Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Moderasi Beragama Menciptakan Kesatuan lewat Budaya Sedekah bumi di Warungasem Batang

Moderasi Beragama Menciptakan Kesatuan lewat Budaya Sedekah bumi di Warungasem Batang

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
05 Juni 2023, 15.56 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Moderasi Beragama Menciptakan Kesatuan lewat Budaya Sedekah bumi di Warungasem Batang

JurnalPost.com - Bangsa indonesia adalah berisi keragaman budaya dengan sifat kemajemukannya. Meliputi perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi dan sebagainya. Dengan adanya perbedaan tersebut bukan menjadi alasan untuk tidak bersatu melaikan dengan adanya perbedaan akan mendikan kunci persatuan. Meskipun bukan negara agama, tetapi masyarakat lekat dengan kehidupan beragama dan kemerdekaan beragama sudah dijamin oleh konstitunsi, Sesuai sila pertama pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang diamana menjunjukan bahwa sistem negara ini berdasarkan prinsip, ajaran, dan tata nilai agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing menurut dasar manusia yang beradap.

Menjaga kesimbangan antara hak beragama dengan komitmen kebangsaan dan keberagaman budaya itu sendiri menjadi tantangan bagi setiap warga negara. Moderasi beragama menjadi perekat antara komitmen berbangsa dan beragama. Moderasi agama menjadi sarana untuk mewujudkan kemaslahatan kehidupan berbangsa yang harmonis dan keseimbangan kehidupan sosial untuk indonesia maju. Kata mederasi menurut KBBI berasal dari bahasa latin moderation, yang berarti kesedangan (kelebihan dan kekurangan).

IKLAN

Maka antara moderasi dan kata beragama, menjadi moderasi beragama ialah suatu istilah yang merujuk pada sikap mengurangi kekerasan, atau mengindari keekstreman dalam praktik. Moderasi beragama diharakapkan dapat diimplementasikan oleh warga negara indonesia agar terciptannya kerukunan dan harmonisasi antarumat beragama, intraumat beragama, dan antaraumat beragama dengan pemerintah.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Tradisi sedekah bumi yang ada di warungasem Batang dimana biasanya dilakukan dengan adanya acara tasyakuran dan acara wayang yang dilaksanakan oleh kepala desa (dahulu) dengan pertunjukan wayang tapi sekarang sudah berkembang yang dilakukan perdesa, dan hanya dilakukan dengan tasyakuran saja. Sedekah bumi dilakukan dimana sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap hasil bumi. Acara kegiatan sedekah bumi dilaksanakan pada setiap bulan legeno ( bulan Dzulqo’dah) pelaksanaanya dengan cara membuat nasi kuning dibentuk tumpeng yang dibuat malam hari yang diletakan dipojok tempat yang sudah ditentukan. Upaya masyarakat dalam menjaga tradisi ini dengan melestarikan yang masih dilakukan disetiap tahun lewat mushola-mushola masjid dan lain sebagainya.

Dari pemaparan tradisi sedekah bumi diatas melibatkan persembahan hasil pertanian yang mereka lakukan. Tradisi ini berkaitan erat dengan ajaran agama yang mendorong umatnya untuk berbagi untuk saling berbagi dan saling peduli satu sama lain. Hubungannya dengan moderasi agama sebagai konteks sedekah bumi membantu memastikan bahwa praktik ini dilakukan tanpa bentuk fanatisme berlebihan. Sedekah bumi dilakukan dimana dengan wujud rasa syukur kita terhadap hasil bumi.

Salah satu nilai moderasi agama yang terkait dengan sdekah bumi adalah toleransi. Moderasi beragama sangat menghargai dan menghormati perbedaan dalam kehidupan beragama. Selain itu meoderasi agama juga melibatkan bahwa setiap individu memiliki kebebasan beragama yang harus dihormati. Praktik sedekah bumi tidak memaksa untuk mengapdosi keyakinan agama tertentu saja. Praktik ini mendorong untuk saling berbagi dalam hal kebaikan, dan mempererat hubungan sosial, dan mengurangi rasa ketegangan antara indivudu atau kelompok agama. Karena banyak manfaat dan dab silih bergantinya waktu dan pemahaman manusia serta toleransi diantara warga masyarakat menjadikan sedekah bumi tetap eksis menjaga tradisi. Sedekah bumi yang merupakan wujud syukur kedapa tuhan mempunyai benyak manfaat diantaranya adalah:

IKLAN

1. Sebagai tempat silaturahmi dan berkumpul warga, tidak setiap waktu bahkan diri kita mampu untuk berinteraksi terhadap seluruh warga desa. Baik karena kesibukan ataupun karena keterbatasan waktu dan tempat. Melalui acara sedekah bumi ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi cerita dan pengalaman serta dapat menambah harmonisasi tatanan kehidupan warga.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

2. Berbagi Rejeki melalui Makanan, setiap warga tentu tidak sama baik tingkat ekonomi maupun gaya hidupnya. Disinilah terjadi peleburan karena tidak membedakan status dan tinggi rendahnya ekonomi seseorang. setiap warga membawa makanan dan dapat bertukar dengan makanan lainnya. Dan tidak ada makanan yang mubah atau sia-sia karena makanan-makanan itu di bagikan kepada warga.

3. Mengenal budaya dan Kecerdasan para Leluhur, tidak di pungkiri bahwa jangkauan kecerdasan leluhur nusantara sangatlah luar biasa. bukan hanya di zamannya saja tapi hingga sekarang banyak tradisi yang dapat diterapkan dan mempunyai nilai manfaat. Dalam memberikan pesan para leluhur tidak dalam wujud tulisan atau ucapan secara langsung, melainkan justru dalam simbol-simbol yang memiliki makna dan nilai-nilai kearifan lokal. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil melalui simbol tumpeng, gunungan, cabai, kedelai, sega kuning dan berbagai macam jenis hasil bumi yang mempunyai arti tersendiri.

4. Menghargai leluhur, inilah yang seringkali lupa. Dengan mengenal tradisi sedekah bumi maka kita secara tidak langsung berupaya untuk menghargai ide dan gagasan para leluhur. Nabi Muhammad adalah orang arab dan diapun juga menghargai leluhurnya bangsa arab, walaupun tentu pada saat itu belum beragama islam. Barangkali itu yang bisa diterapkan juga di nusantara kita ini. Leluhur kita adalah mereka yang telah melahirkan dan membesarkan kita dengan penuh pengorbanan. Tanpa leluhur tentu kita takkan pernah ada,hingga suatu kewajiban kita untuk tetap menghargai para luluhur. Bagi Muslim Indonesia, Kita adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukanlah orang islam yang hanya numpang di Indonesia. Dan saya kira Islam itu agama yang sangat Universal dan membawa rahmatan lil ngalamin, bukannya sebaliknya yang mengajar kemungkaran, kerusakan ataupun ketidak tenangan di bumi nusantara. Sedekah bumi ada dan akan tetap di jaga dari generasi tua hingga muda. Keberadaanya mampu menjadi spirit warga untuk tetap bekerja dan berkarya. Melalui tanda syukur menjadikan manusia ingat atas keterbatan kemampuannya serta makin taat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Moderasi agama juga mendorong kesadaran akan tanggung jawab terhadap lingkungan dan alam semesta. Sedekah bumi melibatkan penghargaan terhadap hasil alam dan lingkungan sekitar kita. Agama-agama melarang. Dengan demikian, moderasi agama memiliki hubungan yang erat dengan tradisi sedekah bumi. Praktik sedekah bumi yang digerakkan dengan semangat moderasi agama membantu membangun kerukunan sosial, menghormati keberagaman, dan menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan sesama, lingkungan, dan Tuhan.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Olhe: Eka zahrina khairani mahasiswa UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/moderasi-beragama-menciptakan-kesatuan-lewat-budaya-sedekah-bumi-di-warungasem-batang/51730/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.33 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia
  2. 2

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. 3

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. 4

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  5. 5

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.