Makassar, JurnalPost.com - PT Celebes Pangan Sejahtera mencatat langkah besar di sektor agribisnis. Perusahaan asal Sulawesi Selatan itu menandatangani kerja sama internasional dengan Cofco Group atau China National Cereals, Oils and Foodstuffs Corporation, salah satu korporasi pangan besar asal China.
Kerja sama ini menjadi perhatian karena dipimpin langsung oleh Ahmad Rayes Jabir, pemuda asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Rayes saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Celebes Pangan Sejahtera.
Nilai kerja sama dagang tersebut disebut mencapai Rp95 miliar. Kontrak itu mencakup ekspor sejumlah komoditas unggulan Sulawesi Selatan ke pasar China.
Adapun komoditas yang akan dikirim meliputi jagung pipilan kering kualitas premium, sarang burung walet, dan rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Ketiga komoditas tersebut selama ini menjadi bagian penting dari potensi pertanian dan kelautan Sulawesi Selatan.
Untuk tahap awal, PT Celebes Pangan Sejahtera menargetkan ekspor jagung pipilan kering sebanyak 50 ribu ton dalam satu tahun. Selain itu, perusahaan juga menargetkan pengiriman rumput laut kering sebanyak 15 ribu ton dan sarang burung walet berkualitas tinggi sebanyak 5 ton per tahun.
Pengiriman akan dilakukan secara bertahap melalui jalur laut menggunakan kontainer logistik. Target tersebut disiapkan untuk memenuhi permintaan pasar China yang dinilai sangat besar.
Langkah Ahmad Rayes Jabir ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Wajo. Bupati Wajo, Andi Rosman, menyampaikan kebanggaannya atas capaian putra daerah tersebut.
Pemerintah daerah menilai keberhasilan menembus pasar China dengan nilai kontrak puluhan miliar rupiah menjadi bukti bahwa generasi muda daerah memiliki kemampuan bersaing di level internasional.
Ahmad Rayes Jabir diketahui lahir pada 1 November 2001. Di usia 24 tahun, ia sudah memimpin perusahaan yang bergerak di sektor komoditas dan membuka akses dagang ke pasar global.
Di tengah aktivitasnya sebagai pengusaha muda, Rayes juga tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Studi Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Latar belakang pendidikan itu dinilai ikut membantunya dalam memahami diplomasi bisnis dan negosiasi lintas negara.
Ahmad Rayes Jabir, Sumber Foto Dokumentasi Pribadi
Rayes mengatakan kontrak kerja sama tersebut bukan hanya soal nilai ekonomi. Menurutnya, kesepakatan itu juga menjadi bukti kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas komoditas Sulawesi Selatan.
"Kontrak senilai Rp95 miliar ini bukan sekadar angka komersial, melainkan jembatan kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas komoditas pertanian Sulawesi Selatan. Target volume ekspor hingga puluhan ribu ton jagung dan rumput laut ini adalah amanah besar," kata Ahmad Rayes Jabir dalam keterangannya.
Rayes menegaskan, kerja sama dengan Cofco Group diharapkan memberi dampak langsung bagi petani lokal yang menjadi mitra hulu perusahaan.
"Sebagai anak muda dari Kabupaten Wajo, saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan jarak dari daerah bukan penghalang untuk menembus pasar global. Kami berkomitmen penuh agar kerja sama ini dapat memberikan dampak ekonomi langsung, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan para petani lokal," ujarnya.
Kerja sama PT Celebes Pangan Sejahtera dengan perusahaan pangan asal China ini dinilai menjadi langkah awal penting bagi penguatan komoditas daerah. Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa potensi agribisnis Sulawesi Selatan dapat bersaing di pasar internasional jika dikelola secara serius.
Sosok Ahmad Rayes Jabir pun menjadi contoh generasi muda daerah yang mampu masuk ke sektor strategis. Dari Wajo, ia membawa komoditas Sulawesi Selatan menuju pasar global.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda