JurnalPost.com - Global Warming? Kata yang kerap menjadi isu di berbagai dunia baik beredar melalui media sosial ataupun media elektronik. Problematika global warming kian memuncak seiring dengan berkembangnya teknologi, industri dan lain sebagainya. Jika global warming terus terjadi di tiap belahan dunia maka bumi ini akan terus mengalami suhu yang meningkat. Lalu apa sih upaya yang bisa dilakukan?
Sebelum mengkaji lebih lanjut, terlebih dahulu harus mengetahui apa itu global warming? Jadi, global warming adalah keadaan dimana temperatur suhu bumi mengalami peningkatan yang terjadi secara global di seluruh penjuru dunia. Isu global warming di duga berasal dari efek rumah kaca. Efek ini adalah fenomena yang terjadi dimana gas-gas tertentu pada atmosfer bumi menyerap kembali panas ke permukaan sehingga temperatur suhu bumi menjadi lebih tinggi.
Sebenarnya efek rumah kaca memiliki dampak positif bagi atmosfer. Karena mampu menjaga kestabilan temperatur suhu di bumi sehingga bisa dijadikan sebagai tempat tinggal makhluk hidup. Jika tidak ada sejumlah gas dari efek rumah kaca maka bumi ini akan mengalami temperatur suhu yang dingin. Namun dibalik semua itu, pada kenyataannya efek rumah kaca yang dihasilkan di bumi terlalu berlebihan mulai dari gas karbon dioksida, metana lainnya. Di duga bahwa gas tersebut bersumber dari industri pabrik, pembakaran hutan, polusi kendaraan dan penumpukan sampah. Sehingga mampu memicu pemanasan global secara berlebihan akibat dari penggunaan efek rumah kaca.
Dampak dari global warming tentu akan dirasakan oleh seluruh makhluk hidup yang tinggal di bumi. Hal itu menjadi sebab akibat dari adanya aktivitas manusia dalam penggunaan efek rumah kaca yang kian meningkat dalam beberapa waktu ini. Berikut ini adalah dampak yang ditimbulkan dari adanya global warming :
1. Bagi ekosistem laut. Di dalam perairan air laut terdapat makhluk hidup yang tinggal seperti ikan, kepiting, moluska, alga dan lainnya. Dampak dari global warming berakibat musnahnya populasi makhluk hidup yang tinggal di dalam laut. Ketika isu global warming terus mengalami peningkatan maka besar kemungkinan manusia akan kehilangan sumber daya makanannya.. Hal lain yang bisa ditimbulkan adalah terjadinya banjir atau tsunami di berbagai belahan dunia.
2. Bagi pertanian. Tanaman memerlukan sumber air yang cukup untuk kelangsungan hidupnya, bila terjadi global warming dapat mengalami perubahan curah hujan. Akibatnya tanaman yang tidak mampu beradaptasi akan mengalami kekeringan dan kematian.
3. Bagi hewan. Global warming akan mengakibatkan migrasinya hewan ke tempat yang lebih nyaman atau berpindah ke dekat pemukiman penduduk. Jika hal tersebut terjadi akan membuat keresahan bagi masyarakat yang terkena dampaknya. Bahkan hal buruk yang bisa terjadi adalah kepunahan bagi hewan yang tidak bisa beradaptasi dengan suhu yang makin panas.
4. Bagi sumber air. Global warming yang berkepanjangan akan menyebabkan kekeringan sehingga tidak ada sumber air yang bisa digunakan untuk kelangsungan makhluk hidup. Dengan berkurangnya sumber air akan membuat ketidakstabilan di bumi, sehingga mengalami dampak yang sangat merugikan.
5. Bagi iklim. Dengan terjadinya global warming maka rentan terjadinya bencana alam seperti banjir yang diakibatkan oleh curah hujan yang meningkat. Hal lainnya adalah fenomena angin topan atau badai.
Dampak-dampak tersebut sering muncul dalam beberapa waktu belakangan ini. Berarti global warming yang terjadi cukup parah di bumi. Untuk mengatasinya perlu upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat yang tinggal di bumi. Agar selama keberlangsungan hidup nya tidak mengalami fenomena-fenomena akibat dari global warming yang bisa merugikan.
Berbagai macam upaya telah dilakukan oleh pihak-pihak yang peduli dengan lingkungan. Seperti dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Ini dapat dicapai dengan beralih ke sumber energi lain seperti tenaga surya serta meningkatkan efisiensi energi dalam industri, transportasi dan rumah tangga.
Upaya lain yang bisa dilakukan yaitu dengan menghemat energi dalam penggunaan peralatan elektronik baik di rumah atau tempat bekerja. Hal sederhana lainnya adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang beremisi tinggi dan mendorong penggunaan sepeda atau berjalan kaki. Pemerintah dalam hal ini turut andil dengan membangun infrastruktur yang mendukung transportasi berkelanjutan seperti membuat jalur khusus sepeda dan pejalan kaki.
Para peneliti mengungkapkan bahwa penyebab utama yang berdampak besar terhadap global warming adalah perkembangan industri pabrik. Pabrik-pabrik industri sering kali menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca. Bahkan tak jarang terjadi perubahan penggunaan lahan dari pertanian/perkebunan menjadi pembukaan untuk lahan pabrik. Penyebab yang paling berpengaruh adalah pada polutan seperti sulfur dioksida dan senyawa organik lainnya yang dapat mempengaruhi kualitas udara dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Para pemilik pabrik memiliki tanggungjawab penuh untuk memperbaiki tatanan terhadap kelangsungan hidup di bumi. Diperlukan upaya untuk mengurangi emisi karbon yang menyebar di udara. Seperti dengan menggunakan teknologi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Peranan pemerintah dalam hal ini bisa dilakukan dengan memperketat regulasi terkait lingkungan. Termasuk batasan emisi gas rumah kaca, standar kualitas udara dan air, dan tindakan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan.
Upaya-upaya tersebut dapat terlaksana secara maksimal apabila setiap tindakannya berlangsung signifikan. Bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dalam mengatasi permasalahan global warming. Melainkan semua manusia berkewajiban untuk menjaga lingkungan sekitar yang bisa dimulai dengan tindakan kecil seperti lingkup rumah. Jika tidak dilakukan dari sekarang maka global warming akan terus berlanjut hingga masa mendatang.
Oleh: Melia Puspita Mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prodi : Pendidikan Biologi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda