Langsa, JurnalPost.com — Tim dosen dari Universitas Samudra (UNSAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Implementasi GPS untuk Optimalisasi Navigasi dan Mitigasi Bencana” di SMA Negeri 1 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan penggunaan Global Positioning System (GPS) sebagai teknologi pendukung dalam navigasi serta upaya mitigasi bencana di tingkat sekolah.
Ketua tim pelaksana, Sabrian Tri Anda, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa pemanfaatan GPS tidak hanya penting untuk keperluan pemetaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengenali potensi bahaya dan jalur evakuasi saat terjadi bencana. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali siswa dengan pengetahuan dasar penggunaan GPS dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk mendukung kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.
Tim PKM yang terdiri dari M. Ari Fahril, S.Si., M.Si. dan Radhiyullah Amri, S.Si., M.Si. ini memberikan pelatihan langsung kepada para siswa tentang prinsip kerja GPS, cara membaca koordinat lintang dan bujur, serta penerapan perangkat GPS dalam pembuatan peta sederhana dan simulasi jalur evakuasi. Menurut M. Ari Fahril, kemampuan membaca data spasial menjadi kompetensi penting bagi generasi muda. “Dengan memahami sistem koordinat, siswa dapat melihat hubungan antara lokasi geografis dan potensi bencana di sekitarnya,” jelasnya.
Sementara Radhiyullah Amri menambahkan bahwa penggunaan GPS juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang lain seperti penelitian, survei lapangan, hingga pemetaan lingkungan sekolah. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa teknologi GPS bukan hanya alat navigasi, tapi juga sarana edukatif untuk memahami ruang dan lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan PKM ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Samudra, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, serta bagian dari upaya mendukung pendidikan berbasis literasi kebencanaan dan teknologi spasial di Aceh Tamiang. Sabrian Tri Anda berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat pelajar terhadap ilmu kebumian dan teknologi geospasial. “Kami berharap siswa dapat menerapkan ilmu ini untuk membantu masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya,” tutupnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda