Oleh: M. Gilang Ramadhan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
JurnalPost.com - Umat islam Sebagian besar dipenjuru dunia memiliki suatu tradisi atau budaya yang khas disetiap daerah misal diberbagai wilayah Indonesia. Pada waktu tertentu dapat dilakukan dan dilaksanakan adat tersebut contoh saja Ketika bulan syawal, ada yang namanya tradisi syawalan. Syawalan ini mencangkup berbagai perayaan atau ungkapan rasa syukur melalui berbagai tradisi masing masing daerah.
Istilah syawalan pada daerah tertentu bisa berbeda beda. Dipekalongan sendiri ada 5 acara syawalan salah satunya melalui balon udara yang sudah ada sejak lama. Hal ini mesti kita pertahankan karena dalam tradisi balon udara ada terselip nilai nilai ajaran islam didalamnya tentunya untuk diterus lestarikan serta dikembangkan Bersama.
Syawalan di kota pekalongan ini terletak di daerah kraton tepatnya di stadion Hoegeng kota pekalongan jawa tengah.festival ini biasanya dilakukan 7 hari setelah hari raya idul fitri dengan 90 an lebih peserta dari berbagai daerah yang ada di pekalongan dan sekitarnya. Ini merupakan hal signifikan dalam partisipasi peserta pada kegiatan festival 2023 tersebut. Perayaan ini dibuat untuk mencegah atau meninimalisir peredaran balon udara Ketika waktu tersebut oleh pihak pemerintah pekalongan dan pihak penerbangan Air nav.
Penyelenggaraan ini memang di adakan oleh pihak pemerintah kota yang bekerja sama dengan pihak penerbangan yakni Airnav. Ini bukan yang pertama kali namun sudah beberapa tahun berjalan. Adanya festival ini juga dinilai sebagai mengurangi jumlah balon udara petasan yang tahun sebelumnya ada. Ini salah satu upaya pemerintah kota guna mengurangi jumlah balon udara petasan terbang Ketika syawalan datang. Selain itu, polisi juga biasanya menyidak tempat atau daerah yang kerap menerbangkan balon dengan petasan tersebut.
Dari permasalahan diatas perlu kita mengambil solusi terkait festival balon udara tersebut dengan tetap meningkatkan pelestarian budaya atau tradisi sebagai umat Muslim tanpa mengurangi rasa semangat menjalakan kearifan lokal ini.oleh sebab tersebut saya mengadakan wawancara terhadap salah satu penonton festival balon udara di Hoegeng tersebut.
Seorang yang saya wawancarai ini Bernama imam muttaqin(20) menyampaikan pendapatnya tentang sebuah idenya sebagai penikmat juga pengamat balon udara tuturnya, kegiatan festival ini sudah bagus tapi akan lebih baik apabila pemerintah kota pekalongan melakukan pedekatan kepada kelompok kelompok yang masih menerbangkan balon liar di sekitar pekalongan dinilai pemkot pekalongan dengan pihak Airnav bisa mengganggu penerbangan udara diatas.
Lanjut tuturnya pemkot sebaiknya pemerintah serta pihak Airnav merangkul kelompok tersebut dengan menggratiskan kegiatan festival tersebut juga diberi hadiah yang sepadan atas kerelaan mereka tidak menggunakan balon udara dengan petasan yang sudah membudaya disisni. Apabila pemerintah berhasil menerapkan ide ini kemungkinan nantinya tetap jadi tradisi yang digandrungi masyrakat dengan berinovasi serta menciptakan sebuah ide solusi yang dijalan tersebut tanpa mengurangi esistensi serta makna yang termuat dalam nilai islam yang ada pada tradisi balon udara (festival) tersebut.
Ide inovasi tadi diharapkan mampu mempertahakan tradisi budaya balon udara Setiap syawalan dengan menjamin aspek keselamatan dengan menambah sisi estetika balon udara serta diberikan hadiah berupa hadiah sebagai pengganti atas kekecewaan jika nantinya balon udara plastic petasan tergantikan dengan festival balon itu.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda