Jakarta, JurnalPost.com — Komunitas Muda Itu Kita menyatakan dukungannya terhadap langkah Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) dalam menetapkan batas tegas terhadap praktik pelecehan, khususnya di ruang digital. Dukungan ini disampaikan dalam forum diskusi bertajuk “Ruang Digital yang Aman untuk Perempuan: Antara Hak, Batas, dan Realitas Politik”yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Kartini.
Founder Muda Itu Kita, Maretsa Gea, menegaskan bahwa keamanan digital merupakan fondasi penting bagi pemberdayaan perempuan di era modern. Menurutnya, tanpa ruang digital yang aman, partisipasi perempuan akan terus dibatasi oleh ancaman, intimidasi, dan normalisasi perilaku yang merugikan.
“Ruang digital hari ini bukan lagi sekadar ruang tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, batasan yang tegas terhadap pelecehan harus ditegakkan, baik secara sosial maupun hukum,” ujar Maretsa. Ia juga mengapresiasi inisiatif PP AMPG yang dinilai berhasil mengangkat isu ini ke ruang publik dengan pendekatan kolaboratif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, legislatif, hingga lembaga independen. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan inklusif.
Wakil Ketua Umum PP AMPG Bidang Perempuan, Perlindungan Anak, dan Budaya, Benazir Komarudin, menegaskan bahwa isu perlindungan perempuan di ruang digital harus menjadi bagian dari agenda strategis. “Semangat Kartini untuk kesetaraan gender hari ini tidak hanya milik perempuan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menciptakan ruang yang adil dan aman. Hal ini tercermin dari diskusi hari ini yang sekitar 60 persen pesertanya adalah laki-laki,” kata Benazir.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber juga menyoroti bahwa pelecehan di ruang digital kerap kali tidak disadari sebagai bentuk kekerasan, terutama ketika dibungkus dalam bentuk candaan atau komentar yang merendahkan. Padahal, dampaknya nyata terhadap korban, mulai dari menurunnya rasa aman hingga gangguan kesehatan mental.
Muda Itu Kita menilai penting adanya kesadaran kolektif untuk menghormati batasan di ruang digital, termasuk dalam berkomunikasi dan berinteraksi di media sosial. Selain itu, edukasi sejak dini, terutama kepada generasi muda, dinilai menjadi langkah strategis untuk mencegah terjadinya kekerasan berbasis gender di masa depan.
Sebagai hasil diskusi, peserta mendorong penguatan pendidikan seksual sejak dini, peningkatan literasi digital, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman. PP AMPG bersama peserta juga menghasilkan pernyataan bersama sebagai langkah konkret untuk mendorong ruang digital dan dunia politik yang aman, inklusif, dan berkeadilan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Muda Itu Kita turut bergabung dalam pernyataan bersama tersebut. Pernyataan ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk memastikan ruang digital menjadi tempat yang aman bagi semua. “Kami percaya bahwa potensi perempuan Indonesia tidak boleh terhambat oleh ancaman di ruang digital. Sudah saatnya kita bersama-sama menetapkan batas, bersikap tegas, dan menciptakan ruang yang saling menghormati,” tutup Maretsa.
Dengan momentum Hari Kartini, kolaborasi antara organisasi kepemudaan, komunitas, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat gerakan bersama dalam melawan pelecehan serta memastikan ruang digital menjadi tempat yang aman dan inklusif bagi semua.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda