JurnalPost.com - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (FKM Undana) melaksanakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Produktivitas Pemasak Garam melalui Teknologi Ramah Lingkungan dan Ergonomi Kerja” pada 25 Juli 2025 di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini dipimpin oleh Agus Setyobudi, SKM., M.Kes., dengan dukungan anggota tim Dr. Luh Putu Ruliati, S.KM., M.Kes., dan Ir. Petrus Romeo, M.Kes.. Sejumlah mahasiswa peminatan Kesehatan Lingkungan FKM Undana juga turut berperan aktif, yaitu Muhammad Fikri Haikal, Ade Khezya Theofania Doko, Eva Magdalena Elisabeth Taklal, Loisa Maria F. Wua, dan Frederick S. Pen.
Program diawali dengan sosialisasi kepada para pelaku usaha garam mengenai pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan dan prinsip ergonomi kerja. Setelah itu, dilakukan pelatihan teknik angkat-angkut beban yang benar serta penggunaan energi alternatif untuk menunjang kegiatan produksi garam sehari-hari.
Teknologi yang diperkenalkan dirancang sederhana agar mudah digunakan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat. Mahasiswa yang terlibat juga mendampingi peserta selama proses pelatihan dan evaluasi, memastikan keterampilan yang diajarkan dapat diterapkan secara optimal di lapangan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, tim PKM FKM Undana menyerahkan empat unit tungku pembakaran berbahan bakar oli bekas yang dilengkapi blower, 80 liter oli bekas, serta lima lembar seng untuk wadah pemasakan garam. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan kerja para pemasak garam.
Teknologi tersebut menggantikan penggunaan kayu bakar yang selama ini menjadi sumber utama energi. Selain menghemat biaya, penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar alternatif juga membantu mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan pekerja dan pencemaran lingkungan.
Hasil evaluasi awal menunjukkan dampak positif yang signifikan. Para pekerja melaporkan berkurangnya keluhan fisik seperti nyeri punggung dan sesak napas akibat paparan asap. Selain itu, produktivitas garam meningkat hingga 30 persen, disertai penurunan biaya operasional harian.
Pelatihan ergonomi kerja juga meningkatkan kesadaran para mitra terhadap pentingnya postur kerja yang sehat dan aman. Para pemasak garam kini mulai menerapkan pencatatan produksi dan pengeluaran secara mandiri, sebagai langkah awal menuju pengelolaan usaha yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis sekaligus berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat lokal melalui penerapan teknologi tepat guna.
Ketua Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana (Undana) atas dukungan pendanaan dan fasilitasi yang telah diberikan. Berkat kontribusi LP2M Undana, kegiatan PKM ini terlaksana dengan lancar, bermanfaat, dan berdampak langsung bagi masyarakat Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda