Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  2. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  3. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  4. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  5. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Mahasiswa UI Kembangkan Terapi Musik dan Seni untuk Bantu Menjaga Fungsi Kognitif Lansia

Mahasiswa UI Kembangkan Terapi Musik dan Seni untuk Bantu Menjaga Fungsi Kognitif Lansia

Foto profil Shella Paramitha
Penulis: Shella Paramitha
08 Oktober 2026, 16.05 WITA Editor: Danang Purnama
6 menit baca
Mahasiswa Universitas
Mahasiswa Universitas Indonesia mengajak para lansia mengikuti kegiatan terapi musik dan seni dalam program stimulasi kognitif di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Cilodong, Depok. (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat UI)

DEPOK, JurnalPost.com — Sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengembangkan program stimulasi kognitif bagi lanjut usia (lansia) dengan memadukan terapi musik dan aktivitas seni. Inovasi tersebut diterapkan kepada 26 penghuni Panti Werdha Muslim Rumah Oma di Kecamatan Cilodong, Kota Depok, melalui 12 sesi kegiatan.

Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam menghadirkan aktivitas yang menyenangkan sekaligus mendukung kesehatan kognitif dan emosional lansia, terutama di tengah meningkatnya jumlah penduduk berusia lanjut di Indonesia.

IKLAN

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip tim mahasiswa, jumlah lansia di Indonesia mencapai sekitar 36,5 juta jiwa pada 2025. Proporsi penduduk lansia juga disebut meningkat dari 9,93 persen pada 2020 menjadi 11,93 persen dalam lima tahun terakhir.

UPN Veteran Jawa Timur
Baca Juga

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Peningkatan populasi lansia tersebut turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk upaya menjaga daya ingat dan fungsi kognitif.

Sementara itu, proyeksi Alzheimer's Indonesia yang dirujuk tim memperkirakan jumlah penyandang demensia di Indonesia dapat mencapai sekitar 2 juta orang pada 2030.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa UI menghadirkan pendekatan stimulasi kognitif melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian lansia.

Padukan Musik dan Seni dalam Program Pengabdian Masyarakat

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kepedulian Masyarakat yang memperoleh pendanaan dari Direktorat Pengabdian dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia.

Murid TK Khasanah berseragam hijau-kuning berbicara memakai mikrofon di depan teman-temannya, berlatar spanduk Fun Traffic Day dan rambu lalu lintas.
Baca Juga

Lampu Merah, Semua Berhenti! Murid TK Khasanah Asyik Mengenal Kendaraan Darat, Air, dan Udara Hingga Jatuh Hati pada Lalu Lintas

Tim pelaksana terdiri atas lima mahasiswa, yakni Amirah sebagai ketua, serta Nabak, Kayla, Taulifa, dan Fajar sebagai anggota.

foto bersama

Pelaksanaan kegiatan turut didampingi dosen pembimbing Faizah Abdullah, S.St., S.Ft., M.Biomed.

Ketua tim, Amirah, menjelaskan bahwa pemilihan terapi musik dan seni didasarkan pada kebutuhan menghadirkan metode stimulasi yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menarik bagi lansia.

“Kami melihat gangguan kognitif seperti mudah lupa dan demensia jadi tantangan besar yang belum banyak ditangani dengan pendekatan yang menyenangkan bagi lansia. Musik dan seni kami pilih karena keduanya terbukti secara ilmiah mampu menstimulasi memori, atensi, sekaligus regulasi emosi,” ujar Amirah.

masyarakat lintas generasi
Baca Juga

IPB University Kembangkan Persemaian Aren di Citorek Barat, Dorong Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

Melalui pendekatan tersebut, tim berharap kegiatan stimulasi kognitif dapat dilakukan secara lebih santai dan menjadi aktivitas yang dinantikan penghuni panti.

Lakukan Pemeriksaan Kognitif Sebelum Intervensi

Sebelum program dijalankan, tim mahasiswa terlebih dahulu menyusun rencana kegiatan bersama dosen pembimbing.

Tahap persiapan meliputi penyusunan jadwal 12 sesi intervensi, sosialisasi kepada peserta, serta proses persetujuan partisipasi atau informed consent.

Tim juga melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif peserta.

Penilaian dilakukan menggunakan dua instrumen, yakni Mini-Mental State Examination (MMSE) dan Montreal Cognitive Assessment (MoCA).

Kedua instrumen tersebut umum digunakan untuk membantu menilai kemampuan kognitif, termasuk aspek orientasi, perhatian, daya ingat, dan fungsi berpikir lainnya.

Hasil pemeriksaan awal kemudian dijadikan data dasar untuk memantau perubahan kondisi peserta selama program berlangsung.

Kegiatan dijadwalkan dua kali dalam sepekan, dengan durasi sekitar dua jam untuk setiap pertemuan.

Waktu tersebut dibagi menjadi satu jam aktivitas terapi musik dan satu jam kegiatan seni.

