Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. OCHA Sebut Puluhan Orang Tewas Saat Mencari Makanan di Gaza

OCHA Sebut Puluhan Orang Tewas Saat Mencari Makanan di Gaza

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
18 Juli 2025, 08.36 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Gaza
Para pengungsi Palestina menunggu untuk menerima makanan gratis dari sebuah pusat distribusi makanan di Gaza City pada 14 Juli 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

PBB, JurnalPost.com - Di tengah berlanjutnya konflik di Gaza, warga Palestina masih saja menjadi korban tewas atau terluka saat mereka mencari makanan di pusat-pusat bantuan yang dimiliterisasi, demikian disampaikan badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (16/7).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan terdapat laporan yang menyebutkan bahwa puluhan orang tewas atau terluka pada Rabu di salah satu pusat bantuan tersebut.

IKLAN

"Pada pekan lalu, dilaporkan bahwa orang-orang yang mencari bantuan masih terus mengalami luka-luka parah," ungkap OCHA. "Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan satu kejadian di mana seorang pria berusia 21 tahun lumpuh seumur hidup setelah ditembak ketika berusaha mengambil sekantong tepung dari salah satu pusat bantuan yang dimiliterisasi."

Anak-anak Gaza
Baca Juga

Anak-anak Gaza Hidup dalam Ketakutan dan Kelaparan di Tengah Perang

WHO merujuk pada Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yang didirikan oleh sebuah kelompok swasta asal Amerika Serikat (AS) dan saat ini didanai oleh pemerintah AS. Bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan internasional yang telah ditetapkan untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat setempat, GHF mendirikan empat lokasi di seluruh Gaza di zona militer Israel yang terlarang, di mana warga sipil yang kelaparan masuk melalui jalur berpagar di bawah pengawasan kontraktor keamanan bersenjata. Kekacauan berujung pada penembakan.

OCHA mengatakan bahwa konflik yang memanas selama berbulan-bulan di Gaza telah meningkatkan risiko bagi mereka yang paling rentan, termasuk para penyandang disabilitas dan warga lanjut usia (lansia), yang kesulitan mendapatkan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Badan kemanusiaan tersebut mengatakan salah satu mitra mereka menemukan dalam sebuah survei bahwa lebih dari 80 persen penyandang disabilitas di Gaza telah kehilangan kursi roda, alat bantu dengar, alat bantu jalan, dan alat bantu lainnya, dan harus menghadapi banyak tantangan, termasuk penolakan akses terhadap bantuan kemanusiaan, diskriminasi, stigmatisasi, dan terpapar bahan peledak.

Dana Kependudukan PBB (UNFPA) melaporkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga serta eksploitasi dan pelecehan seksual terus meningkat di Jalur Gaza. Beberapa ruang aman yang menyediakan tempat berlindung, dukungan psikologis, dan mekanisme penanganan bagi perempuan dan anak perempuan telah ditutup atau hanya beroperasi secara terbatas.

Hari Orang Tua Sedunia
Baca Juga

Orang Tua di Gaza Rayakan Hari Orang Tua Sedunia dengan Berburu Air dan Makanan

IKLAN

UNFPA melaporkan bahwa situasi di Gaza sangat mengerikan bagi wanita dan anak perempuan. Wanita hamil melahirkan dalam kegelapan, tanpa listrik dan tanpa perawatan medis profesional untuk menangani kemungkinan komplikasi. Ribuan ibu mengalami kelaparan.

OCHA mengatakan bahwa di Al Mawasi dan Gaza City, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Doctors Without Borders melaporkan telah merawat lebih dari 1.200 ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak yang mengalami malanutrisi parah di klinik mereka. Antara Mei dan Juli, jumlah pasien yang mendaftar untuk mendapatkan perawatan di kliniknya di Gaza City meningkat empat kali lipat, termasuk ratusan anak di bawah usia dua tahun, kata organisasi tersebut.

OCHA mengatakan bahwa meski sejumlah kecil bahan bakar kembali memasuki Gaza pada Selasa (15/7) melalui perlintasan perbatasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem, kelangkaan pasokan yang parah terus mengancam operasi penyelamatan nyawa di rumah sakit, layanan dan peralatan medis, serta fasilitas telekomunikasi, air, sanitasi, dan kebersihan.

"Di Gaza utara, para mitra memperbaiki sebuah sumur untuk mengatasi kelangkaan air yang kritis," papar OCHA. "Meski hal ini diharapkan dapat membantu pasien dan tenaga medis dengan ratusan meter kubik air setiap harinya, namun (jumlah tersebut) masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat."

Gaza
Baca Juga

10.000 Lebih Keluarga di Gaza Terima Bantuan Tunai

Badan-badan PBB dan mitra-mitranya menegaskan bahwa ratusan ribu liter bahan bakar sangat dibutuhkan setiap hari untuk meringankan krisis dan mengatasi situasi yang mengerikan.

Dikatakan OCHA, setelah empat bulan pembatasan ketat oleh Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, hampir semua tempat pengungsian melaporkan bahwa orang-orang tidur di tempat terbuka, tanpa perlindungan apa pun. Tidak ada pasokan untuk tempat penampungan yang masuk selama kurun waktu tersebut.

"Situasi bencana ini harus segera diakhiri. Gencatan senjata sudah lama dinantikan," kata kantor kemanusiaan tersebut.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ocha-sebut-puluhan-orang-tewas-saat-mencari-makanan-di-gaza/83751/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.15 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Gaza

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pilihan Editor

  1. 1 DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  4. 4

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  5. 5

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.