Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Menjadi Konten Kreator, Profesi yang digemari anak muda saat ini

Menjadi Konten Kreator, Profesi yang digemari anak muda saat ini

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
26 Juni 2023, 15.01 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Menjadi Konten Kreator, Profesi yang digemari anak muda saat ini

Penulis: Nindyo Satrio Mahamboro (Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang)

JurnalPost.com - Di era transformasi digital saat ini telah memunculkan berbagai hal baru di kalangan masyarakat. Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi yang kompleks telah menciptakan budaya digital yang terus berkembang. Konten kreator pun telah menjadi lapangan kerja baru yang saat ini banyak dilirik oleh anak muda di era milenial.

IKLAN

Saat ini konten kreator dianggap menjadi profesi yang dapat menjanjikan penghasilan tinggi. Pasalnya, sumber penghasilan konten kreator dapat diraih melalui beragam cara. Konten kreator dapat menghasilkan keuntungan dari hasil endorsement, adsense, bahkan menjadi bintang tamu pada suatu acara besar. Hal tersebut mendukung anak muda untuk turut serta terjun ke dunia konten kreator. Tidak hanya itu, pengaruh globalisasi pun turut serta berperan dalam membuka pemikiran dan kreativitas anak muda, sehingga anak muda sekarang memiliki jiwa kreativitas yang lebih variatif. Di samping itu, perkembangan teknologi digital mendorong anak-anak muda untuk mengembangkan skill ke dalam dunia digital kreatif seperti editing video, desain grafis, dan animasi. Banyaknya perangkat lunak yang saat ini lebih mudah dipahami pun turut serta mendukung anak muda dalam menuangkan ide dalam pengembangan konten kreatif.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Melansir dari id.prosple.com, konten kreator merupakan seseorang yang membuat karya yang memuat informasi untuk disebarkan melalui media digital. Dilansir dari halaman gokampus.com (04/07/2022), konten kreator sudah bukan menjadi profesi yang aneh ditengah majunya teknologi. Profesi ini dapat menciptakan berbagai informasi yang tersedia di media cetak maupun elektronik, karena konten yang mereka ciptakan bersifat informatif, edukatif, dan menghibur.

Jika melihat fenomena yang berkembang saat ini, Mengutip dari pijarnews.com (05/11/2021), anak muda sekarang lebih menyukai konten yang sama sekali tidak berfaedah. Padahal jika anak muda menekuni untuk berkreasi dalam menuangkan ide positif ke dalam konten, hal ini dapat memungkinkan anak tersebut untuk mendapatkan penghasilan. Melansir dari news.uad.ac.id (10/11/22), La Junta direktur Mindplace Studio mengatakan bahwa seseorang bisa mendapatkan uang dan keuntungan dari membuat konten. Namun, Direktur Mindplace Studio tersebut menyebutkan bahwa tidak mudah untuk bertahan di dunia kreatif sebab konten kreator harus melahirkan kreativitas secara berkala.

Dilansir dari katadata.co.id (28/04/2022) potensi pertumbuhan industri kreator konten itu sejalan dengan besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Pertumbuhan pasar ini tercermin dari banyaknya artis yang memasarkan karya mereka di media sosial. Selain itu di dalam industri kreatif telah melahirkan banyak pengguna baru, hal tersebut mendorong mereka untuk berlomba menjadi yang terbaik dan disukai oleh banyak orang.

Banyaknya konten kreator yang berambisi tinggi untuk mengejar trending dan ketenaran, menyebabkan persaingan antar konten kreator semakin ketat. Semakin trending konten yang dibuat, maka akan memudahkan kreator tersebut untuk mendapat nama dan peluang penghasilan yang lebih besar. Agar dapat menjadi konten kreator yang banyak dikenal di kalangan masyarakat, tentu harus memikirkan konsep dari suatu konten yang dibangun. Melansir dari mediaindonesia.com (26/08/2022), pembuatan konten tidak boleh asal-asalan, namun perlu dikemas dengan menarik dan informasi yang disampaikan harus bisa dipertanggungjawabkan.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Perlu diketahui bahwa internet dan media sosial dapat menjadi boomerang untuk para konten kreator apabila dalam penggunaannya tidak memperhatikan etika digital. Mengutip dari katadata.co.id (16/09/2022), etika digital muncul karena adanya perkembangan teknologi yang dapat dipakai oleh banyak orang, sehingga etika digital digunakan untuk mengatur segala bentuk perilaku digital yang dilakukan oleh manusia.

IKLAN

Namun sangat disayangkan, terdapat beberapa kreator yang masih tidak memperdulikan etika dalam bermedia sosial. Dikutip dari viva.co.id (01/02/2023), terdapat konten kreator justru memilih cara mengemis online yang dilakukan dengan cara live streaming di platform TikTok dengan mengharapkan saweran dari penonton. Banyak masyarakat yang menilai bahwa hal tersebut tidak manusiawi dan melanggar etika, dikarenakan kreator tersebut mempergunakan orang lanjut usia sebagai media untuk melakukan aksi mandi lumpur. Permasalahan ini tentunya perlu diperhatikan oleh orang-orang yang terjun di dunia konten kreator, agar tidak menimbulkan kontroversi di khalayak umum.

Terdapat beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika ingin menjadi konten kreator, yakni sebagai berikut:

1. Riset yang matang. Sebelum memproduksi konten, melakukan riset menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan. Riset dilakukan untuk menentukan jenis konten yang dibuat, target pasar, dan mengetahui jenis konten yang sedang trend.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

2. Tentukan target audiens. Menentukan target audiens merupakan hal penting yang perlu dilakukan. Karena jenis konten yang dibuat harus sesuai dengan target audiens yang dicari, agar konten yang disajikan dapat memenuhi kebutuhan audiens dalam mencari informasi ataupun hiburan.

3. Update dengan tren terbaru. Menjadi konten kreator tentunya harus update dengan tren terbaru. Sebagai konten kreator juga dapat ikut membahas tren yang sedang banyak diperbincangkan oleh khalayak umum. Hal itupun juga dapat berpengaruh dalam mendapatkan jumlah penonton yang lebih banyak.

4. Membuat konten yang berkualitas. Kualitas konten tentu menjadi hal utama yang diperhatikan oleh penonton. Konten yang disajikan tidak perlu bertele-tele yang dapat membuat penonton merasa bosan. Konten yang disajikan harus memiliki tata bahasa yang jelas serta video dan audio yang berkualitas baik.

5. Harus konsisten Konsistensi harus diterapkan ketika menjadi konten kreator. Semakin banyak konten berkualitas yang diproduksi, tentunya penonton akan selalu menantikan konten-konten lain di waktu kedepan.

Bagi orang-orang yang mempunyai keinginan untuk menjadi konten kreator diharapkan dapat memperhatikan hal-hal apa saja yang perlu disiapkan seperti etika dalam bermedia sosial yang tidak menyinggung, tidak mengandung sara, pronografi, dan hal sensitif lainnya. Diharapkan konten yang dirancang dapat memuat informasi yang edukatif sehingga penikmat tidak hanya melihat konten sebagai bahan hiburan saja, namun dapat diambil manfaat dari konten tersebut.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menjadi-konten-kreator-profesi-yang-digemari-anak-muda-saat-ini/54872/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.33 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
  2. 2

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  3. 3

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  4. 4

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  5. 5

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.