Selain pelaksanaan intervensi, tim juga menjadwalkan evaluasi berkala setiap dua pekan atau setelah empat sesi kegiatan untuk membandingkan hasil penilaian kognitif peserta.

Bernyanyi Lagu Nostalgia hingga Melukis Pot Bunga

Dalam sesi terapi musik, para lansia diajak mengikuti berbagai aktivitas yang melibatkan ingatan, konsentrasi, dan koordinasi gerak.

Kegiatannya meliputi bernyanyi bersama menggunakan lagu-lagu nostalgia, mengikuti irama melalui tepukan tangan dan hentakan kaki, hingga memainkan alat musik sederhana.

IKLAN

Pemilihan lagu-lagu yang akrab di telinga peserta diharapkan dapat membantu membangkitkan kenangan sekaligus menciptakan suasana interaksi yang menyenangkan.

Sementara itu, kegiatan seni dirancang untuk memberikan kesempatan kepada lansia mengekspresikan kreativitas melalui penggunaan warna dan berbagai media.

Para peserta diajak mewarnai tas kain bermotif batik, melukis pot bunga, serta menanam bibit cabai.

Aktivitas lainnya mencakup menghias gantungan kunci dan melukis kipas bambu.

Selain memberikan variasi kegiatan, aktivitas tersebut juga melibatkan koordinasi tangan, perhatian, dan kemampuan mengikuti instruksi.

Perpaduan kegiatan musik dan seni diharapkan dapat memberikan stimulasi yang lebih beragam bagi para penghuni panti.

Meski demikian, keberhasilan program dalam meningkatkan atau mempertahankan fungsi kognitif tetap perlu dilihat melalui hasil evaluasi sebelum dan setelah intervensi.

Pengurus Panti Sebut Lansia Semakin Antusias

Pelaksanaan program mendapat tanggapan positif dari pengurus Panti Werdha Muslim Rumah Oma.

Ketua Perawat Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Leni Prianti, mengungkapkan bahwa kegiatan mahasiswa memberikan suasana baru bagi para penghuni panti.

Menurutnya, para lansia menunjukkan antusiasme selama mengikuti aktivitas yang diselenggarakan.

“Alhamdulillah, selama kegiatan ini berlangsung, dampak yang dirasakan oleh oma dan opa sangat signifikan. Apa yang kalian lakukan membawa aura positif dan membuat para lansia antusias. Kehadiran kalian juga selalu ditunggu-tunggu. Sejauh ini, kesan mereka selama kegiatan sangat positif dan kegiatan ini sangat membantu,” ujar Leni.

Tanggapan serupa disampaikan salah seorang penghuni panti yang merasakan manfaat dari adanya jadwal kegiatan rutin.

Ia mengaku aktivitas tersebut membuat kesehariannya lebih terisi sekaligus membantunya mengingat jadwal.

“Kegiatan ini membuat saya jadi lebih ingat tanggal karena ada jadwal kegiatan yang diikuti. Selain itu, hari-hari juga jadi lebih terisi dengan aktivitas yang menyenangkan,” ungkapnya.

Respons para peserta menjadi salah satu indikator penerimaan terhadap kegiatan yang dikembangkan mahasiswa.

Namun, pengalaman positif peserta belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan adanya peningkatan fungsi kognitif secara klinis tanpa didukung hasil pengukuran yang memadai.

Diharapkan Menjadi Kegiatan Rutin di Panti Lansia

Tim mahasiswa UI berharap program stimulasi melalui musik dan seni tidak berhenti setelah seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat selesai dilaksanakan.

Salah satu rencana keberlanjutan yang disiapkan adalah penyusunan buku pedoman kegiatan.

Panduan tersebut diharapkan dapat digunakan pengurus panti maupun pendamping lansia atau caregiver untuk menyelenggarakan aktivitas serupa secara mandiri.

Dengan demikian, kegiatan seperti bernyanyi, latihan ritme, mewarnai, dan melukis dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas rutin penghuni panti.

Tim juga berharap model kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi panti werdha lainnya untuk mengembangkan program stimulasi kognitif yang sederhana, mudah diterapkan, dan sesuai dengan kemampuan peserta.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa UI berupaya menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui teknologi yang kompleks.

Pendekatan kreatif yang memanfaatkan musik, warna, dan interaksi sosial juga dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kualitas hidup lansia, terutama apabila dilaksanakan secara terarah, berkelanjutan, dan disertai evaluasi yang tepat.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mahasiswa-ui-kembangkan-terapi-musik-dan-seni-untuk-bantu-menjaga-fungsi-kognitif-lansia/98071/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.46 WITA

  • #Pengabdian Masyarakat
  • #demensia
  • #kesehatan lansia
  • #kognitif lansia
  • #mahasiswa ui
  • #panti werdha
  • #terapi musik
  • #terapi seni

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pilihan Editor

  1. 1 Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat
  2. 2

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  3. 3

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  4. 4

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. 5

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.