Apa yang Biasanya Dianggap Trader sebagai Biaya Trading
Ketika para trader mempertimbangkan dan menghitung biaya, mereka biasanya fokus pada elemen yang paling jelas: komisi, spread yang ditampilkan, swap semalam, dan biaya pembiayaan. Biaya ini transparan dan sangat jelas, serta mudah dibandingkan di antara berbagai broker. Namun, mereka hanya mewakili sebagian dari struktur biaya secara keseluruhan. Komponen yang lebih berpengaruh sering kali berkaitan dengan bagaimana trading dieksekusi dan bagaimana pasar berperilaku secara real time, di mana berita, peningkatan volatilitas, dan ketidakstabilan aliran likuiditas turut berperan.Biaya Tersembunyi di Balik Setiap Trading
Biaya yang paling signifikan terkait dengan bagaimana trading dieksekusi dan bagaimana pasar berperilaku secara real time. Selama periode volatilitas atau likuiditas rendah:- spread dapat melebar secara tak terduga;
- kecepatan eksekusi mungkin melambat;
- order mungkin dieksekusi pada harga yang berbeda dari yang diharapkan.
Mengapa Biaya Ini Penting Seiring Berjalannya Waktu
Strategi jarang gagal karena trading tunggal jika trader mematuhi aturan manajemen risiko dengan ketat. Strategi menjadi tidak efektif dan secara bertahap memburuk seiring dengan akumulasi inefisiensi kecil, seperti komisi, volatilitas, dan spread yang lebar. Titik entri yang buruk di sini, sedikit slippage di sana, spread yang melebar pada momen utama dan saat rilis berita ekonomi. Faktor ini mengubah keseimbangan statistik suatu sistem dan pada akhirnya bisa membuatnya tidak efektif. Seiring waktu, faktor ini bisa mengubah strategi yang terlihat menguntungkan di atas kertas menjadi strategi yang sulit diterapkan dalam trading nyata karena adanya biaya eksternal. Ini mengapa para trader profesional tidak hanya mengevaluasi logika dan efektivitas strategi mereka, tetapi juga lingkungan trading dan kondisi pasar pada suatu waktu tertentu untuk menentukan efektivitasnya dalam jangka menengah.Di Mana Para Trader Sering Salah
Banyak trader meremehkan ketentuan eksekusi order dan fokus pada faktor sekunder. Kesalahan umum meliputi:- memilih broker berdasarkan saham daripada ketentuan trading;
- mengabaikan kecepatan eksekusi order dan kualitas/kedalaman likuiditas;
- trading agresif selama periode volatilitas tinggi tanpa penyesuaian risiko;
- menguji strategi dalam kondisi yang tidak realistis.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda