Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Menilik Hasil Kerja Sama Pertanian Padi antara China-Indonesia di Bali

Menilik Hasil Kerja Sama Pertanian Padi antara China-Indonesia di Bali

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
26 Juni 2025, 21.39 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pertanian Padi
Foto tak bertanggal ini menunjukkan sebuah sawah yang terletak di Tabanan, Bali. (Xinhua)

KUNMING, JurnalPost.com - Pada Mei 2024, dalam rangka memperingati perayaan 21 tahun hubungan provinsi kembar (sister-province) antara Provinsi Yunnan di China dan Provinsi Bali di Indonesia, sebuah proyek budi daya padi organik yang didanai China diluncurkan di Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali.

Didukung oleh Asosiasi Masyarakat Yunnan untuk Persahabatan dengan Negara-Negara Asing (Yunnan People's Association for Friendship with Foreign Countries), proyek ini menyediakan benih padi berkualitas tinggi dari China, mesin pertanian skala kecil, hewan ternak, serta pelatihan pertanian. Proyek ini mencakup area seluas 17 hektare dan memberikan manfaat bagi lebih dari 125 keluarga petani.

IKLAN

"Dengan benih yang lebih baik dan pengelolaan lahan yang ditingkatkan, hasil panen rata-rata meningkat sebesar 12,4 persen, dari 267 kilogram menjadi 300 kilogram lebih per mu (1 mu = 666,67 meter persegi)," ujar Zhang Junlei, wakil direktur Kantor Perwakilan Komersial Yunnan (Yunnan Commercial Representative Office) di Jakarta. "Para petani kini bisa panen dua hingga tiga kali dalam setahun, dan pendapatan rumah tangga pun meningkat sekitar 30 persen."

penari
Baca Juga

Kerja Sama dan Pertukaran Pariwisata Indonesia-China Terus Berkembang

Kepala desa Kawir mengatakan bahwa program ini tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga harapan. "Program ini memberi komunitas kami kepercayaan diri untuk mengembangkan pertanian organik dan pariwisata pedesaan," ujarnya.

IKLAN

Yunnan secara historis merupakan tempat kelahiran budi daya padi di China selatan, sedangkan Indonesia merupakan produsen beras terbesar ketiga di dunia. Meskipun terpisah jarak, keduanya memiliki tradisi pertanian padi yang sudah mengakar kuat. Pengalaman pertanian kedua pihak menawarkan banyak hal untuk pertukaran dan pembelajaran timbal balik.

Tahun ini, guna mendukung diversifikasi pendapatan warga lokal, proyek lanjutan yang dipimpin oleh Yunnan Energy Investment International Engineering Co. diluncurkan untuk mengembangkan Zona Percontohan Eko-Agrowisata Bali (Bali Eco-Agritourism Demonstration Zone). Proyek ini memadukan pertanian dengan pariwisata, dengan menginvestasikan 30 persen dana proyek untuk peningkatan pertanian dan 70 persennya untuk infrastruktur pariwisata, seperti jalur pematang sawah, anjungan pengamatan, dan kedai kopi.

"Saat saya berkunjung pada Maret lalu, sawahnya masih hijau. Kini, sawah-sawah itu sudah dipanen," kata Zhang. "Lahan ini berubah dengan cepat. Tidak lama lagi, para pengunjung akan berjalan di antara sawah-sawah, menikmati kopi bersama warga, dan mendengar langsung kisah para petani yang kini menjadi tuan rumah wisata pedesaan."

1000559968
Baca Juga

Ketika Kasta Tak Lagi Harus Berarti Tinggi dan Rendah: Menjaga Warisan Bali di Tengah Perubahan Zaman

Proyek ini merupakan bagian dari hubungan pertanian yang terus berkembang antara China dan Indonesia. Sejak 2005, lebih dari 90 persen benih padi hibrida Indonesia diimpor dari China. Para pakar dan perusahaan pertanian dari China telah lama mendukung ketahanan pangan Indonesia melalui pengembangan benih, pasokan mesin, dan pelatihan teknis.

Karena kedua negara menghadapi tantangan ketahanan pangan, kerja sama di bidang pengembangan padi menjadi landasan penting dalam hubungan bilateral. Seperti yang dikatakan Zhang, "Kita tidak hanya mempertumbuhkan tanaman, tetapi juga mempertumbuhkan masa depan bersama." (Xinhua).

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menilik-hasil-kerja-sama-pertanian-padi-antara-china-indonesia-di-bali/82852/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.57 WITA

  • #Bali
  • #Berita Xinhua

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel
  2. 2

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  3. 3

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.