Penulis: Tim KKN Rekognisi Itera Desa Girimulyo
JurnalPost.com – Tim mahasiswa Rekognisi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan program digitalisasi layanan kesehatan Posyandu Balita di Desa Girimulyo, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Program digitalisasi ini mencakup pengembangan Website Posyandu Girimulyo yang dilengkapi fitur Kalkulator Gizi Z-Score berbasis standar World Health Organization (WHO), halaman edukasi penyebab, pencegahan, dan dampak stunting, serta sistem login kader per lokasi Posyandu, sebagai upaya meningkatkan efektivitas pencatatan dan pemantauan status gizi balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada periode KKN berlangsung, dengan waktu pengerjaan program pengembangan sistem selama 18 hari kerja. Pengembangan sistem ini diarahkan untuk mendukung digitalisasi pencatatan rekam medis dan data tumbuh kembang balita yang selama ini masih dilakukan secara manual. Mahasiswa berupaya menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan oleh kader kesehatan Posyandu Balita Desa Girimulyo.
Sebelum program ini dilaksanakan, pencatatan rekam medis dan data antropometri balita di Posyandu Balita Desa Girimulyo masih dilakukan secara konvensional menggunakan buku register kertas. Proses penentuan status gizi balita harus dihitung dan dicocokkan secara manual satu per satu dengan tabel standar antropometri WHO. Selain itu, keterbatasan waktu kader dalam merekap data secara manual turut memperlambat proses pemantauan rutin terhadap balita yang berisiko mengalami masalah gizi. Kondisi tersebut menyebabkan risiko kesalahan pencatatan, kerusakan atau kehilangan data, serta lamanya proses rekapitulasi, sehingga berdampak pada keterlambatan deteksi dini masalah gizi dan stunting pada balita di wilayah tersebut. Kondisi inilah yang mendorong tim mahasiswa untuk merancang solusi digital yang mampu mempercepat pencatatan sekaligus mempermudah pemantauan status gizi balita secara berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, Meida Cahyo Untoro, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pengembangan sistem ini dirancang bukan hanya sebagai alat pencatatan, melainkan juga sebagai fondasi digital jangka panjang bagi layanan kesehatan balita di desa. “Website ini menyajikan data kesehatan balita secara terstruktur, sehingga kader dapat memantau tumbuh kembang anak dan mendeteksi indikasi stunting secara lebih cepat dan akurat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa fitur Kalkulator Gizi Z-Score yang dikembangkan bersamaan diharapkan mampu memangkas waktu penentuan status gizi balita sekaligus meminimalkan risiko kesalahan perhitungan manual. Menurutnya, digitalisasi ini juga menjadi langkah awal bagi Posyandu Girimulyo untuk memiliki basis data balita yang lebih rapi dan mudah diakses kapan saja. Ia berharap sistem ini dapat terus dikembangkan dan diadopsi oleh Posyandu-Posyandu lain di wilayah sekitar.

Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa merancang dua program kerja utama yaitu Pengembangan Website Kalkulator Gizi Z-Score Posyandu Girimulyo, serta Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu melalui sosialisasi dan pelatihan pengoperasian sistem. Website dirancang menggunakan teknologi Next.js/React dan terintegrasi dengan basis data berbasis cloud, dilengkapi halaman edukasi penyebab, pencegahan, dan dampak stunting, fitur Kalkulator Gizi Z-Score real-time, serta sistem login akun kader sesuai lokasi Posyandu masing-masing agar data tersimpan secara terpisah dan terstruktur. Selain fitur utama tersebut, sistem juga dilengkapi dashboard rekap data balita yang dapat diakses kader untuk memantau tren status gizi dari waktu ke waktu. Tampilan website turut dirancang responsif agar dapat diakses dengan mudah baik melalui komputer maupun smartphone milik kader. Dengan pendekatan ini, mahasiswa berharap sistem dapat digunakan secara mandiri oleh kader tanpa memerlukan pelatihan teknis yang rumit.
Pelaksanaan program diawali dengan survei dan wawancara kebutuhan mitra bersama kader kesehatan Posyandu, identifikasi alur pencatatan dan pelayanan, serta pengumpulan data kesehatan balita. Mahasiswa kemudian melakukan perancangan tampilan dan alur pengguna (UI/UX), prototyping dan pengujian internal, pengembangan sistem, hingga sosialisasi langsung kepada kader di Balai Desa Girimulyo. Pada tahap akhir, mahasiswa memberikan pendampingan dan simulasi penggunaan sistem kepada kader, mulai dari login akun, pengisian data antropometri, hingga interpretasi hasil kalkulasi status gizi. Setiap tahapan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masukan langsung dari kader agar sistem yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Uji coba sistem turut dilakukan sebelum sosialisasi untuk memastikan seluruh fitur berjalan dengan baik.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN Rekognisi Itera di Desa Girimulyo. Selama pelaksanaan, tim menghadapi kendala seperti keterbatasan jaringan internet di beberapa titik desa serta waktu adaptasi kader dalam mengoperasikan perangkat dan sistem digital, mengingat sebagian besar kader belum terbiasa dengan teknologi berbasis website. Sebagai tindak lanjut, tim merancang agenda pemeliharaan (maintenance) sistem secara berkala serta pendampingan lanjutan bagi kader dalam penggunaan website. Meski demikian, antusiasme kader dalam mengikuti pelatihan tetap tinggi sepanjang proses pendampingan berlangsung. Tim berharap dukungan dari pihak desa dapat terus berlanjut demi keberlanjutan sistem yang telah dibangun.
Bidan Desa Girimulyo, Desy Figianawati, menilai kehadiran Website Posyandu Girimulyo beserta fitur Kalkulator Gizi Z-Score ini sangat membantu pelayanan yang sebelumnya dikelola secara manual. Sistem digital tersebut memudahkan kader dalam mencatat data balita, menghitung status gizi secara instan, serta mendeteksi tanda-tanda stunting sejak dini. Desy Figianawati berharap pendampingan dari mahasiswa Itera dapat terus berlanjut, khususnya dalam pemeliharaan sistem dan pengembangan fitur pada masa mendatang. Ia menilai proses pencatatan kini menjadi lebih cepat dan minim risiko kesalahan dibandingkan metode manual sebelumnya. Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh kader lain yang turut merasakan manfaat langsung dari kehadiran sistem digital ini.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda