Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Musik Padang: Menggali Kekuatan Emosional dan Identitas Budaya

Musik Padang: Menggali Kekuatan Emosional dan Identitas Budaya

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
28 Desember 2023, 18.03 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Musik Padang: Menggali Kekuatan Emosional dan Identitas Budaya

JurnalPost.com - Siapa yang pernah mendengarkan meriahnya musik-musik khas Sumatera Barat? Musik tradisional Padang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya dan unik. Musik ini mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan musik tradisional daerah lain. Alat-alat musik yang sering digunakan untuk meriahkan musik tradisional Sumatera Barat yang populer adalah rebana, talempong, saluang, serunai, dan aguang. Kelima alat musik ini sangat erat kaitannya dengan budaya Minang. Keunikan musik tradisional Padang tidak hanya terletak pada alat musiknya saja, namun juga pada ritme dan melodi yang dimainkan. Musik ini sering digunakan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, upacara adat, serta pertunjukan seni dan budaya. Selain itu, musik tradisional Padang juga mempunyai nilai sosialisasi budaya yang tinggi. Melalui lagu daerah, masyarakat Padang dapat mengungkapkan rasa syukur, suka maupun duka menghadapi berbagai kejadian dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah Musik Tradisional Sumatera Barat Pada tahun 1870 imigran dari Arab dan Mesir masuk Hindia Belanda melalui Terusan Suez membawa alat musik Gambus dan memainkan Musik-musik Arab dan Melayu seperti Qasidah dan Gurindam dimainkan di Sumatera Barat seiring dengan jalannya penyebaran agama Islam di daerah tersebut. Lalu pada tahun 1955 munculah Musik-musik Minang modern, dengan itu sudah jauh berubah dengan asalnya sebagai Qasidah, dikarenakan perkembangan zaman yang sudah modern ini bukan lagi menyanyikan syair Gurindam, namun sudah lebih berkembang sebagai alat musik pengiring tarian tradisional Sumatera Barat dan juga musik hiburan, dan juga kini sayangnya perkembangan zaman menyebabkan musik tradisional Sumatera Barat semakin terpinggirkan oleh musik modern. Dengan berkembangnya teknologi elektronik setelah tahun 1950, speaker, gitar elektrik, bahkan perkembangan keyboard mulai diperkenalkan. Generasi muda lebih tertarik pada musik populer luar negeri dibandingkan mempelajari dan melestarikan musik tradisional sendiri.

IKLAN

Genre Musik Tradisional Sumatera Barat Musik tradisional Padang memiliki beberapa genre unik dengan ciri khasnya masing-masing. Salah satu genre musik tradisional Padang yang paling terkenal adalah Saluang jo sangang. Genre ini menggunakan alat musik saluang, khususnya seruling bambu, yang dimainkan dengan menggabungkan suara merdu saluang, seruling bambu, dengan irama sangang, alat musik perkusi yang terbuat dari kulit sapi. Saluang Jo Sangang menggambarkan keindahan alam dan keseharian masyarakat Minangkabau. Tarian-tarian tradisional dari Sumatera Barat juga diiringi dengan keindahan saluang (seruling bambu). Salah satu alasan mengapa genre Saluang Jo Sangang layak untuk ditelusuri dan dilestarikan adalah persentuhan budayanya. Ini merupakan bagian penting dari budaya Minangkabau, yang memiliki warisan dan sejarah yang kaya. Dengan memahami dan mengapresiasi genre-genre tersebut, kita dapat lebih memahami tradisi, nilai-nilai, dan gaya hidup mereka. Dengan itu, genre Saluang Jo Sangang juga menampilkan kesenian dan keterampilan para pemainnya. Musisi yang memainkan alat musik ini telah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menguasai keterampilan dan menyempurnakan tekniknya. Kemampuan mereka dalam menciptakan melodi yang indah hanya dengan menggunakan seruling bambu dan kendang kulit sapi sungguh luar biasa.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Apalagi Genre Saluang Jo Sangang memberikan hiburan dan kenikmatan baik bagi penduduk lokal maupun wisatawan. Ritmenya yang hidup dan nada-nadanya yang catchy menular, sehingga mustahil untuk tidak menyentuh kaki Anda atau bergoyang mengikuti alunan musik. Genre ini juga semakin populer di luar batas Sumatera Barat karena telah dipertunjukkan di berbagai festival budaya di seluruh Indonesia.

Selain genre Saluang jo sangang, ada juga genre Talempong yang diiringi dengan alat musik talempong. Alat musik talempong terbuat dari campuran timah putih, besi putih, dan campuran tembaga lalu dimainkan dengan cara dipukul dengan kayu kecil (stik). Bunyi talempong mampu meramaikan suasana kemeriahan saat menyambut pengunjung. Genre ini biasanya dimainkan dalam acara-acara adat seperti pernikahan atau upacara adat lainnya. Salah satu alasan utama mengapa Genre Talempong harus dibudayakan dan dilestarikan adalah kemampuannya untuk menghubungkan orang-orang dengan iramanya. Melalui irama ketukan dan melodi yang merdu, bercerita tentang sejarah, tradisi, dan nilai-nilai masyarakat Minangkabau. Ini berfungsi sebagai pengingat perjuangan dan kemenangan nenek moyang mereka, menumbuhkan rasa bangga dan identitas di kalangan generasi muda.

IKLAN

Apalagi Genre Talempong telah mendapat pengakuan internasional atas nilai seninya. Melodinya yang rumit dan ritmenya yang kompleks telah memikat penonton di seluruh dunia. Dengan melestarikan genre ini, kita dapat menampilkan kekayaan keragaman budaya Indonesia kepada komunitas global.

Ada juga genre Rabab Pasisia, yaitu genre musik tradisional Padang yang menggunakan alat musik rabab. Genre Rabab Pasisia adalah salah satu genre musik tradisional yang berasal dari daerah Pasaman, Rabab Pasisia biasanya dimainkan dalam pertunjukan seni seperti randai atau tarian tradisional Minangkabau. Genre Rabab Pasisia memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang membuatnya layak untuk dijelaskan, Alunan melodi yang dihasilkan oleh rabab mampu menghipnotis pendengarnya dan membawa mereka ke dalam suasana yang mendalam. Musik ini juga memiliki ritme yang kuat dan energik, sehingga mampu membangkitkan semangat dan emosi pada pendengarnya.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Rabab Pasisia mencerminkan identitas budaya dari daerah Pasaman. Dengan melestarikan genre ini, kita dapat menjaga keberagaman budaya Indonesia serta menghormati warisan nenek moyang kita.

Dengan adanya berbagai genre musik tradisional Padang ini, kita dapat melihat betapa kaya dan beragamnya budaya masyarakat Minangkabau. Musik tradisional Padang bukan hanya sekedar hiburan semata, tetapi juga merupakan bagian penting dari identitas dan kebudayaan masyarakat Minangkabau. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melestarikan dan mengapresiasi genre-genre musik tradisional Padang ini agar tidak punah dan tetap menjadi bagian dari warisan budaya yang berharga.

Oleh: Zsa Zsa Tsabita Mizhari Mahasiswi Sastra Jepang Universitas Andalas Padang 2023/2024

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/musik-padang-menggali-kekuatan-emosional-dan-identitas-budaya/63434/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 04.29 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pilihan Editor

  1. 1 Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan
  2. 2

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  3. 3

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. 4

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.