Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. PBB: Sedikitnya 300 Anak Tewas di Gaza dalam 300 Hari Terakhir

PBB: Sedikitnya 300 Anak Tewas di Gaza dalam 300 Hari Terakhir

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Agustus 2026, 18.25 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Tewas di Gaza
Foto yang diabadikan pada 25 Juli 2026 ini menunjukkan seorang anak pengungsi Palestina di Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
GAZA, JURNALPOST – Warga sipil di Jalur Gaza masih menghadapi ancaman serius akibat serangan militer, tembakan artileri, senjata api, hingga serangan angkatan laut Israel. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kondisi keamanan tersebut terus membahayakan kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) pada Kamis (6/8/2026) melaporkan sedikitnya 300 anak telah tewas di Gaza dalam 300 hari terakhir sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Angka tersebut setara dengan rata-rata satu anak meninggal setiap hari. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan anak-anak di Gaza masih harus bertahan dalam kondisi pengungsian yang sulit. Tempat-tempat penampungan mengalami kelebihan kapasitas, sementara akses terhadap air bersih dan pelayanan kesehatan masih sangat terbatas. Di tengah situasi tersebut, PBB bersama mitra kemanusiaan terus berupaya meningkatkan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Pada pekan lalu, organisasi mitra yang mendukung layanan perlindungan anak mendistribusikan lebih dari 800 perangkat kebersihan, wadah air, serta deterjen kepada 50 keluarga pengungsi yang mencakup anak-anak dan para pengasuh. Selain itu, sebanyak 300 kartu identitas anak dan 500 buku tulis juga disalurkan kepada anak-anak di Gaza. OCHA mencatat pada bulan sebelumnya, bantuan berupa uang tunai, perangkat pendukung, alat bantu jalan, popok, kasur medis, serta layanan rehabilitasi telah diberikan kepada lebih dari 500 anak penyandang disabilitas.

Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak Perempuan

Upaya kemanusiaan juga diarahkan untuk menangani risiko kekerasan berbasis gender yang meningkat di tengah konflik. Para mitra kemanusiaan pada pekan lalu membuka sebuah ruang aman baru di Kegubernuran Gaza Utara. Fasilitas tersebut menyediakan tempat yang menjaga kerahasiaan bagi perempuan dan anak perempuan untuk memperoleh pendampingan serta berbagi pengalaman. Menurut OCHA, sekitar 8.400 perempuan dan anak perempuan mengikuti berbagai kegiatan di 85 ruang aman di seluruh Gaza setiap pekan. Organisasi-organisasi kemanusiaan menilai jumlah fasilitas tersebut masih perlu ditambah. Namun, pengembangan layanan membutuhkan dukungan pendanaan tambahan serta akses yang aman ke seluruh wilayah Gaza.

Serangan Pemukim di Tepi Barat

Situasi keamanan juga dilaporkan memburuk di wilayah Tepi Barat. Sekelompok pemukim Israel dilaporkan membakar sejumlah rumah milik warga Palestina di komunitas Tuba, kawasan Masafer Yatta, Hebron, pada Rabu (5/8/2026) malam waktu setempat. Akibat peristiwa tersebut, tiga keluarga yang di dalamnya terdapat 14 anak terpaksa meninggalkan rumah dan mencari perlindungan di kediaman kerabat maupun tetangga. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk dua anak. Kebakaran tersebut juga menghancurkan sebuah sistem tenaga surya, sekitar 10 ton pakan ternak, serta sejumlah harta benda lainnya. OCHA mencatat sepanjang tujuh bulan pertama 2026 terdapat lebih dari 1.380 insiden yang melibatkan pemukim Israel dan mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, kerusakan harta benda, atau kombinasi dari dampak tersebut. Insiden itu terjadi di sekitar 250 komunitas Palestina dengan rata-rata sekitar 6,6 kejadian setiap hari. Dalam periode yang sama, lebih dari 2.300 warga Palestina terpaksa mengungsi akibat serangan pemukim maupun pembatasan akses yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pbb-sedikitnya-300-anak-tewas-di-gaza-dalam-300-hari-terakhir/96659/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.16 WITA

  • #Berita Xinhua

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.