Karangwidoro, Dau, JurnalPost.com Kegiatan Kajian Ahad Pagi Kemuhammadiyahan digelar pada Ahad, 9 Agustus 2026, bertempat di Masjid Salma Al-Farisy. Kajian ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah & Aisyiyah (KKN MAs) kelompok 62, dengan mengangkat tema besar "Menyambut Usia Emas: Hati Tenang, Tensi Aman".
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an (tilawah) yang khidmat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembukaan acara oleh Bapak Imam Tohari selaku perangkat desa setempat.
Usai pembukaan, agenda masuk ke pemaparan materi kesehatan bertajuk "Manajemen Stres dan Ikhtiar Menjaga Tensi Darah: Panduan Islam dan Medis" yang disampaikan oleh dua pemateri dari mahasiswa KKN Mas Kelompok 62 Andini Ayu Permatasari dan Shafa Aurellia, Selain pemaparan materi, mahasiswa KKN MAs juga membagikan leaflet edukatif mengenai pencegahan hipertensi dan panduan diet DASH, serta menyediakan fasilitas pemeriksaan tekanan darah (cek tensi) secara gratis bagi seluruh jamaah.
Diisi Dengan Materi Kesehatan Fisik dan Spiritual Usia Pra-Lansia
Dalam pemaparannya, materi dibuka dengan pengantar mengenai pentingnya investasi kesehatan fisik dan spiritual sejak memasuki usia produktif lanjut, yaitu 45 tahun ke atas. Disampaikan bahwa memasuki usia tersebut, pembuluh darah secara alami mengalami penurunan kelenturan yang membuat tekanan darah menjadi lebih sensitif dan mudah naik, sehingga menjaga tensi tetap aman menjadi ikhtiar nyata agar masa lansia tetap mandiri.
Selain fisik, faktor psikologis juga menjadi perhatian. Berbagai beban pikiran pada usia pra-lansia seperti tubuh yang mulai ringkih, persiapan pensiun, rasa kesepian karena anak-anak sudah mandiri, dapat memicu stres berat. Kondisi stres ini memicu reaksi hormon dalam tubuh yang membuat pembuluh darah menyempit dan tensi naik mendadak.
Ikhtiar Medis dan Ikhtiar Islam Berjalan Beriringan
Sebagai solusi, pemateri menekankan dua ikhtiar yang perlu dijalankan secara bersamaan. Dari sisi medis, jamaah diajak menerapkan pola makan sehat ala diet DASH yang terangkum dalam leaflet edukasi yang diberikan sebelum acara di mulai, yakni dengan membatasi garam, santan, dan gorengan, serta memperbanyak konsumsi kalium dari buah dan sayur seperti pisang, alpukat, bayam, dan pepaya. Selain itu, olahraga ringan yang ramah sendi serta pemeriksaan kesehatan rutin minimal sebulan sekali turut dianjurkan, disertai imbauan agar tidak takut mengonsumsi obat tensi karena justru berfungsi melindungi organ vital seperti ginjal dan jantung.
Dari sisi spiritual, disampaikan tiga pilar ketenangan jiwa, yaitu zikir dan istigfar yang menenangkan saraf simpatis dan menstabilkan tensi, sikap rida disertai amalan tahajud sebagai sarana emotional healing, serta silaturahmi lewat aktif di majelis taklim untuk mencegah rasa kesepian yang menjadi salah satu pemicu utama stres di usia lanjut. Kajian ditutup dengan pesan bahwa tubuh yang dirawat merupakan amanah Allah, dan hati yang ditata adalah kunci kedamaian hingga akhir hayat.
Sinergi dan Apresiasi Pimpinan Ranting Dua Wilayah
Kajian ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) dari dua wilayah. Hadir di antaranya Ketua PRM Karang Widoro Bapak Vinal Lionsyah beserta jajaran, Ketua PRA Karang Widoro Ibu Eti Djatiningsih, B.A. beserta jajaran, serta Ketua PRM Karang Besuki Prof. Dr. Dedy Kuswandi beserta jajaran pimpinan PRA Karang Besuki.
Kehadiran para pengurus ranting dari kedua wilayah ini menjadi bentuk dukungan sekaligus sinergi erat antara mahasiswa KKN MAs dengan struktur Persyarikatan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di tingkat ranting dalam upaya bersama meningkatkan kesadaran kesehatan lansia.
Ketua PRA Karang Widoro, Eti Djatiningsih, B.A., memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelengaraan kajian ini.
“Alhamdulillah, acara tadi berjalan lancar. MC-nya bagus, dan para pengisi acara juga bisa menyampaikan materi dengan sangat lancar,”
ungkap Eti Djatiningsih saat memberikan tanggapannya pasca-kegiatan.
Keberhasilan kolaborasi ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi antarwilayah Karang Widoro dan Karang Besuki sekaligus mendatangkan keberkahan serta manfaat kesehatan yang berkelanjutan bagi jamaah pra-lansia dan lansia setempat.
Kegiatan kajian ini merupakan bagian dari rangkaian program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (KKN MAs), sebuah program KKN kolaborasi yang diikuti oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Pada tahun ini, KKN MAs ditempatkan di wilayah Malang Raya dan diikuti oleh 59 kampus PTMA, dengan Universitas Muhammadiyah Malang bertindak sebagai kampus host penyelenggara.
Kelompok 62 sendiri beranggotakan 14 mahasiswa yang berasal dari 11 PTMA berbeda, yaitu Universitas Muhammadiyah Kendari (Teguh Hidayat), Universitas Muhammadiyah Malang (Kunthi Robi'ah Adhawiyah dan Ahmad Arif), Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Andini Ayu Permatasari), Universitas Muhammadiyah Bone (Tria Septiani Putri dan Asrita), Universitas Muhammadiyah Jakarta (Firda Yunita Ahzara), Universitas Muhammadiyah Palembang (Intan Hamdani Marpadia dan Rexi Papo Redi), Universitas Ahmad Dahlan Palembang (Andi Annisa Salsabila), Universitas Muhammadiyah Gombong (Nuraini Widyastuti), Universitas Muhammadiyah Bengkulu (Valendika Leonardo), Universitas Muhammadiyah Riau (Tiara Yandriana), dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Shafa Aurellia Putri M).
Selain program edukasi kesehatan lansia ini, KKN MAs Kelompok 62 juga menjalankan program unggulan lain berupa pemasangan kaca cembung (convex mirror) sebagai sarana keselamatan lalu lintas. Pemasangan dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, di sejumlah titik tikungan rawan kecelakaan yang tersebar di Dusun Karangampel, Karangtengah, dan Ndoro, Desa Karangwidoro. Program ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kewaspadaan pengendara saat melintasi tikungan-tikungan tersebut.
Komentar 1
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda