Langsa, JurnalPost.com — Tim dosen dan mahasiswa Universitas Samudra (UNSAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pengenalan Geofisika Melalui Media Recycle” di SMA Negeri 1 Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan konsep dasar ilmu geofisika kepada pelajar sekolah menengah melalui pendekatan kreatif menggunakan media pembelajaran berbasis kardus daur ulang.
Ketua tim pelaksana, Afrahun Naziah, S.Si., M.Si., dari Program Studi Fisika, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan pembelajaran geosains yang sederhana, aplikatif, dan menyenangkan. “Kami ingin menunjukkan bahwa belajar sains tidak harus menggunakan alat mahal. Kardus bekas pun dapat dimanfaatkan untuk memahami konsep lapisan bumi, gempa, dan bentuk permukaan tanah,” ujar Afrahun Naziah.
Tim pelaksana juga melibatkan dua anggota, yakni Sabrian Tri Anda dari Program Studi Geofisika dan Lailissa’adah dari Program Studi Pendidikan Geografi, yang berperan sebagai fasilitator lapangan dalam mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Menurut Sabrian Tri Anda, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk membantu siswa memahami konsep geofisika secara lebih konkret dan interaktif. “Biasanya konsep geofisika sulit dibayangkan karena bersifat abstrak. Namun dengan media sederhana dari kardus, siswa bisa melihat langsung representasi proses dan fenomena kebumian,” ujarnya.
Sementara itu, Lailissa’adah menilai kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. “Melalui media daur ulang, siswa tidak hanya belajar sains, tetapi juga mempelajari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Kegiatan PKM ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Samudra, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, serta menjadi wujud kolaborasi lintas program studi di lingkungan Universitas Samudra. Afrahun Naziah berharap kegiatan ini dapat menginspirasi pendidik untuk mengembangkan metode pembelajaran sains berbasis kreativitas dan keberlanjutan. “Kami berharap pendekatan sederhana seperti ini dapat diterapkan di sekolah lain untuk menumbuhkan minat belajar sains kebumian sejak dini,” tutupnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda