Gunungkidul, JurnalPost.com — Aktivitas pengolahan hasil pertanian di Desa Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, kini semakin terbantu melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin perontok dan mesin penggiling.
Teknologi tersebut diperkenalkan oleh Tim Dosen AKPRIND University sebagai bagian dari program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026 yang didukung pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan mesin bagi masyarakat. Tim dosen juga memberikan pendampingan agar petani dan pengelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) mampu mengoperasikan serta melakukan perawatan dasar terhadap peralatan tersebut secara mandiri.
“Teknologi hadir bukan untuk menggantikan peran masyarakat, tetapi untuk membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien, dan produktif.”
Membantu Proses Pengolahan Hasil Pertanian
Bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada sektor pertanian, waktu dan tenaga menjadi faktor penting dalam proses produksi. Tahapan perontokan maupun penggilingan yang masih dilakukan secara manual membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar, terutama ketika volume hasil panen meningkat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Tim Dosen AKPRIND University menerapkan mesin perontok dan mesin penggiling di Desa Bendung.
Mesin perontok yang digunakan memiliki motor penggerak sekitar 5,5 HP dengan kapasitas pengolahan hingga sekitar 200 kilogram per jam. Mesin tersebut dirancang untuk membantu mempercepat proses pemisahan hasil panen yang sebelumnya membutuhkan pekerjaan manual lebih lama.
Sementara itu, mesin penggiling menggunakan motor penggerak sekitar 5,5 HP dengan kapasitas sekitar 100 hingga 200 kilogram per jam. Penggunaan mesin membantu proses penggilingan berlangsung lebih cepat sekaligus menghasilkan ukuran hasil olahan yang lebih seragam.
Bagi petani, peningkatan kapasitas pengolahan tersebut dapat memberikan dampak langsung. Hasil pertanian dalam jumlah lebih besar dapat diproses dalam waktu yang lebih singkat sehingga tenaga kerja dapat digunakan untuk kegiatan produktif lainnya.
Teknologi Dibarengi Pelatihan Keterampilan
Salah satu perhatian utama dalam program PDB ini adalah memastikan teknologi yang diberikan benar-benar dapat digunakan oleh masyarakat.
Karena itu, Tim Dosen AKPRIND University tidak hanya menyerahkan atau memperkenalkan mesin, tetapi juga mengadakan demonstrasi dan praktik pengoperasian secara langsung.
Masyarakat diperkenalkan dengan berbagai bagian mesin, fungsi setiap komponen, prosedur menyiapkan bahan, tahapan pengoperasian hingga cara menghentikan mesin secara aman.
Setelah mendapatkan penjelasan, peserta diberi kesempatan mencoba mengoperasikan mesin dengan pendampingan dari tim.
Pelatihan turut mencakup aspek keselamatan kerja dan perawatan dasar. Masyarakat mendapat penjelasan mengenai cara membersihkan mesin setelah digunakan, memeriksa kondisi komponen tertentu, hingga menyimpan peralatan agar tetap dalam kondisi baik.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan mesin, tetapi juga kemampuan penggunanya dalam mengoperasikan dan merawat peralatan secara berkelanjutan.
Dengan pengalaman langsung selama pelatihan, masyarakat diharapkan tidak selalu bergantung pada pendamping ketika mesin digunakan dalam kegiatan pertanian sehari-hari.
Kerja Lebih Cepat dan Kapasitas Meningkat
Sebelum penerapan teknologi, sejumlah pekerjaan pengolahan hasil pertanian dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu relatif lebih lama dan tenaga yang lebih besar.

Kapasitas pengolahan pun terbatas karena sangat bergantung pada kemampuan tenaga manusia.
Setelah mesin digunakan, proses perontokan maupun penggilingan dapat dilakukan dalam waktu lebih singkat. Kebutuhan tenaga kerja menjadi lebih efisien dan jumlah hasil pertanian yang dapat diolah dalam satu periode kerja juga meningkat.
Perubahan lainnya terlihat dari keterampilan masyarakat.
Jika sebelumnya sebagian petani memiliki pengetahuan terbatas mengenai pengoperasian dan perawatan mesin, melalui pelatihan mereka mulai memahami prosedur penggunaan peralatan serta langkah-langkah perawatan dasar.
Dengan demikian, penerapan teknologi memberikan dua manfaat sekaligus, yakni meningkatkan efisiensi pengolahan hasil pertanian dan memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola teknologi.
Teknologi yang Memberdayakan
Program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Bendung dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pemberian bantuan peralatan.
Teknologi diperkenalkan bersama pengetahuan dan keterampilan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Masyarakat dilibatkan mulai dari proses pengenalan, praktik pengoperasian hingga perawatan mesin.
Konsep tersebut menjadi bagian penting dari penerapan teknologi tepat guna. Teknologi yang diberikan harus sesuai kebutuhan masyarakat, mudah digunakan serta mampu memberikan manfaat nyata dalam aktivitas sehari-hari.
Pemberdayaan pengguna juga menjadi faktor penting. Pengelola Gapoktan dan masyarakat diharapkan mampu mengoperasikan serta merawat mesin secara mandiri sehingga pemanfaatan teknologi tidak berhenti setelah program pendampingan selesai.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Desa
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Tim Dosen AKPRIND University dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dukungan pendanaan DPPM Kemdiktisaintek melalui skema Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026 memungkinkan proses penerapan teknologi dilakukan secara lebih terarah, mulai dari identifikasi kebutuhan, pengenalan teknologi hingga pendampingan kepada masyarakat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, Gapoktan dan petani turut menjadi bagian penting dalam program tersebut.
Keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan teknologi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan, bukan sekadar berdasarkan pendekatan teknis.
Melalui komunikasi antara tim akademisi dan masyarakat, mesin yang diterapkan diharapkan dapat mendukung aktivitas pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok tani.
Dari Desa Bendung untuk Pertanian yang Lebih Maju
Mesin perontok dan mesin penggiling mungkin terlihat sebagai teknologi yang sederhana. Namun, bagi masyarakat yang setiap hari bekerja di sektor pertanian, penghematan waktu dalam setiap tahap pengolahan hasil panen dapat memberikan dampak yang berarti.
Waktu kerja yang lebih singkat memungkinkan pekerjaan diselesaikan lebih cepat. Kapasitas pengolahan yang lebih besar juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk memproses hasil pertanian dalam jumlah lebih banyak.
Tidak kalah penting, masyarakat memperoleh keterampilan baru untuk mengoperasikan dan menjaga teknologi tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Bendung menunjukkan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak selalu harus dimulai dengan teknologi yang rumit.
Teknologi sederhana yang tepat, diterapkan sesuai kebutuhan dan disertai peningkatan keterampilan masyarakat, dapat memberikan perubahan nyata bagi produktivitas pertanian di tingkat desa.
AKPRIND University Jnanadharma: Ilmu untuk diabdikan, teknologi untuk memberdayakan masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda