JurnalPost.com - Maroy Magaline, nama lengkap dan panggung yang kini semakin familiar di kalangan pecinta musik Indonesia. Penyanyi muda berbakat ini berasal dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, dan telah memulai perjalanan musiknya sejak 2013 sebagai songwriter untuk ONE IDENTITY. Namun, sebagai solois singer-songwriter, Maroy baru merilis single pertamanya di November 2024.
Maroy memutuskan untuk terjun ke dunia musik karena ingin meninggalkan warisan bagi anak-cucu lintas generasi dan membagikan pesan nilai dan makna pemikirannya sebagai seniman dan manusia. Ia ingin dikenang oleh anak-cucu lintas generasi hingga membagikan pesan Nilai & Makna pemikiran sebagai seniman dan manusia melalui musik yang ia ciptakan. Dengan demikian, Maroy berharap dapat meninggalkan jejak yang berarti dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.
Maroy memiliki ketertarikan pada beberapa genre musik, yaitu Jazz, Pop, dan Alternative Rock. Ia terinspirasi oleh musisi-musisi ternama seperti Sheila On 7, Barry Likumahuwa, dan Sidney Mohede. Ketertarikan Maroy pada berbagai genre musik ini membuatnya dapat menciptakan karya-karya yang unik dan beragam. Tujuan dalam karir musik adalah memiliki karya yang bermakna bagi pendengar dan dapat mewakili perasaan serta perjalanan fase hidup mereka.
Dengan latar belakang sebagai songwriter, Maroy memiliki kemampuan untuk menciptakan lagu-lagu yang catchy dan bermakna. Ia juga memiliki suara yang khas dan dapat mengekspresikan emosi dengan baik. Dengan demikian, Maroy berharap dapat menciptakan karya-karya yang dapat dinikmati oleh pendengar dan meninggalkan kesan yang baik.
Di masa depan, Maroy berencana untuk terus mengeluarkan musik baru dan berkolaborasi dengan sosok-sosok di industri musik. Sebelumnya, ia telah berkolaborasi dengan Pongki Barata, Viona Paays, Steve Tabalujan, Bobby Febian, Gianni Messah, dan Guntur Simbolon. Dengan kolaborasi-kolaborasi ini, Maroy berharap dapat menciptakan karya-karya yang lebih baik dan dapat dinikmati oleh pendengar.
Single terbaru Maroy Magaline adalah "Unwritten Roads(with Schätzli)" yang merupakan lagu instrumental dengan Schätzli, yang berarti "Darling" dalam bahasa Swiss-German. Lagu ini mewakili fase kehidupan Maroy bersama istrinya semasa LDR Indonesia-Swiss dan akhirnya bisa bersama melewati 'jalan kehidupan yang belum tertulis'. "Unwritten Roads" launching pada 29 Juni 2025, dan telah masuk dalam Spotify Editorial Playlist - JAZZ ANAK NEGERI. Maroy menyampaikan pesan dalam single "Unwritten Roads" untuk menikmati setiap momen karena belum tentu bisa terulang.

Selain menjadi penyanyi, Maroy juga memiliki kegiatan lain seperti membuka kursus musik yaitu Sekolah Musik Indonesia cabang Palu (SMI Palu), mengelola Karyapore Digital Printing, Clothing NETJES-In, dan Coffee Shop Kopi A'robi. Dengan berbagai kegiatan ini, Maroy berharap dapat memberikan kontribusi pada komunitas musik dan masyarakat.
Beberapa single Maroy Magaline antara lain "Racun Itu Ini" yang bercerita tentang situasi toxic dalam kehidupan, "Harapan Takkan Menghilang" yang dibuat bersama anaknya berusia 4 tahun, "Satu Tujuan" feat. One Identity & Willseend yang berkisah tentang persahabatan, dan "Banua Nasana" feat. One Identity yang memiliki verse dan chorus dalam bahasa Kaili dan Indonesia. "Banua Nasana" akan dirilis kembali pada 27 September 2025. Dengan karya-karya ini, Maroy berharap dapat menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya sebagai seniman dan musisi.
Dengan perjalanan karir yang masih panjang, Maroy Magaline berharap dapat terus menciptakan karya-karya yang bermakna dan dapat dinikmati oleh pendengar. Ia juga berharap dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin mengejar karir di dunia musik. Dengan dedikasi dan kerja keras, Maroy Magaline siap untuk mencapai puncak kesuksesan di industri musik Indonesia.
Yuk dengarkan lagunya di spotify:
https://open.spotify.com/artist/3hck9Nv6Lmhh9TqJtpvydt?si=MvglgNGvTg-arDOJmQK_iQ
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda