Bireuen, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana di MIN 44 Blang Rheum, Kabupaten Bireuen, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas V dan VI tersebut difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran dan gempa bumi.
Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya memahami langkah-langkah yang tepat saat menghadapi kondisi darurat. Pengetahuan tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dinilai perlu diperkenalkan sejak dini agar anak-anak mampu mengenali potensi bahaya sekaligus mengetahui cara melindungi diri.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD menyampaikan materi mengenai penyebab kebakaran dan gempa bumi, risiko yang dapat ditimbulkan, serta tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Materi disampaikan secara interaktif dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa sehingga lebih mudah dipahami.
Setelah mengikuti sesi sosialisasi, para siswa diajak mempraktikkan secara langsung langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Siswa dilatih untuk melindungi bagian kepala, berlindung di tempat yang aman, serta melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul.
Dalam simulasi kebakaran, siswa juga diberikan pemahaman mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika muncul api atau asap, termasuk cara keluar dari ruangan dan menuju lokasi yang lebih aman tanpa menimbulkan kepanikan.
Para siswa kelas V dan VI MIN 44 Blang Rheum tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti arahan petugas, serta terlibat langsung dalam simulasi yang dipandu oleh tim BPBD.
Mahasiswa KKN USK berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Simulasi langsung dinilai mampu memberikan pengalaman yang lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa dibandingkan dengan penyampaian materi secara teori saja.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN USK, BPBD, dan MIN 44 Blang Rheum ini menjadi salah satu upaya untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak usia sekolah.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa agar lebih tanggap, tenang, dan mampu mengambil langkah yang tepat untuk melindungi diri saat menghadapi kebakaran maupun gempa bumi, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda