PBB: Sedikitnya 300 Anak Tewas di Gaza dalam 300 Hari Terakhir
GAZA, JURNALPOST – Warga sipil di Jalur Gaza masih menghadapi ancaman serius akibat serangan militer, tembakan artileri, senjata api, hingga serangan angkatan laut Israel. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kondisi keamanan tersebut terus membahayakan kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) pada Kamis (6/8/2026) melaporkan sedikitnya 300 anak telah tewas di Gaza dalam 300 hari terakhir sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Angka tersebut setara dengan rata-rata satu anak meninggal setiap hari.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan anak-anak di Gaza masih harus bertahan dalam kondisi pengungsian yang sulit. Tempat-tempat penampungan mengalami kelebihan kapasitas, sementara akses terhadap air bersih dan pelayanan kesehatan masih sangat terbatas.
Di tengah situasi tersebut, PBB bersama mitra kemanusiaan terus berupaya meningkatkan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pada pekan lalu, organisasi mitra yang mendukung layanan perlindungan anak mendistribusikan lebih dari 800 perangkat kebersihan, wadah air, serta deterjen kepada 50 keluarga pengungsi yang mencakup anak-anak dan para pengasuh.
Selain itu, sebanyak 300 kartu identitas anak dan 500 buku tulis juga disalurkan kepada anak-anak di Gaza.
OCHA mencatat pada bulan sebelumnya, bantuan berupa uang tunai, perangkat pendukung, alat bantu jalan, popok, kasur medis, serta layanan rehabilitasi telah diberikan kepada lebih dari 500 anak penyandang disabilitas.
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda