Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. MODERASI BERAGAMA DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME PADA GENERASI MUDA

MODERASI BERAGAMA DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME PADA GENERASI MUDA

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
01 Juni 2023, 11.00 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
MODERASI BERAGAMA DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME PADA GENERASI MUDA

Oleh: Kartika Sulistioningrum, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

JurnalPost.com - Di era modern saat ini banyak berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang dapat memunculkan segala macam aliran pemahaman, baik yang moderat sampai yang radikal.

IKLAN

Pada era digital ini diyakini semakin meningkatnya radikalisme pada generasi muda indonesia. Penyebaran paham keagamaan dan arus informasi lewat media sosial banyak mempengaruhi pemahaman agama pada generasi muda sebagai salah satu pengguna media sosial.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Adanya pemahaman radikalisme di masyarakat ini menjadi tanggungjawab bersama dalam menyaring berbagai informasi yang diterima. Munculnya gerakan radikal terjadi karena kurangnya pehamahan agama, dan menjadi tantangan umat islam serta masyarakat umum.

Indonesia menjadi salah satu negara mayoritas muslim terbanyak dan memiliki beragam agama, adat istiadat, suku dan budaya yang menjadi sorotan dalam hal moderat. Sebagian kalangan melihat indonesia adalah negara yang mampu membuat kehidupan antar umat beragama yang rukun serta toleran dan bisa menjaga keutuhan dari perpecahan yang terjadi akibat konflik sosial keagamaan.

Oleh sebab itu perlunya moderasi  beragama dan cara dalam pemahaman beragama itu sendiri agar terhindarnya dari sikap radikalisme. Moderasi beragama juga diperlukan untuk dijadikan penengah antara keanekaragaman diantara pemeluk agama untuk dapat memilih jalan tengah diantara keragaman, bertoleran tetapi juga tetap berpegang teguh pada ajaran agamanya sendiri.

Radikalisme merupakan suatu paham yang menginginkan pembaharuan dan perubahan sosial politik secara drastis dengan cara kekerasan yang di dukung oleh sikap ekstrem. Radikalisme dapat diartikan juga sebagai aksi penolakan gerakan sosial terhadap aturan yang berlaku dan didorong kuat untuk menentang dan bermasalah dengan pihak yang memiliki wewenang dalam kekuasaan dengan tidak memberikan toleransi terhadap kelompok yang bertentangan dengan mereka melalui sikap ekstrem.

Agen BRI link
Baca Juga

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Munculnya sikap ekstrem sendiri salah satu faktornya adalah saat seseorang menolak berpikir terbuka dan hanya membenarkan dirinya sendiri, serta tidak menerima kebenaran tafsir lainnya. Faktor pemicu lainnya bisa bersumber dari faktor Ideologi dan non-ideologi, non-ideologi seperti dendam, ketidakpercayaan terhadap sesuatu, sakit hati, dan lain sebagainya.

Pada generasi muda sendiri perkembangan radikalisme sangat dipengaruhi oleh faktor ideologi, apalagi yang memiliki akses berbagai organisasi baik skala nasional maupun transnasional. Dari organisasi tersebut bisa saja menjadikan suattu kelompok  memiliki sikap intoleran, tidak akomodatif terhadap budaya, pendekatan yang digunakan melalui kekerasan, dan tidak memiliki komitmen kebangsaan.

Paham Radikalisme ini juga telah sampai pada dunia pendidikan. Dari media elektronik dan surat kabar telah menyatakan adanya paham radikalisme ini telah sampai pada kalangan para mahasiswa yang juga berperan sebagai generasi muda. Beberapa perguruan tinggi telah terpapar paham radikalisme sejak dulu meskipun sudah diupayakan menghalau paham tersebut tetapi belum bisa diwujudkan. Mahasiswa perguruan tinggi umum terlalu mudah untuk terkena paham radikal ini dibanding Mahasiswa perguruan tinggi Keagamaan Islam.

IKLAN

Dilihat dari sudut pandang Mahasiswa perguruan  umum cenderung memaknai dan mengartikam agama secara dasar dan hanya hitam putih, dibanding dengan mahasiswa Perguruan Islam yang mendapatkan pemahaman dari beragam ilmu dan mendapat ajaran islam yang mempunyai kecenderungan sikap terbuka yang dihubungkan oleh berbagai pandangan dalam memahami ajaran islam tersebut. Upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pencegahan radikalisme pada generasi muda salah satunya dengan adanya Moderasi beragama.

Dari Ruang Rapat ke Pembelajaran
Baca Juga

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Moderasi secara bahasa berasal dari bahasa latin yang berarti "Sedang" (dalam artian tidak berlebihan atau seimbang dan tidak juga kekurangan). Didalam KBBI ditemukan dua pengertian arti kata Moderasi, yaitu penghindaran dari kekerasan dan pengurangan kekerasan.

Pengertian dari sikap Moderat itu sendiri diartikan jika seseorang itu tidak bersikap berlebihan dalam arti wajar dan tidak ekstrem. Moderasi Beragama dapat dipahami sebagai sikap dalam beragama yang seimbang baik secara Inklusif (penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang memiliki keyakinan berbeda) dan Eksklusif (pengalaman agama sendiri).M

oderasi adalah serangkaian tindakan budaya yang bertujuan untuk perdamaian dan keseimbangan, menanggapi perubahan dan perbedaan identitas, baik identitas agama dan budaya. Keseimbangan ditemukan dalam kelompok yang terdiri dari beberapa bagian yang bekerja menuju tujuan tertentu. Perlu digaris bawahi bahwa keseimbangan tidak membutuhkan kesetaraan.

Dapat dikatakan bahwa keseimbangan jalan tengah dalam praktik keagamaan pasti mencegah kita dari hanyut ke ekstrem dan fanatisme dalam beragama. Moderasi beragama adalah cara yang baik untuk menghindari jatuh ke dalam perangkap dua ekstrem. Moderasi beragama merupakan solusi konkrit bagi Indonesia yang merupakan negara majemuk dan beragama.

Konsep moderasi, atau "wassatiyyah", seharusnya menjadi landasan politik melawan narasi radikal agama. Moderasi beragama sangat penting untuk menghindari paham radikal dan ekstremisme dalam ajaran beragama. Moderasi beragama di Indonesia merupakan upaya untuk mencegah paham radikal, karena sikap moderat paling cocok untuk Indonesia yang memiliki keberagaman.

Sikap moderat ini juga penting untuk generasi penerus demi memajukan bangsa di masa depan dengan menanamkan nilai-nilai moderat yang diperlukan agar tidak terpapar radikalisme. Langkah konkrit dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada generasi muda salah satunya dengan pendidikan agama Semangat kebangsaan dan kebebasan beragama harus dijaga di antara seluruh anak bangsa, terutama di kalangan pelajar yang akan menjadi generasi penerus bangsa.

Moderasi beragama dapat menjadi penghubung antara antusiasme beragama dan komitmen nasional. Dengan moderasi beragama, terwujud kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, damai, toleran, dan bermartabat, yang harus diteruskan dalam segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kehadiran moderasi beragama berperan sebagai mediator antar keberagaman, dimana pemeluk agama dapat menempuh jalan tengah dan solusi untuk menghindari radikalisme di tengah perbedaan interpretasi, bersikap toleran dan tetap memegang esensi ajaran agamanya.

Moderasi Beragama dilakukan untuk menghindari dari sikap ekstrem dan fanatisme dalam beragama. Sikap ini juga harus diterapkan pada generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa selanjutnya dengan cara penanaman nilai nilai moderat untuk terhindar dari paham radikalisme.

Indonesia bukanlah negara yang religius, namun nilai-nilai religi harus dijaga dan dipupuk, dipadukan dengan nilai budaya dan kearifan lokal. Melalui moderasi, agama juga wujud dari ekspresi cinta kepada Tuhan dan sesama, sehingga seseorang dapat mencapai kehidupan yang damai.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/moderasi-beragama-dalam-pencegahan-radikalisme-pada-generasi-muda/51214/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 17.59 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pilihan Editor

  1. 1 Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan
  2. 2

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  3. 3

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  4. 4

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  5. 5

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.