Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Tradisi Udik Udikan Hujan duit di Pekalongan

Tradisi Udik Udikan Hujan duit di Pekalongan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
09 Juni 2023, 17.01 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Tradisi Udik Udikan Hujan duit di Pekalongan
Tradisi Udik Udikan di depan rumah warga

Disusun oleh: Mila Rosalia Anggraeni Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalonga

Tradisi Udik Udikan di depan rumah warga

IKLAN

JurnalPost.com - Setiap daerah di Indonesia tentunya memiliki kebudayaan dan tradisinya masing masing, begitu juga dengan Jawa Tengah. Jawa Tengah dikenal dengan banyak kebudayaan dan tradisi yang dimilikinya, bahkan masih dilestarikan sampai saat ini oleh masyarakat setempat. Tradisi merupakan sebuah bentuk kegiatan positif yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama karna dinilai bermanfaat sehingga masyarakat pun melestarikannya hingga turun temurun. Salah satu contoh dari tradisi di Jawa Tengah khususnya daerah Pekalongan adalah "Udik-Udikan" atau bisa disebut tradisi "Menebar uang kepada warga sekitar".

Kisah Widji
Baca Juga

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Udik - Udikan adalah kegiatan menyebarkan uang koin ataupun uang receh kepada tetangga maupun masyarakat sekitar. Tujuannya bukan untuk menyombongkan diri, tetapi ini merupakan kegiatan untuk berbagi rezeki tetapi melalui cara yang menyenangkan. Tradisi ini banyak dilakukan oleh orang yang sedang memiliki hajat ataupun keinginan tertentu. Misalnya ingin membangun rumah, membeli motor, menikah, sunat, selametan bayi dan lain lain. Dan biasanya Tradisi ini dilakukan secara mendadak serta pengumumannya pun menyebar dadi mulut ke mulut.

IKLAN

Pembagian Sego bancaan

Selain uang receh, udik Udikan juga bisa berupa kertas yang kemudian didalamnya berisi tulisan doorprize ataupun hadiah. Sebelum udik Udikan tersebut dimulai, biasanya pada warga sudah berkumpul didepan rumah orang yg memiliki hajat. Peserta udik Udikan sendiri merupakan warga sekitar yang terdiri dari remaja, anak anak, ibu ibu , hingga orang tua . Ya, semua kalangan sangat menyukai acara udik Udikan ini tujuan utamanya karena kepengen uang yang dibagikan secara cuma cuma.

Sebelum dimulainya tradisi Udik Udikan, biasanya si pemilik hajat akan berdoa terlebih dahulu. Kemudian Udik Udikan mulai disebar ketika telah terdengar kata "Alhamdulillahi robbil alamin". Kemudian para warga pun berdesak desakan memperebutkan uang yg telah disebar tersebut. Kehadiran para tamu yang tidak dikenal pun sangat diperbolehkan untuk ikut serta mengambil uang yang berserakan ditanah. Uang yang disebar oleh pemilik hajat pun bermacam macam, contohnya uang Rp.100, Rp. 200, Rp. 500 dan Rp. 1000. Adapula yg berisi kertas bertuliskan hadiah doorprize.Penerima gulungan kertas itu bisa menukarkannya dengan hadiah yang sesuai tulisan di dalamnya. Selain itu, ada juga warga yang melepas ayam untuk diperebutkan dalam acara tersebut. Di Pekalongan, setelah acara udik Udikan selesai, biasanya orang yg mengadakan udik Udikan tersebut juga akan membagikan nasi bancaan. Nasi bancaan adalah semacam nasi selametan yg bungkusannya terbuat dari daun pisang yang dibentuk seperti mangkok. Isi dari nasi bancaan yaitu nasi putih, ikan asin, kluban, megono, tempe, telur dan kacang.

Kisah Narti
Baca Juga

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Tujuan dari budaya udik – udikan itu sendiri adalah sebagai rasa syukurkepada Allah SWT atas rejeki yang sudah diberikan dan hajat yang sudahdilancarkan serta disukseskan. Makna lainya ialah sebagai wujud berbagi dan bersedakah kepada sesama, khususnya kepada tetangga dekat. Namun sayangnya, budaya udik Udikan kini makin jarang ditemui di Pekalongan. Mungkin saja ini dikarenakan sebab modernisasi zaman, egosentris, dan keengganan seseorang mengeluarkan uang untuk berbagi. Oleh karena itu peran pemuda dalam melestarikan budaya udik Udikan ini sangat diperlukan. Agar generasi generasi setelah kita masih mengetahui apa itu udik Udikan dan sego bancaan. Dan supaya budaya udik Udikan tidak punah ditelan zaman.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tradisi-udik-udikan-hujan-duit-di-pekalongan/52548/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 13.16 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Pilihan Editor

  1. 1 Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur
  2. 2

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  3. 3

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  4. 4

    82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

  5. 5

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.