Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Menjaga Birunya Banyu Biru: Antara Wisata dan Konservasi Alam

Menjaga Birunya Banyu Biru: Antara Wisata dan Konservasi Alam

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
30 Oktober 2025, 15.21 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Konservasi Alam

JurnalPost.com - Banyu Biru menjadi sumber air yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Airnya yang jernih, dikelilingi pepohonan rindang, menawarkan kesejukan alami yang kini semakin langka. Setiap akhir pekan, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal, terutama keluarga yang datang untuk berenang dan bersantai. Selain itu Banyu Biru dihuni oleh ratusan ikan sengkaring besar berwarna keemasan dan kehitaman yang dianggap ikan keramat. Ikan ini diyakini sudah hidup sejak zaman kerajaan, dan dipercaya sebagai penjaga sumber air. Tradisi lokal menyebutkan, siapa pun yang mencoba menangkap atau mengganggu ikan di Banyu Biru akan mendapat kesialan.

Namun, meningkatnya aktivitas wisata membawa konsekuensi baru. Sampah plastik, limbah makanan, dan aktivitas pengunjung yang tidak terkontrol dapat mencemari ekosistem air. Bila tidak tegas ditangani, kejernihan yang menjadi daya tarik utama Banyu Biru justru bisa terancam. Pariwisata memang memberikan manfaat ekonomi, namun jika dikelola tanpa perencanaan, bisa menjadi ancaman bagi keberlanjutan lingkungan. Banyu Biru menemui tantangan yang nyata yaitu bagaimana menemukan titik keseimbangan antara manfaat ekonomi dan pelestarian alam.

IKLAN

Pendekatan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) menekankan tiga aspek utama: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Artinya, setiap pengembangan wisata harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak ekosistem dan nilai budaya yang ada. Pendekatan pertama; melakukan konservasi sumber daya air dan daya dukung ekologis seperti; melakukan pengendalian daya dukung pengunjung, melakukan sistem pengelolaan sampah terpadu di area wisata, melakukan pengawasan debit air secara berkala oleh kelompok masyarakat dan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan sumber air.

masyarakat lintas generasi
Baca Juga

IPB University Kembangkan Persemaian Aren di Citorek Barat, Dorong Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

IKLAN

Pendekatan yang kedua; peran nilai budaya sebagai mekanisme konservasi tradisional seperti; menghormati dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal dalam setiap aktivitas wisata, melibatkan tokoh adat masyarakat dalam aktivitas wisata budaya dan edukasi lingkungan, dan mengembangkan wisata interpretatif yang memperkenalkan sejarah, mitos, dan makna budaya Banyu Biru kepada wisatawan.

Pendekatan ketiga; masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan pengambilan manfaat ekonomi. Adapun strategi yang perlu dikembangkan seperti: memberikan pelatihan hospitality, guiding, dan kewirausahaan, melakukan pengembangan produk ekonomi kreatif lokal (souvenir, kuliner, kopi, batik motif air, dll.) yang memperkuat identitas Banyu Biru.

Pendekatan keberlanjutan juga membutuhkan dukungan kelembagaan dan kebijakan. Adanya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, ekologi, dan sosial di Banyu Biru. Pemerintah daerah dapat menyediakan arah kebijakan dan infrastruktur pendukung, akademisi berperan melalui riset dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga dan mengelola sumber daya alam. Dengan langkah bersama, Banyu Biru dapat menjadi contoh nyata bahwa wisata alam dan konservasi dapat berjalan beriiringan dengan jernihnya air yang mengalirkan manfaat bagi generasi yang akan datang.

Penulis: Grace Sissela Marpaung

Gunung Bromo
Baca Juga

Bromo Terbakar: Ketika Spot Wisata Menjadi Perebutan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menjaga-birunya-banyu-biru-antara-wisata-dan-konservasi-alam/87529/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.55 WITA

  • #Banyu Biru
  • #Konservasi Alam
  • #Wisata alam

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  3. 3

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  4. 4

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  5. 5

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.