BANDAR LAMPUNG, JurnalPost.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi tenaga pendidik serta edukasi hidup bersih bagi siswa melalui rangkaian Program Apoteker Cilik (ApoCil) di SD Negeri 3 Labuhan Ratu, Bandar Lampung, pada 20–21 Agustus 2026.
Program tersebut diketuai Dr. apt. Anjar Hermadi Saputro, S.Farm., M.Pharm.Sci., bersama Dr. apt. Sudewi Mukaromah Khoirunnisa, M.Sc., apt. Rizky Hidayaturrahmah, S.Farm., M.Clin.Pharm., Dr. apt. Atika Dalili Akhmad, S.Farm., M.Sc., serta apt. Dirga, S.Farm., M.Sc.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Tenaga Pendidik
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemeriksaan kesehatan gratis bagi tenaga pendidik. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tekanan darah, hingga pengecekan kadar gula darah.
Mahasiswa dilibatkan dalam membantu proses pengukuran berat badan dan tekanan darah, sementara pemeriksaan kadar gula darah dilakukan oleh tim dosen sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan.
Setelah menjalani pemeriksaan, para tenaga pendidik juga mendapat kesempatan berkonsultasi dengan apoteker. Layanan konsultasi diberikan oleh apt. Dirga, S.Farm., M.Sc. dan Dr. apt. Atika Dalili Akhmad, S.Farm., M.Sc.
Melalui konsultasi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan sekaligus informasi mengenai pentingnya melakukan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi bagi tenaga pendidik. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemantauan kesehatan dan menjaga kesehatan secara berkelanjutan,” ujar Atika.
Program CERIA Ajarkan Siswa Cara Mencuci Tangan
Selain menyasar tenaga pendidik, Program Apoteker Cilik juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih kepada 50 siswa kelas V SD Negeri 3 Labuhan Ratu.
Kegiatan turut melibatkan mahasiswa KKN Rekognisi, yakni Muhamad Fain Azizi, Ulima Maghfira, dan Maria Laylia Latifah dari Program Studi Farmasi ITERA, serta Haura Fathinah Purnomo dan Kyla Yasmine Anadila dari Program Studi Desain Komunikasi Visual ITERA. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pembinaan dan arahan tim dosen PkM.
Salah satu kegiatan yang diperkenalkan kepada siswa adalah Program CERIA atau Cuci Tangan Edukatif, Bersih, dan Aktif. Melalui program ini, siswa mendapatkan pengetahuan mengenai kuman, penggunaan sabun dan air mengalir, serta waktu yang tepat untuk mencuci tangan.
Siswa juga diperkenalkan pada sejumlah kondisi penting yang mengharuskan mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, serta setelah batuk atau bersin.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik membuat sabun cuci tangan berbahan minyak atsiri jeruk bali. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mendapat pendampingan selama proses pembuatan.
Setelah sabun selesai dibuat, siswa langsung mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar menggunakan produk yang telah mereka hasilkan.
SEHATI Kenalkan Kebersihan dan Perlindungan Diri
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Program SEHATI atau Sehat dan Peduli Diri yang membahas kebersihan tubuh, kesehatan reproduksi, serta perlindungan diri.
Materi disampaikan menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan usia siswa. Mereka diajarkan kebiasaan menjaga kebersihan tubuh, mengenali bagian tubuh pribadi, serta memahami pentingnya menjaga dan melindungi diri.
Para siswa juga diberikan pemahaman agar berani mengatakan “tidak” ketika menghadapi tindakan yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Mereka diarahkan segera mencari bantuan kepada orang tua, guru, maupun orang dewasa yang dipercaya.
Kepala SD Negeri 3 Labuhan Ratu, Maranantia Sukotjo, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan karena memberikan manfaat kepada siswa maupun tenaga pendidik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik menjaga kebersihan diri. Pemeriksaan kesehatan bagi tenaga pendidik juga memberikan manfaat karena guru dapat mengetahui kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan yang dilakukan,” ujarnya.
Melalui rangkaian Program ApoCil tersebut, ITERA berupaya memperkuat kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah. Program CERIA dan SEHATI memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menjaga kebersihan, kesehatan, serta perlindungan diri, sementara pemeriksaan kesehatan dan konsultasi apoteker membantu tenaga pendidik lebih memahami kondisi kesehatannya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda