SEMARANG, JurnalPost.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Semarang secara resmi menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kota Semarang dalam menginisiasi transisi menuju angkutan umum berbasis listrik.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo, dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Hotel Santika Premiere hari ini.
Menurut Bambang, modernisasi armada bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga eksistensi pengusaha angkutan di tengah persaingan moda transportasi yang semakin ketat.
"Kami di Organda menyadari sepenuhnya bahwa keluhan masyarakat soal 'bus cumi-cumi' atau armada yang sudah tua adalah kenyataan lapangan yang harus kami perbaiki. Kami mendukung penuh transisi ke bus listrik, namun dengan catatan: operator lokal harus menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton," tegas Bambang Pranoto Purnomo.
Dalam diskusi tersebut, Bambang menekankan tiga poin krusial agar modernisasi ini berjalan beriringan dengan kesejahteraan operator:
1. Kepastian Skema Pembiayaan: Organda meminta dukungan kebijakan anggaran dan pola pembiayaan yang terjangkau. "Investasi bus listrik itu tinggi di awal. Kami butuh dukungan perbankan dan subsidi pemerintah agar para pengusaha lokal sanggup melakukan pengadaan tanpa harus gulung tikar," tambahnya.
2. Kesiapan Infrastruktur Pengisian Daya (Charging Station): Transisi ke tenaga listrik memerlukan kesiapan depo dan titik pengisian daya yang strategis. Organda mendorong kolaborasi dengan PLN agar infrastruktur ini tersedia di titik-titik simpul operasional bus dan feeder.
3. Peningkatan Kesejahteraan & Skill Awak Angkutan: Modernisasi bus harus dibarengi dengan modernisasi perilaku. Organda berkomitmen melakukan pembinaan intensif agar tidak ada lagi supir yang ugal-ugalan. Dengan bus listrik yang canggih, pengemudi harus memiliki keahlian teknis yang lebih tinggi dan jaminan kesejahteraan yang lebih baik agar standar pelayanan (SPM) terjaga.
Menuju Integrasi Berkelanjutan Bambang juga menyoroti pentingnya peran feeder (angkutan pengumpan) dalam ekosistem bus listrik ini. Ia berharap program elektrifikasi tidak hanya menyasar koridor utama, tetapi juga mulai menyentuh angkutan pengumpan yang masuk ke wilayah pemukiman.
"Kami ingin agar brand Trans Semarang tetap dicintai warga. Dengan bus listrik yang bersih, senyap, dan nyaman, kami yakin minat masyarakat untuk kembali naik angkutan umum akan meningkat drastis. Ini adalah momentum bagi operator lokal untuk naik kelas," pungkasnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda