Penulis: Fasya Zahira
JurnalPost.com - Pertanyaan ‘ bagaimana meminimalisir asap akibat pembakaran sampah?’ menjadi pertanyaan yang kerap diutarakan banyak kalangan hingga menjadi topik yang cukup serius di bicarakan. Bagi para santri serta santriwati,sampah menjadi hal yang tidak dapat dihindari mengingat setiap harinya setiap individu meninggalkan residu sampah. Dengan itu, dihadirkan nya Rocket Stove atau kompor roket oleh Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Pesantren Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur dengan tujuan penduduk pondok untuk dapat memanfaatkan inovasi Rocket Stove guna meminimalisir asap pembakaran sampah.
Pembuatan Rocket Stove ini merupakan bagian dari tugas wajib peserta KKNT yakni pengelolaan sampah. Pembuatan Rocket Stove memakan waktu selama 6 hari yang dilaksanakan pada Kamis 6 Agustus dan dilanjutkan hingga Rabu 12 Agustus yang berlokasikan di pembuangan sampah pondok pesantren. Pembuatan konsisten dimulai pada jam 08.00 pagi hingga sebelum zuhur dimana menunjukkan kebutuhan mahasiswi untuk tercapainya Rocket Stove Sebanyak 10 mahasiswi peserta KKNT ikut berpartisipasi dalam pembuatan Rocket Stove dengan dukungan para santri dalam tercapainya tujuan. Tidak hanya dukungan yang diberikan oleh para santri namun juga pengawasan langsung oleh pengurus pondok BUQ Yasinat Jember dalam pengerjaan rocket stove selama 6 hari penuh.
“Kami berharap dengan adanya Rocket Stove ini meminimalisir asap agar lebih ramah lingkungan,’ ucap salah satu mahasiswi, dengan bahan utama yakni bata ringan di mana dapat meredam panas serta kuat dan kokoh mampu menahan asap yang dihasilkan oleh pembakaran sampah. Hal ini teruji pada hari Kamis 13 Agustus di pagi hari di mana para mahasiswi mencoba untuk membakar sampah di dalam roket stop dan terkecil tidak mengeluarkan api serta dilanjut saat dosen pembimbing lapangan Bapak Latif Ahmad Fauzan S.I Kom. M.A.P berkunjung untuk memonitoring para peserta KKNT. “ Hasil Rocket stove kalian terhitung rapih, plamir nya rapi sekali” ujar dosen pembimbing
Pada saat kunjungan oleh dosen pembimbing lapangan, para peserta KKNT hendak bersemangat untuk menunjukkan hasil Jerih payah mereka dalam berhasilnya Rocket Stove. Dengan dampingan oleh pengurus, kegiatan kunjungan dosen pembimbing lapangan berjalan dengan lancar. Program kerja ini menunjukkan bahwa dengan adanya inovasi baru, dapat menjadi opsi alternatif dalam meminimalisir asap yang disebabkan oleh pembakaran sampah.
Melalui program ini, para peserta KKNT menunjukkan perkembangan yang positif dalam memahami kerja keras serta gotong royong dalam menciptakan sesuatu dan mencapai tujuan.
Kehadiran program kerja ini menjadi salah satu bukti bahwa para peserta KKNT paham akan kerja keras serta mendapat ilmu baru akan inovasi Rocket Stove ini. Diharapkan dengan adanya Rocket Stove , santriwati dan penduduk pondok lainnya dapat menggunakan inovasi untuk meminimalisir asap agar menjaga udara tetap segar dan sehat. Bahkan dengan terciptanya Rocket Stove ini,mendorong perhatian pengurus pondok khususnya pengelola sampah yakni Andre untuk menambah Rocket Stove dengan ukuran yang lebih besar.

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda