Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Myxomycota jamur yang ternyata bukan jamur

Myxomycota jamur yang ternyata bukan jamur

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 April 2026, 14.48 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
08 Apr 2026, 14.48 WITA · 5 menit baca
5 menit baca
Myxomycota jamur
Myxomycota dengan warna mencolok yang sering disangka sebagai jamur, padahal termasuk protista.

Oleh: Alipia Salsa Ramadani

JurnalPost.com - Pernah lihat “jamur” berwarna mencolok yang tiba-tiba muncul di kayu lapuk atau tanah lembab? Sekilas, bentuk dan tempat hidupnya bikin kita mengira itu adalah jamur. Tapi ternyata tidak semua yang terlihat seperti jamur benar-benar jamur, lho

IKLAN

Salah satunya adalah Myxomycota, organisme unik yang sering dijuluki sebagai “jamur lendir” . Meskipun terlihat seperti jamur dan sangat sering ditemukan dilingkungan yang sama, Myxomycota justru menyembunyikan fakta yang sangat mengejutkan, ia bukan bagian dari kelompok sejati. Bahka, cara hidupnya pun berbeda jauh dari jamur pada umumnya. Dengan keunikan Myxomycota di balik bentuknya yang sederhana, organisme ini punya karakteristik yang tidak biasa. Lalu sebenarnya apa itu Myxomycota, dan kenapa bukan jamur?

Budidaya Cabai
Baca Juga

Budidaya Cabai Pekarangan Dorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Wette’e

Jamur atau fungi sering dianggap organisme sederhana yang muncul di tempat lembab, seperti tanah atau kayu lapuk. Padahal, jamur adalah makhluk yang cukup unik karena tidak memiliki klorofil dan mendapatkan makanan dari penyerapan nutrisi lingkungannya. Tubuhnya tersusun dari benang-benang halus (hifa) dan berkembang biak mengunakan spora (Wraight et al., 2007). Keberadaannya sangat penting, terutama sebagai pengurai yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem.

Menariknya, tidak semua organisme yang terlihat seperti jamur benar-benar dalam kelompok fungi. Salah satu contohnya adalah si Myxomycota, atau lebih dikenal “jamur lendir”. Organisme ini kerap ditemukaan di lingkungan yang sama seperti jamur, bahkan memiliki bentuk serta siklus yang hampir mirip dengan jamur (Myxomycota et al., 2022)

Nama Myxomycota sendiri berasal dari kata myxo yang berarti lendir dan myces yang berarti jamur. Dari namanya saja, organisme ini sudah” terlihat” bagian dari dunia jamur. Tak heran, sejak lama Myxomycota memang diklasifikasikan sebagai fungi, apalagi ia mampu membentuk struktur menyerupai spora dan sering muncul tiba-tiba di permukaan kayu lapuk atau tanah lembap persis pada jamur pada umumnya.

IKLAN

Namun, di balik kemiripan itu, tersimpan fakta yang sangat mengejutkan sekaligus unik. Penelitian modern mengungkapkan bahwa Myxomycota memiliki cara hidup yang sangat berbeda dari jamur sejati. Pada fase tertentu, organisme ini berada dalam bentuk plasmodium, yaitu massa sel tanpa dinding yang dapat bergerak bebas layaknya amoeba untuk mencari makanan. Cara memperoleh nutrisinya pun berbeda Myxomycota “menelan” partikel makanan seperti bakteri dan bahan organik kecil (fagositosis), bukan menyerap nutrisi dari lingkungan seperti yang dilakukan fungi(Diversity, 2008)

PPM Budidaya
Baca Juga

IPB University Gelar PPM Budidaya Cabai Berbasis GAP di Kelurahan Mulyaharja

Sebaliknya, jamur sejati memiliki dinding sel yang kaku, tidak dapat bergerak, dan memperoleh makanan dengan cara menyerap zat terlarut melalui permukaan tubuhnya. Perbedaan mendasar dalam struktur tubuh dan cara memperoleh nutrisi inilah yang menjadi kunci utama dalam membedakan keduanya.

Selain perbedaan cara hidupnya dengan jamur sejati, Myxomycota juga memiliki sejumlah karakteristik unik yang membuatnya semakin menarik untuk dipelajari. Salah satu ciri utamanya adalah tidak memiliki dinding sel pada fase vegetatif, sehingga tubuhnya bersifat lentur dan dapat berubah bentuk sesuai kondisi lingkungan. Hal ini berbeda dengan jamur yang memiliki dinding sel kaku.

Myxomycota juga memiliki fase hidup berupa plasmodium, yaitu massa sitoplasma besar yang mengandung banyak inti sel dan dapat bergerak secara aktif. Gerakan ini memungkinkan organisme tersebut mencari sumber makanan secara langsung di lingkungannya. Selain itu, Myxomycota umumnya hidup di tempat lembap, seperti kayu lapuk, serasah daun, dan tanah basah, mirip dengan habitat jamur

Meskipun bukan jamur, Myxomycota tetap memiliki kesamaan, seperti mampu membentuk struktur reproduksi yang menghasilkan spora. Inilah yang sering membuat organisme ini disalahartikan sebagai jamur. Padahal, jika dilihat dari struktur tubuh, cara bergerak, dan metode memperoleh nutrisi, Myxomycota jelas menunjukkan ciri khas sebagai organisme protista. Karena karakteristik unik tersebut, para ilmuwan akhirnya mengubah klasifikasi Myxomycota ke dalam kelompok protista, bukan lagi sebagai bagian dari fungi(Hermawan et al., 2022)

Illuminated Manuscript Study with Lantern
Baca Juga

Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an: Dari Hafalan Para Sahabat hingga Lahirnya Mushaf Utsmani

Editor Britannica (7 September 2023). Myxomycetes . Ensiklopedia Britannica . https://www.britannica.com/science/Myxomycetes Diversity, F. (2008). Life history strategies of corticolous myxomycetes : the life cycle , plasmodial types , fruiting bodies , and taxonomic orders. 1–16. Hermawan, R., Amelya, M. P., Amini, S., & Putra, I. P. (2022). Stemonitis pallida ; Matchstick Myxomycetes from West Java , Indonesia. 8(2), 71–77. Myxomycota, S., Putih, T., & Jawa, D. I. (2022). BIOTROPIKA Journal of Tropical Biology. 10(1). https://doi.org/10.21776/ub.biotropika.2022.010.01.08 Wraight, S. P., Inglis, G. D., & Goettel, M. S. (2007). Chapter IV-4 Fungi. 223–224.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/myxomycota-jamur-yang-ternyata-bukan-jamur/92002/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 01.02 WITA

  • #PPM Budidaya

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mengenal Styphelia javanica, Semak Xerofit yang Mampu Bertahan di Tengah Kekeringan Savana Bromo

Ketika Ilmu Kehilangan Adab: Pentingnya Pendidikan Akhlak Sejak Usia Dini dalam Tradisi Pesantren

Masjid sebagai Pusat Pendidikan Islam: Antara Semangat Mendirikan Lembaga dan Tantangan Manajemen

Praktik “Orang Dalam”: 4 Langkah Mencegah Ketidakadilan dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

Pilihan Editor

  1. 1 Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana
  2. 2

    Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

  3. 3

    Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik

  4. 4

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

  5. 5

    Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.