bagi pengemudi ojek yang setiap hari mengandalkan penghasilan dari penumpang, kemudahan melakukan transaksi bukan sekadar persoalan teknologi. Layanan tersebut dapat membantu mereka mengatur waktu di tengah kesibukan mencari nafkah.
Dengan akses perbankan melalui ponsel, kebutuhan mengirim uang kepada keluarga dapat dilakukan lebih fleksibel tanpa harus selalu meninggalkan pekerjaan untuk datang ke kantor bank.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda